Wika Realty Makin Ekspansif Mengembangkan Proyek di 2013

NERACA

Jakarta – PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., optimistis dapat meraih kontrak dihadapi (order book) sebesar Rp2.403 miliar sepanjang tahun 2013. Angka ini memperlihatkan adanya peningkatan pencapaian kontrak sekitar 31% dibandingkan tahun 2012 yang sebesar Rp1.833 miliar.

“Kami optimis target itu tercapai. Selama ini kontrak Wika Realty terus mengalami peningkatan,” ujar Budi Sadewa, Direktur Utama PT Wika Realty di Jakarta, Senin.

Menurut Budi, tahun 2012 lalu, dari target penjualan sebesar Rp800 miliar, Wika Realty berhasil meraih penjualan Rp837 miliar, meningkat 60% dari pencapaian tahun 2011 yang sebesar Rp523 miliar. Penjualan tahun 2012 lalu terbesar disumbang dari penjualan apartemen Tamansari Semanggi di Jakarta yaitu sebesar Rp330 miliar. Untuk tahun 2013 PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty) menargetkan penjualan (marketing sales) sebesar Rp1 triliun.

Optimisme ini, imbuh Budi, didasari banyaknya faktor pendukung yang membuat pasar properti tetap bergairah di tahun 2013. Faktor pendukung itu antara lain, kebutuhan akan rumah atau hunian yang cukup tinggi yakni mencapai 800.000 per tahun dimana saat ini baru terpenuhi separuhnya yaitu 400.000 per tahun sehingga menimbulkan backlog (kekurangan jumlah rumah dibanding dengan jumlah keluarga) sebesar 13,6 juta (BPS-2012). Selain itu, kondisi perekonomian Indonesia diperkirakan tetap stabil sepanjang tahun 2013 dengan tingkat keamanan yang masih dapat dikendalikan.

Peningkatan daya beli masyarakat yang terus membaik sebagaimana tercermin dalam peningkatan laju pertumbuhan PDB juga memberikan keyakinan atas serapan pasar perumahan di tahun depan. Terkait dengan suplai apartemen baru yang di tahun 2012 diproyeksikan 26.098 unit sedangkan tahun 2013 suplai apartemen strata title ditargetkan mencapai 17.788 unit memberikan keyakinan akan pertumbuhan pasar perumahan, apartemen, dan kondotel di tahun 2013. Selain itu berdasarkan studi pasar yang dilakukan, pasar perumahan apartemen dan kondotel dinilai masih cukup prospektif.

Faktor lainnya adalah pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 6,3% – 6,7%, tingkat suku bunga SBI 3 bulan diperkirakan sebesar 5,75% pada tahun 2013, tingkat inflasi diperkirakan sebesar 4,4% - 5,5% (APBN 2013), perekonomian Indonesia cukup kuat pada tahun 2013 dengan perkiraan nilai tukar per US$ = Rp9.300 dan harga minyak US $100 – US $120 per barel, dan pertumbuhan industri properti pada tahun 2013 yang diperkirakan berkisar antara 15% - 20%. “Berdasarkan kondisi tersebut Wika Realty melihat pasar properti di tahun 2013 cukup bagus,” terang Budi.

Sebagaimana diuraikan di dalam Rencana Jangka Panjang (RJP), Wika Realty menyiapkan investasi untuk tahun 2013 senilai kurang lebih Rp400 miliar yang dialokasikan untuk penambahan cadangan tanah (land bank). Selama ini sumber pendanaan pengembangan proyek diperoleh dari dana sendiri maupun pinjaman bank.

“Di tahun 2013, Wika Realty juga berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) untuk memperoleh dana segar yang diperuntukkan melakukan pengembangan usaha termasuk di dalamnya untuk menambah land bank,” papar Wijanarko Yuwono, Sekretaris Perusahaan Wika Realty seraya mengatakan saat ini Wika Realty memiliki land bank seluas kurang lebih 100 Ha yaitu 70 Ha di Samarinda dan 30 Ha di Sukabumi.

Tahun 2013 ini Wika Realty akan membuka 5 proyek baru di Bali dan Surabaya selain mengembangkan proyek-proyek yang telah berjalan saat ini. Dari 5 proyek tersebut, ada 2 proyek di Bali dan 1 di Surabaya yang segera di-launch di tahun 2013, yaitu Udeng Tamansari di Sunsetroad, Bali yang merupakan pengembangan kerjasama antara Wika Realty dengan Angkasa Pura Properti selaku pemilik tanah. Kemudian Jivva Tamansari di Pantai Lepang, Bali dan De Papilio Tamansari di Surabaya. Dua proyek lainnya ditargetkan akan di-launch di triwulan ke tiga tahun 2013. Saat ini Wika Realty masih memasarkan 11 kawasan Perumahan dan 10 apartemen/kondotel. Dengan demikian Wika Realty optimis target perolehan kontrak baru tahun 2013 sebesar Rp1.496 miliar dapat tercapai.

“Strategi bisnis yang disiapkan oleh Wika Realty tahun 2013 ini diantaranya adalah melakukan akuisisi lahan untuk menambah land bank, membuka kawasan-kawasan perumahan baru di seluruh wilayah Indonesia terutama yang memiliki PAD tinggi dan potensi pasar menarik baik dengan akuisisi lahan maupun dengan pola kerjasama, dan menerbitkan MTN untuk memperkuat struktur permodalan,“ ujar Wijanarko.

Wijanarko mengatakan, di tahun 2013 Wika Realty juga menargetkan untuk memiliki Hotel yang dikelola sendiri. “Untuk pengembangan apartemen dan kondotel sasaran utama adalah Bali, DKI Jakarta, Bandung dan Surabaya. Sedangkan untuk pengembangan kawasan perumahan sasaran mengarah ke daerah-daerah dengan PAD tinggi dengan tetap memperhatikan potensi pasar,” kata Wijanarko.

BERITA TERKAIT

Proyek KPBU Tak Terganggu Tahun Politik

  NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai dengan skema…

Mengandalkan Proyek Pemerintah - WIKA Gedung Bidik Kontrak Rp 22,78 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 22,78 triliun…

Harga IPO Rp 180 Per Saham - Citra Putra Realty Raup Dana Rp 93,6 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mengantungi pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari Otoritas…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pendidikan Vokasi Industri Wilayah Sulawesi Diluncurkan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan…

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk…

Kebutuhan Gula Seiring Kinerja Positif Industri Pengguna

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi…