Membangun Sektor Kelautan agar Berjalan Maksimal - Pendidikan Kelautan dan Perikanan

Demi memaksimalkan pengolahan sumber daya alam kelautan yang melimpah di Indonesia, Kemendikbud akan memfokuskan sektor pendidikan kelautan dan perikanan di SMK, serta meningkatkan kualitas pendidikan anak pesisir melalui program beasiswa.

Apalagi sebagai negara kepulauan terbesar (archipelago state), Indonesia memiliki potensi kekayaan laut yang sangat tinggi, baik dari segi perdagangan hasil laut maupun dari segi pariwisata. Dengan keaneka ragaman dan berlimpahnya kekayaan laut negri ini, kekayaan laut Indonesia tidak hanya indah, tetapi juga memiliki kualitas internasional, sehingga banyak negara asing yang menyukai mutu dari ikan-ikan dari laut Indonesia.

Namun, potensi ekonomi kelautan yang luar biasa besarnya itu belum dimanfaatkan secara produktif dan optimal. Buktinya, sampai dengan 2011 kontribusi seluruh sektor ekonomi kelautan terhadap PDB baru 22%. Padahal, negara-negara dengan potensi kelautan yang lebih kecil ketimbang Indonesia, seperti Norwegia, Islandia, Chile, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang, sektor ekonomi kelautannya menyumbang antara 30-60% terhadap PDB.

Melihat potensi luar biasa yang Indonesia miliki di kelautan dan perikanan, sudah saatnya melakukan pergeseran orientasi ekonomi dari darat ke laut, yakni dengan menyiapkan generasi yang dapat mengelola sumber daya kelautan, dimana penguasaan IPTEK oleh Sumber Daya Manusia merupakan hal yang sangat mendasar dalam pembangunan di bidang kelautan.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Nasional, Musliar Kasim mengatakan, dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah dalam hal ini Kemnedikbud akan menambah proporsi SMK lebih banyak sebesar 60% di tahun 2015. Untuk itu, Kemendikbud berencana membuat kebijakan agar Pemerintah Daerah turut serta dalam menyediakan lahan. Saat ini Kemendikbud telah memiliki 314 SMK jurusan kelautan dan Perikanan.

Selain itu, melalui program Beasiswa Siswa Miskin (BSM) yang jumlahnya mencapai 30 ribu anak didik, Kemendikbud akan mengembangkan pendidikan di daerah 3 T (Tertinggal, Terluar dan Terpencil) untuk membantu anak-anak nelayan yang kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan di sekolah berbasis kelautan.

BERITA TERKAIT

PAMERAN UMRAH DAN HAJI 2019

Sekretaris Perusahaan BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari (kedua kiri), bersama Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI Syariah, Bambang Sutrisno (kedua kanan),…

Payoneer Dukung UMKM di Indonesia dan Dunia

Hadirnya financial technology (fintech) memberikan banyak peluang bagi bisnis untuk berkembang secara global karena adanya kemudahan, seperti transaksi lintas negara…

Politik Pangan dan Kedaulatan Pangan di Hari Kemerdekaan

Oleh: Pril Huseno   Memaknai Hari Kemerdekaan RI ke 74 pada Sabtu (17/8), barangkali akan lebih berarti jika semua stakeholder bangsa ini…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Industri Harus Aktif Kerjasama dengan Pendidikan Vokasi

      Pengembangan dan perbaikan sistem pendidikan vokasi menjadi bagian dari fokus kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya…

Menghidupkan “Surga Baru” Belanja Buku di Jakarta

    Ruang luas sejuk nan bersih akan menyambut setiap pengunjung saat menjejakkan kaki di lantai tiga Pasar Kenari, salah…

Tantangan Anak dan Keluarga dalam Peringatan Hari Anak Nasional

    Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen-PPA) akan memusatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2019…