Manfaatkan Peluang, Adhi Karya Perkokoh Bisnis Properti - Bangun Empat Hotel di 2013

NERACA

Jakarta –Boomingnya pasar properti dalam negeri, ditambah meningkatnya daya beli masyarakat menjadi peluang baru bagi PT Adhi Karya Tbk (ADHI) untuk ekspansi ke bisnis properti. Perseroan melalui anak usahanya, PT Adhi Persada Realti (APR) menggarap bisnis properti untuk segmen kelas menengah atas.

Direktur Utama PT Adhi Persada Realty, Ferry Febrianto mengatakan, perseroan menawarkan dua hunian real estate perumahan The Taman Dhika Sidoarjo Kota, Jatim, dan Perumahan The Taman Dhika Cinere, Jakarta, “Kondisi perekonomian yang stabil dan suku bunga perbankan yang rendah memberikan dampak positif bagi pengembang untuk dapat mengembangkan produk hunian, apalagi ditopang kebutuhan akan perumahan yang sangat tinggi," katanya di Jakarta, Rabu (12/12).

Menurutnya, saat ini bisnis yang menjanjikan adalah sektor properti dan ini baik bagi investor, pengembang dan pihak-pihak terkait seperti bank dan konsumen. Dalam proses pembangunan, lanjutnya, The Taman Dhika Sidoarjo Kota telah memasarkan rumah dan ruko, sedangkan untuk perumahan The Taman Dhika Cinere, Jakarta, baru akan diperkenalkan kepada pasar pada awal Oktober 2012 dan sudah dipesan sebanyak 55 unit.

Kata Ferry, sampai akhir 2012 untuk The Taman Dhika Cinere dan ditargetkan dapat terjual 86 unit. Perumahan ini ditawarkan, dengan harga di kisaran Rp370 juta untuk type paling kecil 40/84 hingga Rp1,07 miliar untuk tipe paling besar 120/180, sedangkan The Taman Dhika Sidoarjo Kota ditawarkan pada harga Rp296,34 juta untuk tipe 50/105 hingga Rp541,21 juta untuk tipe 120/67,5, “Untuk target yang disasar adalah kelas menengah dan kelas atas,"paparnya.

Garap Hotel

Selain itu, PT Adhi Karya Tbk juga bakal membangun empat hotel proyek hotel pada tahun 2013. Rencananya, pembangunan hotel tersebut akan dilakukan melalui anak usahanya PT Adhi Persada Properti (APP) Divisi Properti dan Hotel (DPH).

Kepala Divisi Properti dan Hotel (DPH) ADHI, Renny Soviahani, mengatakan, pesatnya perkembangan bisnis perhotelan di Indonesia serta tingginya permintaan penginapan oleh wisatawan ataupun pebisnis menjadikan usaha hotel semakin menggiurkan, “Perkembangan bisnis hotel di Indonesia saat ini sangat menarik seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pergerakan pelaku bisnis maupun pertumbuhan industri pariwisata," kata Renny.

Adapun keempat hotel itu adalah Hotel GranDhika Blok M Jakarta, Hotel GranDhika Bekasi, Hotel GranDhika Ngagel Surabaya dan Hotel GranDhika Dago Bandung. Selain itu, perseroan juga melihat kebutuhan akan fasilitas penginapan yang sekaligus juga fasilitas untuk mendukung kegiatan bisnis dan pariwisata masih akan terus bertumbuh.

Renny menuturkan, peluang ini yang diambil perseroan karena ditopang oleh sumber daya yang dimiliki berupa lahan pada beberapa kota besar, kemampuan pada bidang konstruksi dan permodalan serta jaringan pemasaran.

Mengusung konsep sebagai bisnis hotel, Hotel GranDhika Blok M Jakarta dibangun di lahan seluas 2.740 meter persegi yang terdiri dari 250 unit kamar, 13 ruang rapat beserta fasilitas hotel bintang 4,”Meski proses perizinan masih di Pemda Provinsi DKI Jakarta, namun DPH mengaku sudah mengantongi Ijin Prinsip Gubernur mengenai Peningkatan Intensitas Bangunan dan Perubahan Peruntukan serta Ijin Loading Test," jelasnya.

Perseroan menargetkan, hotel yang dibangun siap beroperasi pada akhir 2013. Sementara untuk hotel GranDhika Bekasi, DPH mengangkat konsep Business & Conference Hotel Bintang 3. Dan ini merupakan bagian pengembangan GranDhika City Bekasi yang saat ini sudah mengantongi izin Blok Plan & IMB.

Sedangkan Hotel GranDhika Dago Bandung dengan konsep Business & Leisure Hotel bintang 3 dan masih dalam proses desain dan kerjasama dengan pemilik lahan yang merupakan program sinergi BUMN, “Kami berharap Hotel GranDhika Bekasi, Hotel GranDhika Ngagel Surabaya dan Hotel GranDhika Dago di Bandung ini mulai beroperasi pada 2014 mendatang," paparnya.

Sementara Chairman Jones Lang Lasalle Indonesia, Lucy Rumantir, mengungkapkan pertumbuhan pasar properti dalam negeri saat ini tidak terlepas dari membaiknya fundamental perekonomian Indonesia dan menguatnya sentimen investor, “Ke depan, pasar properti di Indonesia masih akan terus menunjukkan pertumbuhan yang menarik dan sangat berpotensi menjadi pilihan investasi yang menguntungkan," tegasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Danai Infrastruktur Jangka Panjang - OJK Dorong Pemda Manfaatkan Pasar Modal

NERACA Jakarta – Perkenalkan instrumen pasar modal yang dinilai layak untuk mendanai infrastruktur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pemerintah daerah…

Dunia Usaha - Perang Dagang AS-China Disebut Beri Peluang Bagi Manufaktur RI

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian tengah fokus menggenjot investasi di lima sektor yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0, yaitu…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…