Lepas 180 juta Saham, RS Omni Bidik Dana IPO Rp 70 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (Perseroan), pemilik RS Omni Pulomas dan RS Omni Alam Sutera, pada tahun depan bakal melepas saham ke public sebanyak 180 juta lembar saham melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (13/12). Disebutkan, jumlah saham perseroan yang di lepas ke public setara dengan 15,25% dari modal disetor setelah penawaran umum perdana saham. Sementara perseroan membidik dana IPO sebesar Rp 70 miliar dengan kisaran harga yang ditawarkan Rp 375-425 per saham.

Kata Presiden Direktur PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk, Noersing, mayoritas dana hasil IPO direncanakan untuk membiayai pelunasan sebagian hutang dan pembiayaan ekspansi kamar VIP serta untuk penambahan modal kerja, “Dana hasil IPO sekitar 50% untuk membiayai pelunasan sebagian hutang, 28% untuk pembiayaan ekspansi kamar VIP dan sisanya sekitar 22% akan digunakan untuk penambahan modal kerja,” katanya.

Maka untuk memperlancar proses IPO tersebut, perseroan menunjuk PT Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi. Dia juga menambahkan, pertimbangan investasi atas IPO perseroan adalah perseroan telah berdiri selama 40 tahun dan memiliki track record yang baik di industri kesehatan.

Selain itu, rumah sakit perseroan terletak di lokasi strategis dengan tingkat pertumbuhan yang pesat. Perseroan juga memiliki dokter-dokter yang terkemuka di spesialisasinya dan didukung tim medis yang kompeten, juga ditunjang dengan bangunan yang modern dan peralatan medis yang canggih dan lengkap.

Di sisi lain, lanjut dia, Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia sebanyak 238 juta jiwa, yang diproyeksikan akan tumbuh sebesar 1,1% per tahun selama lima tahun ke depan. Masyarakat kelas menengah di Indonesia pun diperkirakan akan tumbuh dari 36% menjadi 58% dari total penduduk pada tahun 2020 mendatang.

Kemudian pengeluaran biaya kesehatan per kapita di Indonesia adalah US$55, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata pengeluaran biaya kesehatan per kapita dunia sebesar US$854. Hal tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan yang luar biasa di industri pelayanan kesehatan di Indonesia.

Sebagai informasi, perseroan akan menggunakan laporan keuangan Juni 2013. Tercatat, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 130.562 miliar pada Juni 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…

Laba Bersih Alfamart Melesat Tajam 71,11%

NERACA Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan kenaikan laba 2019 sebesar 71,11% menjadi Rp1,11 triliun dari periode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bantu Tangani Covid-19 - Akulaku Finance Salurkan Bantuan Alkes

Jakarta - Akulaku Finance Indonesia dan Bank Yudha Bhakti menyerahkan bantuan berupa alat kesehatan (alkes) guna membantu pemerintah provinsi DKI…

Pedagang Raup Cuan Berlipat Berkah Tol Trans Sumatera

Wanadi (38) petani asal Palembang, Sumatera Selatan merasakan betul cuan berlipat dari usahanya berjualan sayuran dan buah buahan hasil kebun…

Tekan Efisiensi Bisnis - Telkom Akan Konsolidasikan 20 Anak Usaha

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan bisnis, PT Telkom Indonesia (Perseroa) Tbk (TLKM) tengah fokus melakukan efisiensi dengan melakukan restrukturisasi anak…