Optimalkan Blok, Energi Targetkan Penjualan US$ 760 Juta - Genjot Produksi 60 Ribu Barel

NERACA

Jakarta – Seiring dengan pengembangan blok migas serta akuisisi beberapa blok, memicu produksi minyak PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bertambah lebih besar. Oleh karena itu, tahun depan perseroan menargetkan produksi minyak dapat mencapai 60 ribu per barel pada tahun 2013.

Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk, Imam Agustino mengatakan, target tersebut ekuivalen dari target produksi minyak perseroan sekitar 34 ribu per barel pada 2012, “Produksi minyak itu akan disumbang dari blok Kangean, ONWJ, dan Bento,”katanya di Jakarta, Kamis (13/12).

Menurutnya, dengan target produksi minyak sekitar 60 ribu per barel pada tahun depan, maka perseroan menargetkan penjualan mencapai US$760 juta pada 2013 dari target penjualan 2012 sekitar US$480 juta, “Kami harapkan Ebitda dan revenue bisa kita capai sesuai terget, tentunya diharapkan pada 2013 diharapkan kinerja kita akan meningkat,"tandasnya.

Menurutnya, peningkatan terhadap kinerja keuangan seiring dengan produksi dan harga gas yang meningkat. Saat ini harga jual gas naik US$ 4,1 per MMBTU dari sebelumnya US$ 3,9, “Seiring dengan harga gas yang mengalami kenaikan sebesar US$ 4,1 dari sebelumnya US$ 3,9. Namun untuk harga minyak kami ditentukan pasar dunia, kita mengikuti ICP,"tuturnya.

Sementara proyeksi ekonomi harga minyak perseroan menggunakan US$ 100 per barel. Sedangkan harga gas rata-rata average US$ 4,1 per MMBTU, “Dampak shale gas, tidak mempengaruhi perseroan karena kontrak gas dalam jangka panjang 4-7 tahun, artinya ada terms kenaikan tiap tahun secara berkala,"jelasnya.

Sebagai informasi, tercatat penjualan hingga 30 Juni 2012 mencapai US$241,84 juta atau tumbuh dari periode sama sebelumnya US$98,95 juta.Sementara laba bersih turun menjadi US$1,20 juta hingga semester pertama 2012 dari periode sama sebelumnya US$1,52 juta.

Soal rencana private placement perseroan, Direktur Keuangan PT Energi Mega Persada Tbk Didit Ratam menuturkan, maksimal jumlah saham yang ditawarkan 10%. Menurutnya, ada beberapa strategis investor yang berminat terhadap saham ENRG. "Maksimal 10% saham yang dilepas mungkin ada dua investor yang menyerap," kata Didit.

Selain itu, perseroan masih menjajaki pendanaan untuk obligasi global dan pinjaman perbankan. Saat ini pihaknya sedang mengkaji untuk pendanaan lebih murah.

Belanja Modal

Tahun depan, perseroan menganggarkan belanja modal senilai US$233 juta pada 2013, untuk pengembangan usaha, “Belanja modal akan digunakan untuk pengembangan dari blok-blok yang dimiliki. Dana belanja modal itu di luar akuisisi," kata Dirut PT Energi Mega Persada Tbk, Imam Agustino.

Dana belanja modal akan didapatkan dari kas internal. Pada 30 Juni 2012, kas perseroan mencapai US$7,28 juta dari 31 Desember 2011 sekitar US$15,84 juta. Perseroan sedang mengembangkan sembilan blok dari 12 blok yang ada. Saat ini menjadi aset utama perseroan seperti Bentu Psc, Kangean Psc, ONWJ Psc, dan Malacca Straits Psc.

Asal tahu saja, Blok Bentuu PSC dimiliki 100% oleh perseroan, sementara blok ONWJ dimiliki perseroan sebesar 18,73% dan sisanya 53,25% dimiliki Pertamina, 17,91% oleh Owen holding, lalu Kangean Psc dimiliki oleh perseroan sebesar 50%, Mitsubishi 25%, dan Japex 25%. (bani)

BERITA TERKAIT

Overburden Capai 55 Juta Ton - Samindo Klaim Produksi Lampaui Target

NERACA Jakarta -PT Samindo Resources Tbk (MYOH) telah merampungkan operasional overburden dan produksi tahun lalu dengan capaian melebihi target. Disebutkan,…

Bank Mandiri Targetkan Transaksi Digital Tumbuh 30%

      NERACA   Jakarta – SEVP Consumer and Transaction PT Bank Mandiri (Persero) Jasmin menargetkan transaksi digital melalui…

Bangun Pabrik di Jawa Tengah - PBID Targetkan Konstruksi Kuartal 1/2019

NERACA Jakarta – Rencana pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah, terus di kejar progresnya oleh PT Panca Budi Idaman Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…