Garap Segmen Baru, ICBP Bikin Perusahaan Join Venture

NERACA

Jakarta – Memasuki segmen pasar baru dan guna mendongkrak penjualan, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) bersama dengan perusahaan Jepang, Tsukishima Foods Industry Co Ltd bakal mendirikan perusahan patungan di Indonesia juga melakukan manufacturing joint venture.

Presiden Direktur & CEO ICBP Anthoni Salim mengatakan, perusahaan patungan ini akan memproduksi dan memasarkan produk sweet margarine, compound margarine, laminated margarine, whipped bread filling cream, batter conditioner dan produk turunan minyak dan lemak lainnya yang ditujukan untuk industri bakeries, confectioneries dan restoran, “Aliansi ini merupakan peluang menarik bagi ICBP yang memungkinan kami untuk memasuki segmen pasar baru dan mempercepat pertumbuhan perusahaan,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia melanjutkan, permintaan akan produk-produk tersebut diperkirakan meningkat seiring dengan perubahan perilaku dan pilihan konsumen yang didorong oleh tumbuhnya segmen berpendapatan menengah serta meningkatnya pendapatan per kapita.

Menurutnya, segmen berpendapatan menengah kini telah mencapai lebih dari 50% populasi dan pendapatan per kapita Indonesia secara konsisten terus meningkat dan saat ini diperkirakan mencapai US$ 3.600, naik dari tahun sebelumnya yaitu sebesar US$ 3 ribu.

Sebagai informasi, pada kuartal III-2012 PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) mencatatkan total laba yang dapat diatribusikan pada entitas induk naik ke Rp1,656 triliun dari Rp1,527 triliun. Angka ini mencatatkan laba ICBP meningkat Rp132,729 miliar atau 8,68 triliun.

Adapun laba periode berjalan perseroan pada 2012 sebesar Rp1,736 triliun, naik Rp142,705 miliar atau 8,9%, dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp1,598 triliun.

Sementara penjualan perseroan tercatat naik Rp1,77 triliun atau 12,30%, dari Rp14,450 triliun pada 2011, menjadi Rp16,227 triliun pada 2012. Sedangkan laba per saham perseroan naik dari Rp262 menjadi Rp284.

Di sisi lain, perseroan mencatat utang jangka pendek meningkat dari Rp2,988 triliun menjadi Rp3,296 triliun. Utang jangka panjang pun meningkat dari Rp4,513 triliun menjadi Rp5,251 triliun. Sedangkan total aset yang dimiliki perseroan naik Rp1,466 triliun atau 9,63%, dari Rp15,222 triliun pada 2011, menjadi Rp16,689 triliun pada 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Moodys Pangkas Peringkat Alam Sutera

NERACA Jakarta - Perusahaan pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan peringkat utang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari menjadi Caa1…

Express Trasindo Masih Merugi Rp 275,5 Miliar

NERACA Jakarta –Persaingan bisins transportasi online masih menjadi tantangan bagi PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI). Performance kinerja keuangan perseroan…

Martina Berto Bukukan Rugi Rp 66,94 MIiliar

NERACA Jakarta –Bisnis kosmetik PT Martina Berto Tbk (MBTO) sepanjang tahun 2019 kemarin masih negatif. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi…