Gaet Debitur Bank, BEI Perlu Yakinkan Investor - Dongkrak Investor Pasar Modal

NERACA

Jakarta- Upaya menggandeng industri perbankan diklaim sebagai terobosan positif dari adanya kerja sama antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meskipun demikian, keyakinan investor akan menjadi pertaruhan suksesnya kinerja pihak otoritas dalam mengembangkan pasar modal ke depan, “Pihak otoritas perlu menciptakan keyakinan dari para investor. Sistem hukum dan peraturan yang berlaku selama ini perlu mendapatkan perhatian." jelas CEO PT Remax Capital, Lucky Bayu Purnomo kepada Neraca di Jakarta akhir pekan kemarin.

Lucky mengatakan, permasalahan hukum menjadi salah satu kendala utama pertumbuhan pasar modal selama ini. Padahal pada prinsipnya Indonesia merupakan negara berkembang dan memiliki potensi yang cukup tinggi bagi pertumbuhan investasi. Di dalam negeri, dari populasi Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa, jumlah investor saham di pasar modal Indonesia baru ada sekitar 400 ribu rekening.

Aksi Korporasi

Di samping itu, lanjut Lucky, perlu adanya penguatan aksi korporasi oleh emiten-emiten yang tercatatkan di lantai bursa. "Tidak bisa dipungkiri, sebenarnya para pemodal juga sangat menantikan corporate action dari emiten." ujarnya.

Lucky menilai, dengan sejumlah aksi korporasi akan dapat menambah keyakinan kepada para investor, khususnya pemodal besar untuk membeli saham atau melakukan kegiatan transaksi di pasar modal. Namun sayang, sejauh ini aksi korporasi yang dilakukan terbilang masih minim. Padahal hal tersebut juga dapat menarik pertumbuhan aliran dana asing (capital inflow) di pasar modal. "Pertumbuhan inflow saat ini menguat namun lambat." ujarnya

Harus diakui dengan dicatatkannya total net buying asing selama tiga pekan di 2013 senilai Rp 3.97 triliun dan IHSG yang mampu mencapai level tertingginya, 4.400 merupakan sinyal bahwa pertumbuhan pasar modal akan cukup positif di tahun ini.

Lebih lanjut Lucky mengatakan, hal yang perlu diapresiasi yaitu ekspansi yang dilakukan para emiten tersebut, yang secara tidak langsung mendorong pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar. Dari sektor perbankan misalnya, Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tercatat memiliki nilai kapitalisasi cukup besar disertai pengembangan usaha, yaitu dengan memperluas cabang dan sub unit bisnis, seperti BCA finance, ACA insurance mampu mendapatkan respon pasar yang cukup tinggi. Adanya pertumbuhan market size tersebut tercermin dari tingkat likuiditas dan arus transaksional yang kian tumbuh.

Matangkan Aturan Main

Oleh karena itu, dengan terbentuknya OJK, yang merupakan payung dari peraturan industri keuangan, menurut Lucky, upaya menggandeng pihak perbankan untuk menggaet para debitur menjadi terobosan yang cukup positif. Hal tersebut dengan catatan jika pihak otoritas mampu menciptakan perubahan yang berarti dan segala bentuk peraturan terintegrasi dengan hukum yang berlaku. "Jika OJK senantiasa memberikan suatu pembaharuan dan perubahan ke depan. Ini menjadi terobosan yang positif." jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan analis PT Trust Securities, Reza Priyambada. Menurut dia, langkah penting yang perlu dilakukan dalam pengembangan dan pendalaman pasar modal, yaitu mematangkan sejumlah aturan main yang diperlukan dan diimplementasikan secara konkret."Intinya, mereka matangkan dahulu aturan mainnya lalu sosialisasikan dengan pelaku pasar. Setelah semua sepakat baru jadikan itu peraturan yang harus dijalankan dengan tegas." jelasnya.

Asal tahu saja, salah satu ketentuan yang masih dalam pembahasan pihak otoritas, yaitu terkait akan diberlakukannya iuran kepada industri keuangan nasional. Sejauh ini hal tersebut mendapatkan penolakan keras dari para pelaku pasar karena dinilai hanya akan memberatkan pelaku pasar dan mempengaruhi kinerja perusahaan ke depan.

Meskipun belum menemukan angka yang jelas terkait hal ini. Rencananya, pihak otoritas akan mengambil iuran tersebut didasarkan pada aset yang dimiliki perusahaan. "Iuran tersebut akan kami re-cycling kembali kepada industri, dalam bentuk pengawasan yang lebih baik dan edukasi secara lebih luas." jelas Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad beberapa waktu lalu. (lia)

BERITA TERKAIT

Wapres Harap Bank Pembangunan Jadi Investor Jangka Panjang

    NERACA   Bali - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta sejumlah bank pembangunan dunia, seperi Bank Dunia (WB), Bank…

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

Waskita Toll Road Tambah Modal Becakayu

NERACA Jakarta - Danai pengembangan bisnis jalan tol, PT Waskita Toll Road (WTR) sebagai anak usaha PT Waskita Karya Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…