Diklaim Belum Berdampak Signifikan Hindari Perdagangan Semu - Jam Perdagangan Saham

NERACA

Jakarta – Mengawali perdagangan saham diawal tahun 2013, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai memberlakukan jam perdagangan baru. Dimana jam perdagangan baru di pasar modal ini lebih awal 30 menit dibandingkan tahun lalu dan juga sebaliknya dengan penutupan perdagangan saham.

Kata Analis Buana Capital Alfred Nainggolan, keputusan memajukan jam perdagangan lebih awal bila dilihat dari sisi investor tidak akan berdampak besar, “Bergesernya jam perdagangan hanya akan berdampak pada lebih panjangnnya transaksi atau jam perdagangan,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, perubahan jam perdagangan sebetulnya bukan hanya untuk investor, melainkan untuk sistem pasar perdagangan. Namun, bila dilihat dari sisi investor perubahan jam perdagangan membuat transaksi perdagangan lebih panjang sehingga investor diuntungkan.

Hal senada juga disampaikan, pengamat pasar modal dari Universitas Pancasila Agus Irfani, dimajukannya jam perdagangan secara strategis tidak sepenuhnya memberikan dampak signifikan untuk meminimalisir perdagangan semu atau spekulasi yang muncul di pasar modal, terlebih untuk meningkatkan likuiditas. “Pada intinya baik, memberi peluang besar terjadinya transaksi di pasar. Tapi itu hanya secara teknikal bukan jalan yang strategis, “tandasnya.

Menurut Agus, sejauh ini pasar modal Indonesia yang didominasi investor asing dan lebih banyak hot money sehingga menyebabkan likuiditas bursa Indonesia masih rendah meskipun pasar saham saat ini sangat aktif. “Pasarnya ramai, investor lokal juga sudah mulai aktif, tapi tidak berarti mendorong peningkatan likuiditas karena lebih banyak hot money.” jelasnya

Asal tahu saja, Direktur Utama BEI Ito Warsito pernah menyampaikan, perubahan jadwal perdagangan saham di BEI yang akan dimajukan setengah jam adalah karena ingin menyelaraskan jam perdagangan Bursa Hongkong dan Bursa Singapura. “Kita ingin selaraskan dengan mereka agar BEI tidak didikte dengan apa yang terjadi dengan di Hongkong dan Singapura,” ujarnya.

Selama ini jam bursa saham Indonesia mengikuti bursa saham Singapura dan Hong Kong. Maka diharapkan dengan perubahan jam perdagangan bursa, inudstri pasar modal dalam negeri sudah tidak jadi follower lagi. Selain itu dengan adanya kebijakan baru, maka pembentukan harga bisa lebih efisien, bisa dilihat nanti naik sahamnya disamping meningkatkan likuiditas saham.

Berlaku Awal 2 Januari

Disebutkan, pemberlakuan tersebut tertuang dalam surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00399/BEI/11-2012 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang perdagangan efek bersifat ekuitas tentang perubahan waktu perdagangan.

Diantaranya, sesi pra-pembukaan (preopening) berubah menjadi pukul 08.45 sampai 08.55 waktu JATS, dari sebelumnya pukul 09.10 sampai 09.25 waktu JATS. Kemudian perdagangan sesi I (pasar reguler, tunai dan negosiasi), dibuka mulai 09.00 dan ditutup 12.00 waktu JATS untuk hari Senin-Kamis.

Sementara Jumat dibuka 09.00 dan ditutup 11.30 waktu JATS. Sebelumnya, perdagangan selalu dibuka pada 09.30 waktu JATS. Selanjutnya, perdagangan reguler sesi II: Senin-Kamis dibuka pukul 13.30 sampai 15.50 waktu JATS, sementara Jumat dibuka pukul 14.00 dan ditutup 15.50 waktu JATS. Sebelumnya, perdagangan ditutup pukul 16.00 JATS.

Berikutnya, perdagangan negosiasi sesi II: Senin-Kamis dibuka pukul 13.30 sampai 16.15 waktu JATS, sementara Jumat dibuka pukul 14.00 dan ditutup 16.15 waktu JATS. Sebelumnya, perdagangan ditutup pukul 16.00 JATS.

Dan sesi pra-penutupan (preclosing) akan dimulai pukul 15.50 sampai 16.00 waktu JATS dan sesi pascapenutupan (post trading) dilakukan setelah penutupan yaitu mulai 16.05 sampai 16.15 waktu JATS. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

Malindo Bagikan Dividen Rp 16 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten yang bergerak produksi pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen interim dari laba…

Kota Satu Properti Lepas 500 Juta Saham - Rencanakan Go Public

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun 2018, minat perusahaan untuk go public masih cukup tinggi dan salah satunya adalah PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…