Tahun Depan, Indosat Targetkan Pertumbuhan Bisnis 8%

NERACA

Jakarta – Masih terus bertumbuhnya industri telekomunikasi, menjadi alasan bagi PT Indosat Tbk (ISAT) untuk memasang target pertumbuhan sebesar 8% di 2013. Bahkan perseroan juga menargetkan jumlah pelanggan, khususnya Mentari akan mencapai 26% dari total pelanggan provider pada 2013.

Director & Chief Commercial Indosat, Eric Meijer mengatakan, meningkatnya pengguna smartphone seperti blackberry maupun android, disebabkan harganya yang semakin murah dan daya beli masyarakat yang makin tinggi. Oleh karena itu, tahun ini pelanggan Mentari hanya 17% dan sekitar 10 juta pelanggan, “Tahun depan, kita menargetkan Mentari mampu memberi kontribusi 26%,”katanya di Jakarta, Senin (17/12)

Dirinya optimis pengguna smartphone atau telepon pintar akan terus meningkat tahun depan, sekitar 50% dari jumlah semua ponsel yang beredar. Maka untuk menyasar pasar tersebut, Indosat meluncurkan sim card atau kartu khusus smartphone yaitu Indosat Mentari, dengan beberapa kelebihan.

Selain itu, Eric pun optimis penjualan Mentari akan terdongkrak karena pasar yang besar, “Kita pilih Mentari. Meski selama dua tahun tidak dipromosikan tapi pelanggannya ada terus dan loyal dan bahkan mereka mungkin sudah punya dari pertama dulu,”paparnya.

Kembali Jual Tower

Sementara itu, Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli mengungkapkan, perseroan berencana menjual kembali menaranya sebagai lanjutan aksi penjualan 2500 tower atau menara di pertengah tahun kepada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Menurutnya, kebijakan penjualan tower tahap II akan ditentukan dalam waktu dekat. Manajemen masih menunggu analisa dampak penjualan perdana ke TBIG, “Jika terbukti pelepasan aset strategis ini menguntungkan bagi operator Indosat, yakni tarif sewa menjadi lebih murah, kita siap melepas menara,”tandansya.

Saat ini, perseroan tengah menunggu hasil kajian dan termasuk dampak dari penjualan menara tahap pertama, baik dari sisi industri atau internal. Karena itu, langkah ini tentu menjadi dinamika di seluruh operator.

Selain itu, lanjutnya, dampak yang di inginkan yang jelas, sewa harus lebih murah. Sebelumnya, Indosat dan TBIG telah menyelesaikan dari transaksi penjualan dan penyewaan kembali 2.500 menara. Transaksi dengan upfront consideration sebesar US$ 406 juta.

Pembayarannya terdiri dari tunai dan 239.826.310 saham baru yang diterbitkan oleh TBIG, yang mewakili sekitar 5% dari modal disetor perusahaan menara itu. Akuisisi 2.500 aset menara ini, termasuk penyewaan dari Indosat dan pihak ketiga, akan menambah jumlah sites TBIG menjadi 7.368 sites dan penyewaan menjadi lebih dari 10.000 penyewaan. (bani)

BERITA TERKAIT

BTPN Syariah Catatkan Pertumbuhan Pembiayaan 20%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) mencatatkan kinerja dan pertumbuhan yang positif…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Berkat Strategi Bisnis Tepat - ABM Investama Raup Laba US$ 65,49 Juta

NERACA Jakarta - PT ABM Investama Tbk (ABMM), perusahaan energi terintegrasi nasional membukukan laba bersih sebesar US$ 65,49 juta di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rugi Mustika Ratu Membengkak 71,21%

Performance kinerja keuangan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) belum membuahkan hasil. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada…

Pefindo Sematkan Rating A- Adhi Karya

Melesatnya pencapaian kinerja keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) belum membawa pengaruhi positif terhadap rating perseroan. Sebaliknya, PT Pemeringkat…

Acset Bukukan Rugi Bersih Rp 90,69 Miliar

NERACA Jakarta - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatatkan rugi bersih di kuartal pertama 2018 sebesar Rp90,69 miliar, berbalik dibandingkan…