Mengapa Dinding Retak-retak?

Tak jarang, dinding rumah kita retak-retak atau plesterannya yang mudah rontok. Tapi, ada kalanya, dinding satu dengan dinding yang lain tidak sama. Yang satu mudah retak, yang lain justru sangat keras, hingga paku beton pun tak mampu menembusnya. Itu akibat campuran adukan semen dan pasir yang tidak sama atau tidak tepat.

Praktisi teknik sipil dari Ciputra Entrepreneurship mengingatkan, yang salah adalah cara membuat adukan semen. Semen untuk bendungan dan semen untuk bangunan rumah sudah tentu beda.

Demikian dengan rasio campuran antara semen dan pasir. Cara mencampur pun juga ada tata caranya. Sebelum diberi air, campuran pasir dan semen harus diaduk hingga merata. Jika tidak, bisa terjadi tembok rumah kita mengalami retak-retak dan plesterannya mudah rontok. Jika campuran itu rata, tak ada lagi tembok retak dan plesteran rontok. Kualitas adukan juga tergantung jumlah air yang dituangkan, jadi jangan terlalu banyak atau sebaliknya kurang.

Agar menghasilkan kualitas adukan yang baik, tentu tidak boleh sembarangan mencampurkan pasir dengan semen. Pasir yang baik adalah pasir yang tidak bercampur dengan tanah, karena akan mengurangi tingkat kerekatan. Pasir yang dipakai sebaiknya yang bersih dan bebas dari kandungan tanah dan lumpur. Pasir yang baik adalah yang berasal dari gunung api atau pantai, dan sudah dicuci untuk mengurai kotoran yang ada.

Ada kesalahan lagi yang tak menghasilkan kualitasbangunan yang maksimal.Misalnya, komposisi perbandingan semen dan pasir untuk dinding kamar mandi dan dinding kamar tidur, tentu tidak sama. Untuk dinding kamar tidur, bisa 1:7-8, sedangkan kamar mandi 1: 3-4. Satu bagian semen dicampur dengan 3-4 bagian pasir. Untuk perkerasan jalan, perbandingan bahkan 4:2.

Jika pengerjaannya tergesa-gesa, hasilnya pun juga tak baik. Untuk dinding, sebelum diplester, sebelumnya harus dibasahi untuk mengusir gelembung udara yang memicu dinding retak-retak. (saksono)

BERITA TERKAIT

Mengapa Kurikulum Yang Sering Beubah?

    Anggota Komisi X DPR-RI, Toriq Hidayat menilai Kurikulum pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen) yang kerap berganti tak hanya…

Mengapa PPN Tumbuh di Saat Daya Beli Turun?

    Oleh: Bhima Yudhistira Adhinegara Peneliti INDEF   Masalah daya beli nampaknya menimbulkan polemik ditengah masyarakat. Penjualan ritel terjun…

Mengapa Marak Serangan Teror di Kawasan Eropa?

  Oleh : Toni Ervianto, Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia Kembali, kawasan Eropa menjadi “sasaran empuk” serangan kelompok teroris. Setidaknya sejak…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

APL Rampungkan Pembangunan Tower Pertama PGV

APL Rampungkan Pembangunan Tower Pertama PGV NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) melalui PT Graha Tunas Selaras…

Jakarta Garden City Raih Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2017

Jakarta Garden City Raih Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2017  NERACA Jakarta - Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City…

Jakarta Garden City Raih Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2017

Jakarta Garden City Raih Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2017  NERACA Jakarta - Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City…