Puntung Rokok Digunakan Burung untuk Keluarkan Parasit

Bagi manusia, mungkin yang berhubungan dengan rokok tidaklah sehat, tetapi untuk burung hal tersebut berbalik seratus persen. Karena, tim ahli ekologi mengatakan bahwa penggunaan asap rokok oleh burung kota mungkin merupakan variasi adaptasi urban yang sudah (berusia) kuno.

Pasalnya, burung telah lama dikenal melapisi sarang mereka dengan vegetasi kaya senyawa yang mengusir parasit, dan bahan kimia dalam daun tembakau ternyata mampu mengusir arthropoda seperti tungau parasit.

Dalam sebuah penelitian di Biologi Letters1, para peneliti memeriksa sarang dari dua spesies burung yang umum (ada) di benua Amerika Utara. Mereka mengukur jumlah selulosa asetat (komponen puntung rokok) dalam sarang, dan menemukan bahwa semakin banyak makanan, lebih sedikit sarang yang terkandung parasit tungau.

Tim juga menggunakan perangkap panas untuk menguji apakah efek penolak dari puntung rokok terkait dengan kandungan nikotin, dibanding struktur atau fitur lainnya? Suárez-Rodríguez dan rekan-rekannya menempatkan perangkap di sarang burung pipit di 27 rumah (Passerdomesticus) dan burung Kutilang di 28 rumah (Carpodacus mexicanus) di kampus universitas mereka. Perangkap, yang menggunakan kehangatan untuk memikat parasit dekat, yang dilengkapi dengan serat selulosa dan filter baik dari rokok yang dihisap atau puntung rokok, serta pita perekat untuk menangkap arthropoda.

Setelah 20 menit, tim menemukan bahwa perangkat dengan punting rokok memiliki parasit lebih banyak yang melekat daripada perangkat dengan puntung (yang ber) asap -yang mengandung lebih banyak asap nikotin yang melewati mereka. Memang, (ternyata) di sarang yang berisi telur burung, perangkap dengan puntung rokok tertangkap rata-rata dua kali lebih banyak parasit.

"Ini benar-benar membuat saya bertanya-tanya, mungkinkah burung ini menunjukkan preferensi terhadap merek rokok tertentu yang tinggi nikotin? Jika mereka melakukan ini, mungkin perilaku ini menunjukkan bahwa telah benar-benar berkembang respon adaptif terhadap tantangan atas parasit," kata Timothy Mousseau, seorang ahli ekologi di University of South Carolina di Columbia.

Meskipun memiliki efek anti-parasit, Suárez-Rodríguez memperingatkan mungkin ada yang belum diketahui efek negatif bagi burung, karena banyaknya senyawa dalam puntung rokok yang diketahui karsinogen, serta beberapa pestisida.

BERITA TERKAIT

Ford Rencanakan Teknologi Nirkabel Baru Untuk Mobil

Ford Motor Co mengatakan pada Senin (7/1) bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan teknologi nirkabel untuk model kendaraan baru di Amerika…

Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Tekan Kecelakaan Kerja

NERACA Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan memperbaiki regulasi untuk memastikan tingkat kepatuhan perusahaan dalam rangka untuk menekan angka…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Lawan Penyakit dengan Perkuat Kekebalan Tubuh

Cuaca sedang tak menentu. Sejenak udara terasa panas menyengat, sejenak lagi hujan deras menghantam. Cuaca demikian membuat tubuh mudah terserang…

Kemenkes: Tender Obat HIV Dimulai Bulan Depan

Kementerian Kesehatan mengatakan tender obat-obatan antiretroviral (ARV) bagi pasien HIV akan dimulai kembali pada bulan depan. Cadangan obat pun disebut…

Air Jahe Tak Sekadar Hangatkan Badan

Salah satu upaya yang bisa Anda lakukan agar saluran pencernaan Anda lancar adalah rutin mengonsumsi wedang jahe, kata ahli nutrisi…