TDA Targetkan Cetak 10 Ribu Wirausaha Muda

NERACA

Jakarta - Komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) menargetkan mampu mencetak setidaknya 10.000 wirausaha muda yang punya aset di atas Rp 1 miliar. Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cemerlang, upaya menciptakan wirausaha muda, bagi TDA, merupakan bagian dari penguasaan ekonomi oleh pengusaha lokal di masa mendatang.

“Kita visinya sederhana. Untuk 10 ribu wurausaha muda itu adalah 10 ribu miliarder muda. Kita menginginkan TDA bisa mencetak 10 ribu miliarder. Mereka yang mempunyai aset di atas Rp 1 miliar atau yang memiliki kekayaan bersih di atas satu miliar,” ungkap Presiden TDA M. Rosihan kepada pers di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (10/1).

Kenapa hanya 10 ribu miliarder muda, Rosihan menjelaskan, karena memang tidak mudah untuk mencetak wirausaha muda yang sukses. “Tidak seperti komunitas sepeda. Kalau sudah bergabung, tiga tahun rontok. Kalau komunitas sepeda, sekali jadi anggota, selamanya jadi anggota, selama sepedanya tidak dijual,” lanjutnya.

Sebaliknya, komunitas wirausaha memiliki permasalahan yang kompleks, seperti kebangkrutan. “Kita sudah mendapat curhat dari ratusan teman-teman TDA, mereka bisnisnya hancur, lalu bangkit lagi, kita bangun sama-sama, dan berhasil. Kami sudah mengalami siklus bisnis, tahun pertama bagus, kedua bagus, ketiga bangkrut. Kita mengajak lagi untuk bangkit. Komunitas pengusaha itu berat, tapi kami tetapkan sekali jadi pengusaha selamanya jadi pengusaha,” tambahnya.

Untuk mendukung upaya menciptakan wirausaha sukses, TDA melakukan banyak kegiatan seperti Pesta Wirausaha 2013 yang akan dihelat di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 8-10 Februari 2013. “Kita menghadirkan banyak pembicara yang hebat supaya menginspirasi anggota-anggota yang baru,” paparnya.

Lebih jauh dia mengatakan, target TDA yang ikut seminar saja ada 4.000 orang. “Kemudian stand kita hanya 240 stand. Dan hari ini, tiket sudah terjual sekitar 2.700 tiket, stand sudah terisi 180. Jadi waktu kita tinggal satu bulan lagi. Target pengunjung sekitar 10.000 orang di di JCC, dalam tiga hari,” ungkap Rosihan.

Rosihan juga mengatakan, visi TDA adalah untuk memberdayakan UKM. “UKM tidak pernah tidak mendapatkan jalur formal yang terstruktur untuk mendapatkan peningkatan kapasitas. Dengan komunitas ini, kita berusaha agar UKM itu, pelan atau pasti bisa mengembangkan bisnisnya,” kata dia.

Selain seminar dan pameran kewirausahaan, TDA juga bekerja dengan perbankan untuk membuka akses bagi anggotanya memperoleh modal. “Kami merekomendasikan kepada bank untuk memberikan kredit kepada anggota, namun hanya sebatas itu. Selanjutnya, mereka harus meyakinkan perbankan untuk mau memberikan kredit kepada mereka secara profesional. Yang kita ajarkan adalah cara mendapatkan modalnya, bukan memberi modal kepada mereka,” jelas Rosihan.

BERITA TERKAIT

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

Garap Proyek 35 Ribu MW - PLN Terbitkan Global Bond US$ 1,4 Miliar

NERACA Jakarta – Guna mendanai pengembangan dan operasional bisnis, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerbitkan surat utang (global bond) pertama…

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Bagi Penerima PKH

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) terus berupaya mendorong tumbuhnya wirausaha…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Investasi Industri Padat Karya Terus Didorong

  NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah baru-baru ini mengeluarkan kebijakan insentif pajak terbaru berupa mini tax…

AMMDes Pengumpan Ambulans Jadi ‘Pilot Project’ di Banten

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong pemanfaatan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) di seluruh daerah Indonesia. Upaya ini selaras…

Pembajakan Masih Jadi Masalah Pemilik Kekayaan Intelektual

NERACA Jakarta – Mentor program Katapel milik Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Mochtar Sarman mengatakan pembajakan menjadi masalah yang kerap kali…