Perkuat Armada, Emiten Taksi Ramaikan IPO di Tahun 2013 - Cipaganti Lepas 25% di Lantai Bursa

NERACA

Jakarta- Industri jasa transportasi dan perkembangan pasar saham yang dinilai prospektif diklaim sebagai momentum tepat untuk melakukan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Peluang tersebut dimanfaatkan perusahaan, khususnya sektor transportasi yang ingin mendapatkan penambahan modal kerja untuk pengembangan usaha ke depan.

Setelah pencatatan saham PT Express Transindo Utama Tbk (Express), PT Cipaganti Citragraha pun berencana akan menawarkan 23-25% saham perusahaannya ke publik pada Januari 2013. Adapun target dana dari pelaksanaan IPO tersebut diproyeksikan dapat mencapai sekitar Rp250 miliar-Rp300 miliar.

Rencananya, pihak manajemen akan menggunakan sebesar 85% dari dana hasil penawaran saham perdana tersebut untuk investasi dan 15% untuk tambahan modal kerja. Salah satunya yaitu menambah 1.500 unit armada.

Adapun komposisi 1.500 unit armada tersebut untuk unit shuttle sekitar 350 unit, 200 unit untuk rental, 900 unit untuk taksi, dan 50 unit untuk support. “Dana untuk penambahan armada tersebut sekitar 50% dari hasil penawaran saham perdana dan 50% dari jasa pembiayaan,”kata Chief Commercial Officer (CCO) PT Cipaganti Citragraha, Mulyadi.

Dalam pencatatan sahamnya, perusahaan akan menggunakan laporan keuangan Juni 2012 dan telah menunjuk PT Woori Korindo Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. Rencana pelaksanaan saham umum perdana tersebut seiring dengan rencana perusahan untuk melakukan ekspansi transportasi taksi ke Lombok dan Sumatra.

Bisnis Batubara

Selain itu, perseroan juga melakukan ekspansi usaha ke sektor batu bara. Namun mengenai hal tersebut tampaknya masih tertunda. Mengingat harga batu bara yang saat ini sedang lesu. Sementara pada tahun 2012, perseroan optimistis menargetkan produksi batu bara mencapai 250 ribu ton. Sumber produksi batu bara tersebut berasal dari empat konsensi pertambangan yang berada di blok penajam, blok Long Kali, blok Muara Jawa dan blok Batuah.

Dengan penambahan armada tersebut, pihak manajemen optimistis menargetkan laba bersih sekitar Rp80 miliar dan pendapatan sekitar Rp700 miliar pada 2012. Pasalnya, hingga Juni 2012, perusahaan mencatatkan laba bersih sekitar Rp41 miliar.

Selain perusahaan tersebut, Blue Bird Group juga berencana melepaskan saham perdananya ke publik melalui pada tahun 2013. Dimana niatan go public tersebut sedang dikaji sesuai dengan kebutuhan dan visi perseroan kedepan.

Presiden Direktur Blue Bird Group Purnomo Prawiro pernah bilang, rencana IPO masih di kaji sesuai kebutuhan dan siapa underwriter dan rencananya saham akan dilepas berkisar 20-40%,”Saham yang akan dilepas berkisar 20-40% dan dana yang dihimpun untuk menambah armada,”tuturnya.

Dia menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 1972 dengan jumlah taksi sebanyak 25 unit, kini seiring dengan berkembangnya perseroan telah menambah armada dengan total mencapai 20 ribu armada. Kemudian dari total tersebut, setiap tahunnya atau sekitar 4000 unit kendaraan harus diremajakan. Pasalnya, kendaraan yang dimiliki perseroan tiap lima tahun harus diremajakan.

Sebelumnya, keberhasilan pencatatan saham untuk sektor transportasi ditunjukkan oleh PT Express Transindo Utama Tbk (Express). Dalam penawaran saham umum perdananya, perseroan mencatat mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribe) sebesar 13,4x terhadap saham pooling yang ditawarkan kepada masyarakat pada harga yang ditetapkan Rp 560 per lembar saham.

Kata Direktur Utama Express Group Daniel Podiman, pihaknya menyambut baik tingginya animo masyarakat terhadap saham peseroan, “Penawaran perdana saham ini merupakan momentum penting bagi Express Group dan juga merupakan transaksi penting bagi pasar modal Indonesia,” katanya. (lia)

BERITA TERKAIT

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…

Vivendi Investasi US$ 500 Juta - Global Mediacom Rencanakan IPO Anak Usaha

NERACA Jakarta – Teka teki siapa yang berniat invetasi MNC Group, akhirnya terbuka juga informasi. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…