Tambah Menara, Sarana Menara Nusantara Terbitkan Surat Utang

NERACA

Jakarta-Tren pertumbuhan industri telekomunikasi, terlebih dengan kondisi makro yang dinilai mampu mendukung pertumbuhan investasi mendorong beberapa emiten telekomunikasi untuk memperkuat permodalan guna mendukung kinerja perseroan di tahun 2013.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, Protelindo Finance berencana menerbitkan surat utang mencapai US$750 juta. “Pendanaan jangka panjang adalah yang paling sesuai dengan rencanan perseroan melalui investasi anak usaha,” jelas Adam Gifari, Direktur Utama PT Sarana Menara Nusantara Tbk di Jakarta kemarin.

Adam mengatakan, langkah tersebut merupakan hasil rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang telah dilaksanakan perseroan. Mengigat, tingginya tren pertumbuhan industri telekomunikasi dan permintaan menara oleh para operator wireles. Laporan industri menyebutkan bahwa presentase pendapatan jasa Telekomunikasi yang rendah dari ‘disposable income’ penduduk Indonesia, 1,7% per tahun 2010 menjadi peluang positif bagi Industri telekomunikasi di Indonesia.

Menurut Adam, fokus utama perseroan adalah melakukan kegiatan investasi dalam mengoperasikan perusahaan-perusahaan yang berspesialisasi dalam kepemilikan dan pengoperasian lokasi menara untuk disewakan kepada perusahaan-perusahaan komunikasi nirkabel.

Penerbitan surat utang ini, lanjut dia, diyakini akan memperkuat struktur permodalan dan keuangan sekaligus memberikan kesempatan bagi investor strategis menginvestasikan modalnya.

Hingga kuartal ketiga 2012, perseroan memiliki 7.585 menara. Angka tersebut meningkat sebanyak 1.603 situs dari 5.982 situs pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pertumbuhan EBITDA juga tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 3,4% atau tumbuh secara signifikan mencapai Rp1,3 miliar.

Protelindo Finance merupakan anak dari Protelindo Luxembourg S.a.r.l yang seluruh sahamnya dimiliki Protelindo. Selanjutnya, per tanggal 30 November 2012, ada 34,00% dari jumlah saham perseroan dimiliki secara kolektif oleh PT Tricipta Mandhala Gumilang (TMG), PT Caturguwiratna Sumapala (CSG) 17,34% serta yang dimiliki beberapa anggaota keluarga Hartono sekitar 16,66%. (lia)

BERITA TERKAIT

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Moodys Pangkas Peringkat Alam Sutera

NERACA Jakarta - Perusahaan pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan peringkat utang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari menjadi Caa1…

Express Trasindo Masih Merugi Rp 275,5 Miliar

NERACA Jakarta –Persaingan bisins transportasi online masih menjadi tantangan bagi PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI). Performance kinerja keuangan perseroan…

Martina Berto Bukukan Rugi Rp 66,94 MIiliar

NERACA Jakarta –Bisnis kosmetik PT Martina Berto Tbk (MBTO) sepanjang tahun 2019 kemarin masih negatif. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi…