Anak Usaha Intiland Genjot Bisnis Properti di Surabaya

NERACA

Surabaya - PT Intiland Sejahtera dan PT Grande Imperial, keduanya anak usaha perusahaan properti PT Intiland Development Tbk (DILD) yang berlokasi di Surabaya Jawa Timur, tahun ini tengah menggenjot pembangunan rumah tipe klaster Morning Glory di blok A, Graha Natura dan Apartemen Sumatera36.

Direktur Intiland Sejahtera, David Hosea mengatakan, pihaknya membangun rumah berkonsep minimalis modern tersebut sebanyak 95 unit dengan sembilan tipe di lahan seluas 5 hektar. “Harganya berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp4,5 miliar. Awal tahun 2013 kita bangun dan ditargetkan selesai akhir tahun ini juga,” kata dia di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

Untuk tipe rumah, lanjut David, dibangun di atas tanah seluas 160 meter persegi sampai 375 meter persegi. Dengan luas bangunan antara 145 meter persegi hingga 290 meter persegi. Dia juga menjelaskan, seluruh bangunan terdiri dari dua lantai dan empat kamar, kecuali yang luas tanahnya 160 meter persegi.“Itu hanya tiga kamar. Meski baru dibangun tahun ini, sudah 15 unit terjual dari 95 unit dalam bentuk kavling. Target kami begitu selesai terbangun, sudah sold out (terjual habis),” jelasnya.

David menambahkan, nilai investasi pembangunan klaster Morning Glory ini sekitar Rp300 miliar, dengan pangsa pasar keluarga muda dan pengusaha serta sasaran wilayah yang ingin dijangkau yaitu Surabaya Barat dan Timur serta Surabaya Kota.

Di tempat terpisah, General Manager Sales and Marketing Grande Imperial, Liliani Harsono menuturkan, pembangunan Apartemen Sumatera36 ini akan selesai pada Maret 2014 mendatang. Saat ini, pembangunannya dalam taraf pemasangan fondasi dan pembuatan basement parkir dua lantai. Nantinya, kata dia, masing-masing penghuni akan mendapatkan jatah dua dan tiga tempat parkir."Untuk bangunan, akhir tahun ini targetnya sudah selesai. Namun, diperlukan waktu tiga bulan untuk pemasangan kabel. Jadi total Maret 2014 sudah siap pakai dengan peralatan kebutuhan rumah tangga yang sudah disiapkan," kata Liliani.

Apartemen eksklusif

Apartemen Sumatera36 memiliki 12 lantai dan dua tipe hunian, yaitu dua dan tiga kamar tidur. Nilai investasi yang digelontorkan membangun apartemen tersebut sebesar Rp190 miliar.

Liliani menyebutkan, peminat unit apartemen ini 60% merupakan warga Surabaya, sisanya di luar Surabaya antara lain 20% dari Jakarta dan 20% lainnya dari Bali dan Lombok. "Rata-rata pembelinya merupakan kelas atas yang menginginkan tinggal di apartemen tanpa keluar dari daerah di Jalan Sumatra ini," tandas dia.

Liliani juga mengakui bahwa terdapat kenaikan harga unit Apartemen Sumatera36. Adapun harga awal yang ditawarkan mulai dari Rp1,9 miliar hingga Rp3 miliar, saat ini menjadi Rp2,7 miliar sampai Rp4,6 miliar. “Hingga sekarang, apartemen telah terjual hingga 65%. Target kami bulan Juli tahun ini terjual habis,” tukasnya.

Informasi saja, DILD tahun ini meningkatkan anggaran belanja modalnya menjadi sebesar 20% atau Rp 1,8 triliun dari tahun lalu yang senilai Rp 1,5 triliun. Dana tersebut berasal dari kas internal perseroan dan hasil pre sales senilai Rp 1,08 triliun. Sisanya, berasal dari pinjaman perbankan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Perkenalkan Fortofolio Bisnis - Astra Tampil di 1st Pacific Expo Selandia Baru

NERACA Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Astra Internasional Tbk (ASII) menjadi satu dari lebih dari 100 perusahaan…

Bisnis Semen Masih Lesu - Semester Satu, Penjualan SMGR Turun 4,86%

NERACA Jakarta- Lesunya penjualan semen di semester pertama 2019, dirasakan betul bagi produsen semen. Salah satunya PT Semen Indonesia (Persero)…

Usaha Kecil - Keterlibatan Sektor UKM dalam Rantai Nilai Global Masih Rendah

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyatakan bahwa keterlibatan sektor usaha kecil menengah (UKM)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…