Succofindo Targetkan Laba Bersih Rp 123,3 Miliar

PT Succofindo menargetkan laba bersih di 2013 sebesar Rp123,3 miliar atau tumbuh sekitar 328% dibandingkan prognosa laba bersih pada tahun ini sebesar Rp28,8 miliar. Hal tersebut disampaikan langsung Direktur Utama PT Succofindo Arief Safari di Jakarta akhir pekan kemarin.

Selain itu, dirinya juga menuturkan, pada tahun ini perseroan menargetkan peningkatan laba bersih menjadi Rp123,3 miliar dari prognosa laba bersih perusahaan pada tahun lalu sebesar Rp28,8 miliar, “Peningkatan laba bersih tersebut seiring dengan pendapatan perusahaan yang diperkirakan pada tahun ini meningkat dari Rp1,5 triliun pada tahun lalu menjadi Rp2,44 triliun pada tahun ini,”katanya.

Dirinya juga mengakui, tahun lalu laba perseroan turun cukup besar yakni menjadi Rp28,8 miliar dari Rp64 miliar pada 2011 karena perseroan melakukan program transformasi.

Asal tahu saja, pada tahun ini, perseroan berencana untuk memangkas jenis jasa pelayanan yang dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dari sebanyak 152 jasa menjadi 66 jasa.

Hal tersebut dilakukan agar Succofindo lebih fokus dan mengurangi biaya maintenance atau perawatan yang cukup banyak, “Kenapa dikurangi karena maintancenya butuh biaya. Jadi kita fokus, kalau tak untung kita potong saja jenis layanan jasanya," ungkapnya.

Arief menambahkan, saat ini portofolio pendapatan Succofindo sendiri terbagi ke dalam enam portofolio, yakni integrated coal and mineral services, oil and gas services, keindustrian, comodity trading solution, goverment public sector, serta eco frame work, “Dari portofolio tersebut, integrated coal and mineral service masih menjadi penyumbang terbesar dalam pendapatan yakni mencapai 27%,”paparnya.

Sedangkan untuk proyek yang akan dikembangkan, Arief menjelaskan pihaknya berencana untuk masih ke jasa hulu gas, serta menggali potensi bisnis pada proyek-proyek Coal Bed Methane (CBM). (bani)

BERITA TERKAIT

Jasa Raharja Targetkan Laba Rp1,6 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Jasa Raharja (Persero) menargetkan perolehan laba 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Angka tersebut…

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

DSSA Suntik Anak Usaha Senilai Rp 4,5 Miliar

NERACA Jakarta –Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menambah modal pada anak usaha, PT Buana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…