BEI Ingatkan BUMI Soal Laporan Keuangan - Berpotensi di Suspensi

NERACA

Jakarta – Berlarutnya masalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan pemegang saham Bumi Plc menjadi kekhawatiran bagi otorias pasar modal dan termasuk PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Oleh karena itu, BEI telah meminta penjelasan kepada manajemen BUMI mengenai perkembangan terbaru masalah di Bumi Plc.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, pihaknya meminta penjelasan kepada manajemen BUMI terkait perkembangan terbaru BUMI Plc.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan mereka mengenai batas waktu laporan keuangan September 2012, “Kami meminta mengenai penjelasan terbaru. Bila memang ada yang material diharapkan manajemen dapat memberikan perkembangan terbaru dan disampaikan kepada publik. Selain itu bagaimana update investigasi,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Hoesen menambahkan, pihaknya juga telah mengingatkan mengenai batas waktu laporan keuangan posisi September 2012. Pihaknya juga belum akan melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham BUMI. Hal itu dikarenakan masalah Bumi Plc berada di pemegang saham Bumi Plc.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk Ari Hudaya menuturkan, kedatangannya ke BEI untuk mengenal manajemen baru BEI. "Sudah lama tidak bertemu dan ada beberapa direksi baru BEI," tutur Ari.

Sebelumnya, pemegang saham Bumi Plc, Nathaniel Rothschild menyatakan akan menyuntikkan dana hingga sebesar US$ 270 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun kepada Bumi Plc jika dewan komisarisnya berani memutus hubungan dengan Grup Bakrie.

Perusahaan yang dulu bernama Vallar Plc itu sudah menerima dua proposal, satu lagi Rothschild, satu dari lagi Grup Bakrie yang menguasai 23,8% di perusahaan tersebut. Grup Bakrie menawarkan untuk melepas hubungan dengan Bumi Plc melalui pembelian kembali saham-saham yang dipegang Bumi Plc di aset-asetnya di Indonesia senilai US$ 1,2 miliar.

Yaitu melalui pembelian kembali 29% saham BUMI juga 85% kepemilikan di PT Berau Coal Tbk (BRAU) yang keduanya merupakan anak usaha Bumi Plc. Pembelian akan dilakukan secara bertahap. Masing-masing nilainya US$ 278 juta dan US$ 950 juta.

Rothschild, yang juga salah satu pemegang saham Mayoritas di Bumi Plc merespons proposal ini dengan cara mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direksi. Dia menilai langkah yang dilakukan Grup Bakrie ini tidak memihak pada kepentingan investor minoritas.

Apalagi, salah satu orang terkaya di Indonesia yang menjadi komisaris Bumi Plc juga punya hubungan dekat dengan Grup Bakrie. Rothschild pun lalu mengirimkan proposal tambahan yang isinya menyarankan alternatif tawaran Grup Bakrie tersebut. Ia menawarkan pembelian kembali 29% saham BUMI milik Bumi Plc senilai US$ 278 juta secara tunai dengan catatan Grup Bakrie hengkang dari perusahan yang tercatat di bursa London tersebut. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Tidak Sinkron, Koordinasi Lintas Lembaga Soal Mitigasi

NERACA Jakarta – Menjadi negara yang rawan akan bencana alam baik itu gempa, kebakaran hutan, banjir dan tsunami, sejatinya perlu…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…