Genjot Kapasitas, BW Plantation Anggarkan Capex Rp1 Triliun

NERACA

Jakarta- PT BW Plantation Tbk (BWPT) menganggarkan belanja modal (Capital Expanditure/Capex) sebesar Rp1 triliun pada tahun 2013 yang sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan usaha, antara lain penanaman lahan dan penambahan kapasitas produksi.

“Anggaran belanja modal akan digunakan untuk penanaman lahan sekitar 4.000 hektar, perawatan, pembangunan pabrik di Kalimantan Timur dengan kapasitas 60 ton per jam yang mulai dibangun Oktober 2012, dan pengembangan usaha lainnya.” jelas Sekretaris Perusahaan PT BW Plantation Tbk Kelik Irwantono di Jakarta akhir pekan kemarin.

Kelik mengatakan, anggaran dana untuk belanja modal tersebut diperoleh dari kas internal perseroan dan pinjaman bank. Karena sampai saat ini, kata dia, perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman dari perbankan.

Meskipun saat ini kinerja Crude Palm Oil (CPO) tidak mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik, menurut Kelik, pihaknya optimistis ke depan bisnis perkebunan masih akan tumbuh positif. Pasalnya, secara jangka panjang permintaan terhadap bahan baku kelapa sawit masih mencatatkan permintaan yang cukup besar.

Karena itu, manajemen mengharapkan dapat mencatatkan kenaikan produksi dan penjualan crude palm oil (CPO) mengalami peningkatan sekitar 25%. Hal tersebut didasarkan pada perkembangan sejumlah tanaman yang sudah mature pada tahun depan.

Menurut dia, perseroan sedang membangun pabrik berkapasitas 60 ton per jam di Kalimantan Timur, dan diharapkan dapat selesai pada akhir tahun 2013. Dengan penambahan pabrik baru tersebut, perseroan memprediksikan akan menambah kapasitas menjadi 165 ton ke depan. Untuk saat ini saja, kata dia, total kapasitas telah mencapai 105 ton per jam dari tiga pabrik yang telah dimiliki perseroan.

Terkait kinerja perseroan, selama semester pertama 2012 mengalami penurunan laba bersih sebesar 9,8% menjadi Rp 153,85 miliar. Pada periode yang sama, tahun lalu, perseroan meraih keuntungan bersih Rp 170,55 miliar. Di sisi lain, pendapatan perseroan mencatat kenaikan 9,1% menjadi Rp 520,3 miliar.

Pada periode Januari-Juni tahun 2011, perseroan mencetak pendapatan Rp 476,95 miliar. Net margin BW Plantation pada semester pertama 2012 adalah sebesar 29,6% atau mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang sebesar 35,8%.

Laba kotor perseroan juga 1,7% lebih rendah menjadi Rp 322,17 miliar. Pada paruh pertama tahun lalu, gross profit perseroan mencapai Rp 327,64 miliar. Sementara itu, perseroan mampu menaikkan produksi crude palm oil atau minyak sawit mentah menjadi 60.642 ton atau meningkat 1,6% dari produksi semester pertama 2011 yang sebesar 59.683 ton.

Sementara produksi kernel tidak mengalami peningkatan alias stagnan di posisi 9984 ton. Harga jual rata-rata CPO perseroan juga mengalami tekanan 1,7% menjadi Rp 7,64 juta per ton. Harga jual kernel malah anjlok lebih dalam sebesar 43,1% menjadi hanya Rp 3,67 juta per ton dari sebelumnya sempat mencapai Rp 6,45 juta per ton.

BERITA TERKAIT

Imbas Lesunya Bisnis Properti - Laba Mentropolitan Kentjana Menyusut 39,61%

NERACA Jakarta –Imbas lesunya bisnis properti di 2019 menekan perolehan laba bersih PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI). Tengok saja, emiten…

Pasar Beras Stabil - Buyung Poetra Raih Penjualan Rp 1,65 Triliun

NERACA Jakarta – Di tahun 2019 kemarin, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) berhasil membukukan kinerja keuangan yang cukup mengesankan.…

Intiland Cetak Laba Bersih Rp 251,43 Miliar

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis properti di tahun 2019 kemarin, rupanya tidak berdampak terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Intiland Development…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indika Energy Buyback Saham US$ 20 Juta

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan harga saham, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dan…

Imbas Pemberlakukan PSBB - Lancartama Sejati Tutup Operasinal Bisnis

NERACA Jakarta – Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak terhadap bisnis PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).…

Raup Dana IPO Rp 215 Miliar - KBAG Beli Lahan di Balikpapan 14 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pasar penawaran perdana saham atau initiap public offering (IPO) di pasar modal masih terus tumbuh di…