BEI Perdagangkan Kembali Saham Bumi Citra Permai

Sempat disuspensi perdagangan saham PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP), akhirnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) perseroan mulai sesi pertama Rabu, kemarin.

Hal tersebut disampaikan Kadiv.Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dan Kadiv.Perdagangan Saham BEI Andre Toelle dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu(12/12). Sebelumnya saham BCIP telah disuspensi sejak 2 Desember 2011. Suspensi itu dilakukan karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BCIP sebesar Rp421 per saham atau 211,56% dari harga penutupan Rp199 pada 15 November 2011 menjadi Rp620 pada 1 Desember 2011.

Oleh karena itu BEI mensuspensi saham BCIP di pasar reguler dan pasar tunai. Asal tahu saja, PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) batal melakukan penawaran umum terbatas (PUT) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Pembatalan rencana penawaran umum terbatas atau rights issue itu karena perseroan dan Nabil Enterprise Limited telah membatalkan finalisasi memorandum of understanding (MoU) pada 31 Agustus 2012 lalu. Selain itu, pembatalan finalisasi MoU dikarenakan perseroan tidak menemui kesepakatan bersama mengenai cara pembayaran mandatory convertibel note (MCN) yang diterbitkan oleh PT Gunung Besi Utama dan mempertimbangkan dari sisi keuangan dan kebijakan strategis. Dana hasil rights issue tadi sebelumnya akan digunakan untuk membeli MCN tersebut. (bani)

BERITA TERKAIT

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Saham CARE Masuk Pengawasan BEI

Mempertimbangkan peningkatan harga saham di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE)…

Darya Varia Raup Laba Rp 221,78 Miliar

PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 221,78 miliar di 2019 atau tumbuh 10,53% dibandingkan tahun sebelumnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…