Tutup Tahun, PTPP Bidik Nilai Kontrak Rp 16,8 Triliun - Masih Andalkan Proyek APBN

NERACA

Jakarta- Rencana pemerintah menggenjot sektor infrastruktur untuk menunjang perekonomian dalam negeri tahun depan, memberikan dampak posistif bagi perusahaan konstruksi nasional dan termasuk plat merah. Kondisi inilah yang dialami PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) lantaran bakal menerima proyek infrastruktur.

Alasan itulah yang menjadi keyakinan bagi PTPP bila hingga akhir tahun, perseroan dapat memperoleh nilai kontrak lebih dari Rp16,8 triliun. Pasalnya, perseroan mengincar order book sebesar Rp27 triliun yang terdiri dari kontrak carry over sebesar Rp10,2 triliun dan kontrak baru sebesar Rp16,8 triliun,”Perolehan kontrak baru yang telah diterima perseroan tercatat sebesar Rp16,3 trilliun sehingga diperkirakan kontrak 2012 akan melebihi target yang telah ditetapkan,”kata Corporate Secretary Betty Ariana di Jakarta, Rabu (5/12).

Menurut Betty, sejauh ini pencapaian kinerja perusahaan sebagian besar berasal dari sektor konstruksi, yang memberikan kontribusi sebesar 77%, sedang sektor EPC (Engineering Procurement and Construction) memberikan kontribusi sebesar 21% dan 2% disumbang dari sektor properti.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Utama PTPP, Bambang Tribowo. Dia mengatakan, pencapaian laba perseroan didorong dari sektor konstruksi dan EPC (Engineering Procurement and Construction). Sementara dari segmen pemilik proyek didominasi dari pemerintah dan BUMN. “Kontribusi pendapatan terbesar perseroan dari sektor konstruksi disusul sektor EPC, sedang dari segmen pemilik proyek sebesar 81% dari segmen pemerintah dan BUMN, dan 19% dari swasta,” jelasnya.

Menurut Bambang, kontrak baru yang diperoleh perseroan sampai dengan September 2012 telah mencapai Rp15,2 triliun. Kontrak baru tersebut antara lain Educity Apartement Surabaya, Landmark Pluit, Bandara Kualanamu, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Labuh-Sumater.

Dengan pencapaian tersebut, pihaknya optimistis proyeksi perolehan laba di tahun 2013 bisa mencapai sekitar Rp370 miliar. Pasalnya, untuk order book sepanjang tahun 2012 tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp28,4 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya mencatakan Rp18,4 triliun.

Untuk hasil investasi perusahaan pada pembangkit PLTG 65 mw Talang Duku Palembang, menurut Bambang, perusahaan ikut memberikan sumbangsih listrik pada acara sea games beberapa waktu lalu, dan recurring income dari proyek tersebut terealisasi pada tahun ini.

Bambang menambahkan, partisipasi perseroan dalam pembangunan infrastruktur, sejauh ini cukup besar antara lain Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Juata Samarinda, Bandara Sultan Taha Jambi, dan Bandara Kualanamu Medan.

Untuk informasi, pada semester pertama tahun ini, perseroan mencatatkan kenaikan laba sebesar 44,3% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih perseroan naik dari Rp44,9 miliar di semester pertama tahun lalu menjadi Rp64,8 miliar di semester pertama 2012. Kenaikan laba tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan usaha senilai Rp2 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 25% dibanding periode yang sama di 2011 yaitu sebesar Rp 1,6 triliun.

Meskipun demikian, beban usaha perseroan juga mengalami peningkatan menjadi Rp66,1 miliar dari beban usaha pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp52,2 miliar. Sedangkan untuk beban pokok penjualan pun mengalami peningkatan menjadi Rp 1,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp 1,4 triliun. Sementara dari sisi aset, perseroan mencatat mengalami peningkatan yaitu sekitar 4,3% atau dari Rp6,9 triliun menjadi Rp 7,3 triliun di semester pertama tahun ini. (lia)

BERITA TERKAIT

Mengandalkan Proyek Pemerintah - WIKA Gedung Bidik Kontrak Rp 22,78 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 22,78 triliun…

Tutup Gerai dan PHK Karyawan - Saham Hero Supermarket Menuai Pil Pahit

NERACA Jakarta – Keputusan PT Hero Supermarket Tbk (HERO) melakukan efisiensi dengan menutup sebanyak 26 gerai  dan melakukan pemutusan hubungan…

PEMERINTAH BERWENANG KENDALIKAN TARIF PESAWAT - JK Khawatir Maskapai Tutup dan Tak Operasi

Jakarta-Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai harga tiket pesawat yang sempat melonjak drastis merupakan hal wajar. Pasalnya, jika harga tak dinaikkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…