Anak Usaha Lippo Terbitkan Obligasi Rp 1,24 Triliun

Dalam rangka mendanai penarikan kembali seluruh sisa dari obligasi senior yang jatuh tempo pada 2015 dengan tingkat bunga 9%. Theta, anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menerbitkan obligasi tambahan senilai US$130 juta atau setara dengan Rp1,24 triliun pada 14 Januari 2013.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (17/1). Disebutkan, obligasi tambahan tersebut memiliki kupon bunga sebesar 6,125% yang jatuh tempo pembayaran bunganya pada 14 Mei dan 14 November setiap tahun.

Sementara obligasi itu memiliki jangka waktu 8 tahun dan jatuh tempo pada 14 November 2020. Obligasi tambahan itu akan dijamin tanpa syarat, dengan jaminan perusahaan dan perseroan, serta masing-masing anak perusahaan penjamin.

Sekedar informasi, perseroan melalui anak usahanya Sigma Capital Pte Ltd menerbitkan obligasi senior dengna nilai US$270,60 juta dengan bunga 9% per tahun di bursa saham Singapura. Obligasi itu disebut Bond 2015 awal.

Lalu, perseroan kembali melakukan penambahan penerbitan atas Bond 2015 awal itu senilai US$125 juta dengan tingkat kupon bunga sama. Obligasi 2015 itu berjangka waktu lima tahun dan jatuh tempo pada 30 April 2015.

Pada 14 November 2012, perseroan melalui Theta telah menerbitkan obligasi senior senilai US$273,30 juta dengan kupon bunga 6,125% di bursa saham Singapura untuk menukar sebagian dari Bond 2015. Obligasi itu disebut Bond 2020 awal yang memiliki jatuh tempo 8 tahun, dan jatuh tempo pada 14 November 2020.

Untuk memperpanjang profil jatuh tempo utang Perseroan, dan untuk menurunkan beban bunga di masa depan, perseroan berencana untuk membayar sisa dari Bond 2015 yang tidak ditukar dengan bond 2020 awal.

Menurut manajemen Perseroan, dengan nilai rencana transaksi yang melebihi dari 20% namun kurang dari 50% dari jumlah ekuitas perseroan, maka transaksi itu dapat menyebabkan pengaruh yang signifikan pada kondisi keuangan Perseroan, sehingga dapat dianggap sebagai transaksi material.

Namun transaksi itu tidak memerlukan persetujuan pada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang tertulis dalam peraturan Bapepam-LK Nomor IX.E.2. (bani)

BERITA TERKAIT

PNM Diusulkan Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun dari PMN - RAPBN 2020

PNM Diusulkan Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun dari PMN RAPBN 2020 NERACA Bukittinggi – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)…

Alokasikan Dana Rp 1,2 Triliun - Tower Bersama Buyback 110,94 Juta Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, beberapa perusahaan masih mengandalkan aksi korporasi buyback saham. Hal inilah yang…

S&P Naikkan Peringkat Lippo Karawaci Jadi B-

Lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor (S&P) telah menaikan peringkat kredit jangka panjang PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dari 'CC+'…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Libur Sekolah dan Lebaran - Laba Bersih ROTI Melesat Tajam 153,82%

NERACA Jakarta – Emiten produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan…

Benahi Fundamental Bisnis - KS Rencanakan Tiga Anak Usahanya Go Public

NERACA Jakarta – Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal atau go public cukup besar, namun sayangnya dari sekian…

Permintaan Obligasi Indosat Capai 1,7 Kali

NERACA Jakarta  -Aksi korporasi PT Indosat Tbk (ISAT) menerbitkan surat utang senilai total Rp 3,38 triliun yang terdiri dari obligasi…