Terang dan Terbuka dengan Dinding Kaca

Dalam arsitektur modern, kaca juga dapat dipakai sebagai bahan untuk dinding rumah. Dengan membuat dinding dari kaca, jelas akan mengundang banyak cahaya sinar matahari yang masuk. Jadi akan mengurangi penerangan pada pagi, siang, hingga sore hari. Dengan bahan kaca, seolah antar ruang seperti tak ada sekat, kecuali jika kaca tersebut dibuat dari bahan kaca bertekstur yang tak tembus pandang, seperti glass block yang dipasang di kamar mandi.

Mana yang dipilih, kaca bening atau kaca bertekstur, tentu tergantung dari tempatnya berada. Untuk dinding ke arah luar rumah, biasanya dipakai kaca bening. Untuk menjaga privasi, tentu perlu dipasang tirai. Bagi yang memiliki kamar mandi di dalam kamar, kaca bertekstur bisa dipasang di sana karena tidak tembus pandang.

Kaca model itu juga dipasang di gedung-gedung perkantoran, khususnya untuk sekat antar-ruangan. Kalaupun dipilih kaca bening, jika bukan tirai, penghuninya akan memasang pengaman dalam bentuk wall paper yang ditempel di seluruh permukaan kaca tersebut.

Untuk dinding kaca yang pemanen, biasanya kaca langsung berhubungan dengan sisi beton atau kerangka besi. Jika berhubungan dengan beton, kaca biasanya dilapisi karet untuk mencegah pecah karena pemuaian akibat gelombang panas sinar matahari. Dengan karet tersebut, dinding juga terbebas dari kebocoran.

Jenis kaca untuk dinding rumah ada lima jenis. Pertama, kaca tempered, yaitu kaca yang dipanaskan pada suhu tertentu sehingga mengasilkan perubahan kekuatan, kekuatan bisa sampai empat kalinya, biasa digunakan untuk daun pintu. Kedua, kaca laminate, yaitu kaca yang disatukan dari 2 rangkap kaca dan di tengahnya diberi kaca film. Jenis ini biasanya kaca anti peluru. Ketiga, kaca double glass, yaitu jenis kaca rangkap tapi di tengahnya diberi rongga antara 0,8 -1 cm yang biasanya digunakan untuk kaca studio kedap suara. Empat, kaca wire Class , yaitu kaca dobel yang di tengahnya dilapisi kawat. Lima, kaca cermin. Kelima jenis kaca itu masing-maisng bisa dalam model bening, warna, dan reflector.

Yang model masih trend adalah kaca siku di sudut. Untuk model yang satu ini harus dipikirkan bagaimana menempelkan kaca besar tersebut.

Untuk sekat atau partisi antarruang di dalam rumah, kaca dijadikan pilih untuk mengurangi kesan sempit bagi rumah mungil, hingga seolah menjadi luas. Biasanya, konsep itu diterapkan di apartemen dan rumah kluster. Dinding kaca di dalam rumah, biasanya untuk memisahkan dua ruang, misalnya ruang tamu dan ruang keluarga, ruang dapur dan ruang makan, ruang tidur dan kamar tamu dengan ruang tidur.

Dinding kaca di dalam rumah biasanya dibuat tidak secara permanen. Artinya, sewaktu-waktu dapat dipindah atau digeser. Sebagai pegangan dari kaca dinding, biasanya kerangka aluminium, kayu, atau baja ringan. Agar bentangannya tidak terlalu lebar, dinding kaca antar ruangan biasanya dibuat dalam bingkai yang lebih kecil,misalnya untuk dinding berukuran 3x3 m2, dapat dibuat kerangka kotak-kotak untuk kaca berukuran sekitar 1x2 m2. Sedangkan untuk ketebalan kaca, cukup beragam. Ada yang 8 mm, 10 mm dan 12 mm. Bahkan, untuk lantai, ketebalan kaca disarankan 20 mm. (saksono)

BERITA TERKAIT

RAPBD 2019 Sukabumi Masih Sama Dengan APBD Murni Tahun Lalu

RAPBD 2019 Sukabumi Masih Sama Dengan APBD Murni Tahun Lalu NERACA Sukabumi - Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun…

Dengan Teknologi, Bank UOB Dukung Pengembangan UKM

      NERACA   Jakarta – Untuk meningkatkan daya saing bisnis, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia memandang…

PPSA Lemhanas dan J Resources Kirim 16 Ton Bantuan ke Palu dan Donggala

PPSA Lemhanas dan J Resources Kirim 16 Ton Bantuan ke Palu dan Donggala NERACA Jakarta - Bantuan kemanusiaan bagi masyarakat…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

REI Akan Terus Mendukung Program Sejuta Rumah

  NERACA Bogor - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) akan tetap komit berjuang bersama pemerintah dalam merealisasikan target Program Sejuta…

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu NERACA Jakarta - Pasar properti diprediksi pada tahun ini masih mengalami kelesuan, terutama untuk…

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu NERACA Jakarta - Pasar properti diprediksi pada tahun ini masih mengalami kelesuan, terutama untuk…