Cegah Kerusakan Alam, Pemerintah Terapkan Industri Hijau

NERACA

Jakarta - Tingginya tingkat pencemaran dan kerusakan alam yang ditimbulkan dari kinerja industri nampaknya cukup mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta para produsen meningkatkan pengelolaan industri hijau untuk meminimalkan tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan.

"Pemerintah mengharapkan pelaku usaha bisa mengelola industrinya dengan program industri hijau. Hal tersebut akan mengurangi tingkat pencemaran serta kerusakan lingkungan," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Direktur Corporate Affairs and Communication Asia Pulp and Paper (APP) Suhendra Wiriadinata mengatakan bahwa industri hijau adalah industri berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup melalui efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

"Pemerintah telah memberikan penghargaan pada industri hijau setelah melalui berbagai tahap seleksi dan verifikasi oleh Kementerian Perindustrian berdasarkan sistem yang dievaluasi secara berkala, termasuk kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan. Penghargaan tersebut memacu produsen untuk menerapkan konsep industri yang ramah lingkungan," paparnya.

APP, yang juga anak usaha PT Sinar Mas, lanjut Suhendra, berlokasi di Indonesia dan produk-produknya telah dipasarkan ke lebih dari 120 negara. "Sebagian besar fasilitas produksi APP telah mendapatkan sertifikasi Lacak Balak dari Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) dan Pan European Forest Certification (PEFC). Hingga saat ini, empat pabrik APP telah mendapatkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia (SVLK)," ujarnya.

Suhendra mengatakan bahwa sistem SVLK menciptakan proses lacak balak ketat yang dirancang untuk memastikan bahwa pabrik hanya menerima dan memproses kayu dari sumber-sumber yang legal dan semua produk kayu yang diekspor dari negara ini dapat dilacak sampai ke titik asalnya yang dapat diverifikasi.

Siapkan Insentif

Sebelumnya Kepala Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim, dan Mutu Industri,Arryanto mengungkapkan pemerintah menyiapkan insentif pengembalian nilai investasi bagi perusahaan yang telah menerapkan industri hijau.

Lebih jauh lagi Arryanto menuturkan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan ditargetkan bisa terealisasi pada tahun anggaran 2014. “Pada intinya, lintas kementerian telah satu suara untuk mendorong penerapan industri hijau,” kata Arryanto.

Pemerintah akan mendorong penerapan industri hijau (green industry) untuk menggenjot daya saing produk lokal dibandingkan dengan produk luar. Menurutnya, isu produk hijau telah menjadi permasalahan yang sering dibahas di sejumlah negara, terutama Eropa.

Oleh karena itu, kondisi tersebut perlu disikapi dengan peningkatan peran bidang penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di sektor industri tersebut. “Penerapan industri hijau bisa dilakukan mulai dari bahan baku, teknologi, hingga energi,” jelasnya.

Menurutnya, isu global tentang ramah lingkungan tersebut akan menjadi topik utama yang dibahas dalam simposium internasional pulp dan kertas 2012 tersebut. Penerapan industri hijau sangat mendesak karena dinilai berpengaruh pada ekspor produk dalam negeri ke sejumlah negara.

BERITA TERKAIT

Sentimen Positif Global - Laju IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/1) berhasil ditutup menguat 0,27% atau 17,73 poin di…

Stimulus Pemerintah Tidak Berpengaruh - Penjualan Intiland Terkoreksi 22,1% di 2018

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil mencatatkan pendapatan penjualan (marketing sales)…

Proyeksi Kemenperin - Berorientasi Ekspor, Industri Perhiasan Dibidik Tumbuh 5 Persen

NERACA Jakarta – Industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan dalam menopang peningkatan nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, Kementerian…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Menperin Usung Globalisasi Industri 4.0 di WEF

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Davos, Swiss selama empat hari, 22-25 Januari 2019. Agenda…

Lima Unit AMMDes Penjernih Air Didistribusikan ke Sulteng

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian akan menyalurkan lima unit alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) yang berfungsi sebagai pengolah air jernih…

Rendahnya Produktivitas Tebu Picu Tingginya Harga Gula

NERACA Jakarta – Rendahnya produktivitas tebu dapat dilakukan untuk menekan impor gula. Saat ini, harga gula lokal tiga kali lebih…