Dorong Ekspansi Usaha, Jaya Agra Terbitkan Obligasi di 2013

NERACA

Jakarta- PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) menyampaikan, akan menerbitkan obligasi sekitar Rp500 miliar pada tahun 2013. Penerbitan obligasi tersebut mundur dari yang sebelumnya direncanakan perseroan pada pada tahun ini. “Banyak data yang masih perlu diproses dan belum selesai sehingga rencana penerbitan obligasi mundur ke tahun 2013,” jelas Direktur Keuangan PT Jaya Agra Wattie Tbk Bambang Ibrahim di Jakarta akhir pekan kemarin.

Bambang mengatakan, masih banyaknya data untuk proses rating sehingga membutuhkan waktu yang lebih panjang dari yang diperkirakan sebelumnya. Pihaknya merencanakan, penerbitan obligasi baru akan dilakukan pada semester pertama 2013.

Menurut Bambang, dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk melakukan pengembangan usaha di tahun depan. Pasalnya, perseroan akan secara konsisten menambah lahan tertanam. Rencananya, pihaknya akan menambah lahan karet seluas 6.500 ha, dan 4.000 ha untuk kebun sawit. Investasi yang dibutuhkan untuk penambahan lahan tertanam untuk sawit diperkirakan sekitar US$ 6.500 per ha.

Kinerja Perseroan

Hingga akhir November 2012, pihaknya mencatat, harga jual minyak sawit perusahaan masih di kisaran Rp 5.900 per kilogram (kg). Sementara HPP pengolahan CPO sekitar Rp 4.200 per kg. Sejauh ini pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan terjadinya penurunan Crude Palm Oil (CPO), terlebih harga jual minyak sawit Jaya Agra pada pertengahan tahun ini masih lebih tinggi ketimbang penghujung tahun ini. Per April 2012, harga jual CPO sempat menyentuh Rp 8.360 per kg, atau lebih tinggi 41,6% dari pada akhir tahun ini.

Dia menilai, sebagai komoditas yang harus terus diproduksi secara kontinu, fluktuasi harga CPO merupakan hal yang lazim terjadi. Meskipun demikian, sebagai salah satu komoditas andalan di samping karet, kata dia, terjadinya penurunan CPO sedikit banyak akan menggerus pendapatan perusahaan di tahun ini.

Sementara, pada semester pertama 2012, dari kebun sawit perusahaan telah menghasilkan sekitar 8.700 hektare (ha), dengan komposisi seluas 5.600 ha merupakan tanaman berumur 4-7 tahun dan seluas 3.100 ha merupakan tanaman berusia sekitar delapan tahun hingga 17 tahun.

Perseroan mencatat, hingga kuartal ketiga 2012, produksi tandan buah segar (TBS) dan CPO menunjukkan tren yang cukup positif. Produksi CPO selama sembilan bulan telah mencapai 30.137 ton atau mendekati target tahun ini, yaitu mencapai 37.263 ton. Adapun, produksi TBS sudah sebanyak 99.302 ton, atau mengalami peningkatan sekitar 43,3% dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu sekitar 69.300 ton.

Di samping peningkatan pada produksi CPO, perseroan mencatat, produksi karet juga mengalami peningkatan, dari 7.874 ton pada kuartal ketiga tahun lalu menjadi 8.328 ton, atau mengalami peningkatan sebesar 5,8%.

BERITA TERKAIT

Penawaran Umum Obligasi MPM Finance

Direktur Utama PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPM Finance) Johny Kandano (kedua dari kiri) bersama Direktur Finance, Operations & Technology…

Pelaku Usaha Sarang Burung Walet Harus Tingkatkan Kualitas

NERACA Jakarta – Para pelaku usaha sarang burung walet di Jawa Tengah diajak untuk meningkatkan kualitas produksi agar bisa mengambil…

Gelar Ekspansi - Banyak Perusahaan Indonesia Disebut Tertarik Investasi di Afrika

NERACA Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan menyatakan banyak perusahaan Indonesia tertarik berinvestasi di negara-negara Afrika. Menko Luhut menyatakan, Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…