Panin Sekuritas Targetkan Transaksi Saham Naik 20% - Bidik 3.000 Nasabah

NERACA

Jakarta- PT Panin Sekuritas menargetkan penambahan nasabah baru sekitar 3.000 nasabah pada 2013. “Saat ini jumlah nasabah mencapai 6.000 nasabah. Diharapkan pada 2013 ada penambahan nasabah baru sekitar 3.000 nasabah.” jelas Direktur Utama PT Panin Sekuritas Tbk, Handrata Sadeli di Jakarta akhir pekan kemarin.

Handrata mengatakan, dengan penambahan nasabah baru tersebut, transaksi harian saham diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 20% pada tahun 2013. Hingga saat ini, nilai transaksi harian saham perusahaan, menurut dia sudah mencapai Rp100 miliar lebih per hari.

Sementara, untuk penjaminan emisi pada semester pertama tahun ini, lanjut dia, sektor properti yang paling mengguntukan untuk ekspansi pada akhir 2012. Selain itu, dia berharap pemerintah tidak akan menambah pungutan. “Kita harapkan pungutan itu tidak memberatkan. Kita harus memberikan insentif, dari pajak misalnya, itu memudahkan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Perusahaan PT Panin Sekuritas Tbk, Prama Nugraha mengatakan, sejauh ini kontribusi pendapatan didukung dari brokerage sekitar 20% ditambah margin sebesar 20%, aset manajemen sekitar 50%, dan lain-lain. Pihaknya akan terus mengembangkan bisnis brokerage dan aset manajemen untuk mendukung kinerja perusahaan.

Melihat pertumbuhan transaksi efek yang cukup baik, pihak manajemen optimistis layanan transaksi saham masih akan tumbuh positif. Pasalnya, pada bulan November 2012 lalu, perusahaan berhasil mencatatkan transaksi efek perusahaan mencapai Rp 2,03 triliun, atau tumbuh 5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Saham Syariah

Di samping mengembangkan bisnis brokerage dan aset managemen, menurut dia, perusahaan juga berencana untuk membuka layanan transaksi saham syariah pada tahun depan. Dengan layanan tersebut diharapkan dalam satu dua tahun ke depan, dapat meningkatkan jumlah nasabah sekitar 10%. Selain itu, saat ini perusahaan baru mencatatkan sekitar 360.000 rekening efek, atau masih sangat minim dibanding jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta penduduk. Hal tersebut menunjukkan pasar saham memiliki peluang yang masih cukup besar untuk bisa digarap.

Dia menilai, pendapatan per kapita masyarakat yang mengalami peningkatan, didukung dengan adanya rencana perusahaan untuk mengembangkan transaksi syariah akan mendongkrak kinerja perusahaan ke depan. Layanan tersebut, menurut dia, sekaligus merupakan langkah yang strategis untuk menepis anggapan bermain saham hanyalah judi.

Hingga kuartal ketiga 2012, pihaknya mencatat, laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami peningkatan menjadi Rp163,62 miliar dari periode sama sebelumnya Rp125,35 miliar. Sejalan dengan kenaikan laba tersebut, pendapatan usaha perseroan juga mengalami peningkatan menjadi Rp309,77 miliar hingga kuartal ketiga 2012 dari periode sama sebelumnya sebesar Rp233,87 miliar.

(lia)

BERITA TERKAIT

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…

Laba Bersih Alfamart Melesat Tajam 71,11%

NERACA Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan kenaikan laba 2019 sebesar 71,11% menjadi Rp1,11 triliun dari periode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…