Toko Gunung Agung Ekspansi Bisnis Sektor Tambang - Diklaim Sudah Sesuai Prosedur

NERACA

Jakarta – Rencana PT Toko Gunung Agung Tbk (TKGA) mengakuisisi 99,79% saham PT Permata Energy Resources melalui right issue sebagai sumber pendaaan dengan melepas sebanyak 94,86% dari modal ditempatkan, dibenarkan oleh manajemen BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen mengatakan, rencana akuisisi Toko Gunung Agung mengakuisisi Permata Energy Resource sudah sesuai prosedur, “Rencana PT Toko Gunung Agung tidak ada masalah. Semua sudah sesuai prosedur dan ada keterbukaan informasi juga dari perusahaan itu,”katanya di Jakarta, Rabu (26/12).

Dia mengharapkan, aksi korporasi emiten itu dapat menumbuhkan kinerja ke depannya sehingga meningkatkan nilai perusahaan bagi investor di dalam negeri. Sementara Senior Vice President Corporate Finance PT CIMB Securities Nelwin Aldriansyah selaku penasihat keuangan mengatakan, rencana TKGA itu rencananya diresmikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Januari tahun depan mendatang.

Dia menuturkan, RUPS akan membahas penerbitan saham baru sebanyak 94,86% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum terbatas atau sebanyak 960 juta saham, “Saham baru TKGA akan mulai diperdagangkan pada 15 Februari. Sejauh ini, pembeli siaga (stand by buyer) saham baru TKGA adalah Permata Prima Energy,"ujarnya.

Sementara dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan kepada BEI dikemukakan, manajemen TKGA meyakini bahwa usaha pertambangan khususnya pertambangan batu bara mempunyai prospek yang cerah untuk beberapa dekade ke depan meskipun pada jangka waktu tertentu, harga batu bara berfluktuasi."Hal itu, mengingat sumber daya batu bara yang sifatnya terbatas dan tidak dapat diperbaharui," paparnya.

Selain itu, dikemukakan TKGA, permintaan global atas batu bara dari China dan India cenderung meningkat akibat keterbatasan produksi batu bara yang tidak dapat memenuhi permintaan dalam negerinya terutama untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga batu bara sebagai pengganti pembangkit listrik tenaga berbasis minyak bumi.

Sebagai informasi, tahun ini PT Toko Gunung Agung Tbk menargetkan penjualan tumbuh lebih dari 10% dibanding proyeksi penjualan di tahun 2011 sebesar Rp1,8 triliun. Dengan mengasumsikan pertumbuhan sebesar 10% dari penjualan 2011 sebesar Rp1,8 triliun, maka dapat disimpulkan penjualan TKGA ditargetkan tembus minimal Rp1,98 triliun atau mendekati Rp2 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Mantan Ketua MK - Nilai-Nilai Pancasila Sudah Mulai Luntur

Mahfud MD Mantan Ketua MK Nilai-Nilai Pancasila Sudah Mulai Luntur  Palembang - Mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK), Mahfud MD mengatakan…

Masifnya Penerbitan SBN Diklaim Tak Bikin Likuiditas Mengetat

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menepis anggapan bahwa masifnya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sejak…

Iklim Investasi Sektor Industri Perlu Terus Dijaga

NERACA Jakarta – Pemerintah terus berupaya membuat kebijakan strategis untuk semakin menciptakan iklim investasi yang kondusif. Upaya ini salah satunya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…