Akhir Pekan, Indeks BEI Berpeluang Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 14,263 poin (0,33%) ke level 4.319,086. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 2,578 poin (0,35%) ke level 738,454.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG bergerak cukup berfluktuasi sebelum akhirnya berhasil ditutup pada area positif, “Penguatan indeks BEI didukung oleh sentimen positif dari bursa regional terkait dengan optimisme akan perkembangan pembicaraan anggaran di Kongres AS,”katanya di Jakarta, Kamis (29/11).

Menurutnya, saat ini memang pasar masih menanti bagaimana AS terhindar dari 'fiscal cliff'. Pasar finansial global dipastikan akan bergejolak jika kenaikan pajak di AS otomatis diberlakukan seiring dengan pemotongan anggaran, jika kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran.

Berikutnya, indeks BEI akhir pekan diproyeksikan akan bergerak menguat melanjutkan penguatan kemarin. Indeks BEI sendiri akan bergerak di level 4.319-4.320. Pada perdagangan kemarin, indeks bergerak naik turun antara zona merah dan hijau. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 87,89 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham bluechip di sektor konsumer naik cukup tinggi, memimpin penguatan kali ini bersama saham-saham lapis dua di sektor industri dasar. Saham-saham komoditas kembali menjadi target aksi ambil untung.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 156.880 kali pada volume 4,503 miliar lembar saham senilai Rp 4,809 triliun. Sebanyak 131 saham naik, sisanya 110 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Mayoritas bursa-bursa di Asia kemarin ditutup di zona hijau di akhir perdagangan sore ini. Sayangnya, bursa saham China melemah di akhir perdagangan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.100 ke Rp 57.600, Indocement (INTP) naik Rp 1.050 ke Rp 22.950, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 52.650, dan Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 26.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 20.000 ke Rp 240.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 750 ke Rp 14.300, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 250 ke Rp 4.150, dan Toba Bara (TOBA) turun Rp 130 ke Rp 1.120.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 9,599 poin (0,22%) ke level 4.295,224. Sementara Indeks LQ45 melemah 1,999 poin (0,27%) ke level 733,877. Koreksi terjadi gara-gara aksi ambil untung yang dilakukan investor domestik. Saham-saham unggulan yang diawal perdagangan naik tinggi langsung dimanfaatkan untuk profit taking pada perdagangan sesi I.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 75.629 kali pada volume 2,1 miliar lembar saham senilai Rp 2,055 triliun. Sebanyak 86 saham naik, sisanya 115 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 52.550, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 57.000, Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 26.600, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 8.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 14.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 17.200, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 250 ke Rp 2.700, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 ke Rp 7.200.

Selanjutnya diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 13,93 poin atau 0,32% ke posisi 4.318,75. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,56 poin (0,48%) ke level 739,43, “Bursa AS Rabu ditutup menguat setelah pernyataan juru bicara kongres dan presiden AS bahwa solusi 'fiscal cliff' akan segera disepakati," kata analis Samuel Sekuritas Benedictus Agung.

Dia mengemukakan, seiring dengan penguatan bursa AS, bursa Asia dibuka menguat memfaktorkan optimisme solusi "fiscal cliff" di AS serta antisipasi kemenangan partai oposisi di Jepang yang akan cenderung memberikan stimulus bagi perekonomian Jepang.

Kata Benedictus Agung, beberapa saham yang telah terkoreksi signifikan pada hari sebelumnya seperti grup Astra dan sektor "crude palm oil" (CPO) bakal diperkirakan mengalami teknikal "rebound" pada perdagangan Kamis.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi menambahkan, pada perdagangan Kamis secara teknikal indeks BEI akan bergerak "mixed" di kisaran 4.274-4.330 poin, “Dirilisnya data penjualan rumah baru di AS memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks BEI,"paparnya.

Selain itu, lanjut dia, antisipasi terhadap dirilisnya data "initial jobless claims" dan "pending home sales" AS juga memberikan sentimen tambahan. Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng pada Kamis kemarin dibuka menguat 107,14 poin (0,49%) ke level 21.816,12, indeks Nikkei-225 naik 70,11 poin (0,75%) ke level 9.378,46, dan Straits Times menguat 16,09 poin (0,53%) ke level 3.027,86. (bani)

BERITA TERKAIT

Laju IHSG Awal Pekan Terkoreksi 0,65%

Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah…

BEI Luncurkan Single Stock Future - Kembangkan Produk Derivatif

NERACA Jakarta - Dongkrak pertumbuhan transaksi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meluncurkan produk derivatif di tahun…

TPS Food Beberkan Soal Gugatan PKPU - Sampaikan Penjelasan Ke BEI

NERACA Jakarta – Sebagai reaksi atas permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jaga Stabilitas Harga, ROTI Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga stabilitas harga saham di pasar, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) berencana melalukan pembelian kembali (buyback)…

Bangun Rumah Sakit Baru - Medikaloka Hermina Kuras Kocek Rp 312,5 Miliar

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis dengan penetrasi pasar lebih luas lagi, PT Medikaloka Hermina Tbk berambisi terus menambah rumah…

PBRX Sisakan Rights Issue Rp 348,8 Miliar

NERACA Jakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) masih mengantongi dana senilai Rp384,8 miliar dari hasil penawaran umum terbatas (PUT)…