Menghadirkan Perpustakaan di Rumah

Buat yang mempunyai ruang minimalis, perpustakaan rumah masih bisa dikreasikan dengan menghadirkan rak penyimpanan buku yang juga minimalis

NERACA

Jika mendengar kata ‘perpustakaan’, pikiran kita pasti terhubung dengan buku, ada juga majalah, komik, dan segala macam yang berhubungan dengan masalah baca-membaca. Tentu saja juga menyangkut adanya ruang baca, atau bisa disebut taman bacaan.

Walaupun dunia cyber atau maya atau internet sudah mendunia dan mewarnai seluruh kehidupan manusia, namun masih banyak orang suka membaca buku, mennyusun, menerbitkan, dan mengoleksinya. Banyak membaca, lalu memahami isinya, dan diharapkan bisa mengamalkannya untuk kebaikan sesama. Itulah makna di balik buku.

Bagi yang hobi membaca dan mengoleksi buku, tentu harus mempunyai tempat khusus untuk menyimpan atau memajang, tidak hanya di ruang kerja di kantor, tapi juga di rumah. Tempat buku bisa dalam bentuk rak terbuka maupun lemari kaca.

Ruang perpustakaan di rumah bagi orang sekolahan, aktivis, tokoh masyarakat, pejabat, pengusaha, maupun kaum profesional lainnya, tentu bukan hal yang asing. Bahkan, kebutuhan rak atau lemari buku sudah tertanam sejak kita bersekolah. Karena itu, bisa jadi koleksi buku-buku itu ada di banyak tempat di rumah kita.

Untuk menempatkan buku anak-anak, bisa di kamarnya masing-masing, terutama yang terkait dengan buku pelajaran. Namun, jika sudah masuk kelompok buku bacaan dan sifatnya pengetahuan umum, atau koleksi orang tua, biasanya diletakkan di areal terbuka, maksudnya di luar kamar tidur.

Jika rumahnya besar, salah satunya bisa difungsikan sebagai ruang baca. Namun, sebetulnya ruang baca bisa ada di ruang keluarga, ruang praktik jika membuka praktek dokter di rumah, bahkan di ruang tunggu tamu. Jika di ruang tunggu, tentu koleksi yang ditempatkan di sama adalah bacaan praktis seperti majalah, tabloid, juga koran. Sedangkan koleksi buku-buku yang terkait dengan profesi, hobi, juga yang menunjang kegiatan pekerjaan, biasanya rak atau lemari buku ditempatkan di dalam, baik ruang kerja maupun ruang tengah dan ruang keluarga.

Rak Buku Tembok

Jika sejak awal membangun rumah sudah merencanakan adanya rak buku, terutama rumah model minimalis, tentu saja sudah dirancang di mana rak itu berada. Tentu tidak hanya dalam bentuk bangunan sendiri, tapi juga bisa menyatu dalam tembok.

Jadi sekat antar ruangan tidak harus dihabiskan dalam bentuk tembok, tapi ada bagian dari tembok yang sengaja ‘dilobangi’ untuk dijadikan rak buku, rak buku tembok. Rak buku embok bahkan bisa di buat dua muka. Satu muka ada di ruang tamu, dan muka lainnya ada di ruang keluarga. Efisiensi ruang. Dengan demikian, konsep rak tembok bisa dibuat di nyaris seluruh ruang dalam rumah.

Tentu tidak semua tembok bisa dijadikan rak buku, karena selain untuk menyimpan buku, rak tembok itu juga bisa dipakai untuk menyimpan perlengkapan rumah lainnya. Rak tembok bisa dalam keadaan terbuka, tapi juga ada yang perlu dibuat tertutup, atau lemari tembok. Sedangkan rak atau lemari buku yang solid, biasanya terbuat dari bahan kayu dan kaca.

Ikut menemani buku-buku itu biasanya juga ditempatkan seperangkat computer. JIka perlu dilengkapi dengan printer. Sebagai pelengkap buku, komputer juga dilengkapi dengan fasilitas internet. Jika komputer di rumah tidak hanya satu unit, jaringan internetnya biasa menggunakan jaringan wifi untuk mengurangi kabel-kabel.

“Di rumah kami yang minimalis, rak-rak buku ditempatkan di ruang keluarga dan ruang kerja,” tutur Inovia Farahdiba, istri Rifqi Muna, seorang peneliti LIPI. Ruang kerja yang dimaksud Ino adalah ruang tamu. Menurut dia, ruang tamu sudah disulap jadi ruang kerja, jadi tidak ada lagi ruang tamu.

Di ruang kerja itu juga terdapat rak buku dan meja besar tempat meletakkan komputer. Kalau ada tamu dekat masuk ke ruang keluarga yang menyatu dengan ruang makan. Jika tamunya tidak dikenal atau tidak dekat dengan keluarga, cukup di teras yang juga berfungsi sebagai ruang tamu.

Aapapun itu ruangannya, keberadaan buku dan ruang baca itu harus memenuhi sejumlah persyaratan estetika maupun kesehatan. Persyaratan itu, antara lain, ruangan itu harus memiliki ventilasi udara yang cukup agar tidak pengap dan lembab. Pencahayaan dan penerangannya harus cukup, jadi tidak boleh redup atau remang-remang seperti café.

Untuk menghindari debu, sebaiknya rak buku tidak ditempatkan persis menghadap jendela atau pintu, kecuali dalam keadaan terlindung kaca. Upayakan tata letaknya memudahkan untuk menyapu lantai dan membersihkan debuyang menempel di rak dan lemari buku, atau di buku-buku itu sendiri. Untuk mencegah hadirnya kutu buku maupun kecoa, cicak, juga tikus, sebari kapur barus atau kamper. (saksono)

BERITA TERKAIT

RI Untung Besar Jadi Tuan Rumah Annual Meetings IMF-WBG

  Oleh: Norah C, Pemerhati Sosial Ekonomi             Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pada event internasionalAnnual Meetings International Monetary Fund–…

REI Akan Terus Mendukung Program Sejuta Rumah

  NERACA Bogor - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) akan tetap komit berjuang bersama pemerintah dalam merealisasikan target Program Sejuta…

Jadi Tuan Rumah INAPG 2018, Prestasi Atlet Indonesia Melesat

  Oleh : Yurika Prastika, Mahasiswa UIN Bandung Sukses menyelenggarakan Asian Games, Indonesia kembali ditunjuk menjadi tuan rumah untuk pesta…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

REI Akan Terus Mendukung Program Sejuta Rumah

  NERACA Bogor - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) akan tetap komit berjuang bersama pemerintah dalam merealisasikan target Program Sejuta…

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu NERACA Jakarta - Pasar properti diprediksi pada tahun ini masih mengalami kelesuan, terutama untuk…

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu NERACA Jakarta - Pasar properti diprediksi pada tahun ini masih mengalami kelesuan, terutama untuk…