Be Fabulous, Tren Menuju World Class Shopping Destination

Oleh Ahmad Nabhani

Jakarta – Positifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dan didukung meningkatnya daya beli masyarakat memicu pertumbuhan industri ritel terus berkembang pesat. Alhasil, pembangunan pusat perbelanjaan modern atau mal di Jakarta terus tumbuh dan persaingannya pun kian sengit seiring dengan permintaan pasar yang terus meningkat tajam. Kondisi ini menggambarkan bila kehadiran mal-mal di ibu kota menjadi indikator pertumbuhan ekonomi.

Menurut data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), jumlah mal di Jakarta saat ini yang sudah beroperasi mencapai 73 mall. Bahkan, hingga akhir tahun akan menjadi 76 mal dengan beroperasinya tiga mall baru berukuran besar seperti Kemang Village, Ciputra World dan Kasablanka City.

Ketua APPBI DPD Jakarta Raya Handaka Santosa memprediksan, dalam lima tahun pasca pemberlakuan moratorium izin baru pembangunan mall, terdapat 10 pusat perbelanjaan baru di Jakarta. “Saat ini, tingkat okupansi 73 pusat perbelanjaan dan mall di ibukota masih sangat tinggi, yakni 90%. Adapun rerata kunjungan mall di hari biasa mencapai kisaran 50.000-120.000 orang per hari dan meningkat dua kali lipat di akhir pekan,”katanya.

Sementara menurut National Director Head of Strategic Consulting Jones Lang LaSalle, Vivin Harsanto menuturkan, kebutuhan mal masih tinggi di tengah konsumsi masyarakat, terutama kalangan menengah yang mengalami pertumbuhan pendapatan.

Sektor makanan dan minuman serta hiburan lainnya dinilai menjadi penopang bagi kebutuhan pusat perbelanjaan, “Pertumbuhan mal bagi kelas menengah di Jakarta menjadi segmen yang paling mengalami perkembangan. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di sejumlah kota sub-urban seperti Tangerang, Depok, Bogor dan Bekasi, “ujarnya.

Dia menuturkan, gaya hidup mnasyarakat urban menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan pusat perbelanjaan terutama mal menengah. Hal tersebut dapat ditunjukkan dari keberadaan gerai-gerai makanan maupun minuman yang semakin tumbuh, selain tingkat kunjungan mal yang juga mengalami peningkatan.

Merespon ketatnya persaingan industri mal di Jakarta, Senayan City sebagai pusat perbelanjaan bertaraf bintang lima pertama di Indonesia terus berbenah diri dengan meningkatkan fasilitas baru dan mendatangkan brand-brand baru yang semakin melengkapi Senayan City sebagai pusat belanja bertaraf international.

CEO Senayan City yang juga ketua APPBI DPD Jakarta Raya Handaka Santosa mengatakan, komitmen Senayan City menjadi pusat belanja bertaraf internasional dan premium shopping centre di Jakarta terus dijaga dengan baik. Salah satu yang dilakukan adalah memanjakan para pengunjung dan shopingholic untuk nyaman ketika berbelanja di Senayan City, “Kita terus berbenah diri dengan memberikan pelayanan dan brand ternama untuk memanjakan pengunjung,”ujarnya.

Ungul Dalam Branding

Menyadari bisnis industri mal mulai ketat, Senayan City yang merupakan grup Agung Podomoro Land terus berbenah diri dengan melengkapi program-program kegiatan yang menarik. Terlebih memasuki usia yang ke-enam, Senayan City makin pintar mencari cara dan peluang untuk merebut pasar industri yang satu ini.

Mengusung tema baru “Be Fabulous’ Senayan City senantiasa meningkatkan fasilitas baru dan mendatangkan brand-brand baru yang semakin melengkapi Senayan City sebagai pusat belanja bertaraf international.

Kata Handaka Santosa, berbagai perubahan dan peningkatan terus dilakukan Senayan City guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung setianya, “Salah satu contoh yang dilakukan ditahun 2012 ini adalah dengan memperbaruhi icon “Red Shoe” Senayan City, yang terletak di Main Atrium lantai satu,”ujarnya.

Dia menjelaskan, perubahan ini disesuaikan dengan gaya fashion yang sedang menjadi tren saat ini dan tag line baru Senayan City yaitu “Be Fabulous”. Selain itu, Senayan City juga merubah akses tangga yang berada di area Crytal Lagoon menjadi escalator. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dan mempercepat pengunjung Senayan City memasuki area mal dari luar lobi utama.

Selain itu, pengunjung Senayan City juga dapat menemukan koleksi favoritnya dengan berbagai persembahan brand-brand baru dan ternama yang bergabung bersama Senayan City. Serangkaian brand-brand baru yang hadir diantaranya Burberry, Francesco Biasia, Salvatore Ferragamo, Lacoste, Pandora, Blling Accessories, Stradivarius, Bershkam BCBG Maxazria, Max & Co. YSL, Morgan, Mango, VIP, Staccato, Freddie Freddie, Steve Madden, May & June, dan Travelogue.

Sementara tenant-tenant terbaru yang bergabung dari lini F & B diantaranya adalah Tous Les Jours, Chatime, Nutz Culture, Coffe Club, Haagen Dazs, Killiney dan Doner Kebab. Nantikan juga tenant-tenant yang akan segera bergabung di Senayan City antara lain TOD’S, Next, Watch World Indonesia, Cotton On, XL Experience Center, Xi Men Ding Taiwan, Dharma Kitchen, Godiva, Kitchenette dan Imperial Lamien.

Menjadi Lifestyle Trendsetter

Kemudian bagi pencinta fashion, Senayan City menjadi referensi untuk berburu mode fashion yang terkini buat tangan para desainer muda tanah air. Sebagai lifestyle trendsetter, Senayan City selalu rajin menghadirkan program – program unggulan yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh pecinta fashion tanah air. Salah satunya adalah pagelaran fashion akbar tahunan Senayan City Fashion Nation. Bila tahun lalu, Senayan City Fashion Nation 5th Edition mempersembahkan gelaran trend fashion terbaru dengan tema Fashion Traverse. Maka ditahun ini, Senayan City mengelar tema Senayan City Audi Fashion Nation Six Edition.

Menurut Marketing Senayan City, Veri Y Setiadi, pergelaran fashion merupakan salah satu program unggulan Senayan City, yang dipersembahkan secara khusus bagi para pecinta fashion. Oleh karena itu, pergelaran fashion ini merupakan acara istimewa yang secara rutin digelar oleh Senayan City, “Melalui ajang ini kami mengapresiasi insan fashion untuk menampilkan karya terbaiknya, selain itu kami juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk dapat menikmati secara langsung karya para desainer terkemuka yang digelar di Atrium Senayan City,”jelasnya.

Dan tahun ini, lanjut Veri, Senayan City kembali mengajak Audi, salah satu produsen otomotif yang terkenal dengan produknya yang elegan dan fashionable. Alasan memili tema Audi, lantaran pertumbuhan Audi terletak pada kekuatan desain dan ini menjadi alasan kuat bagi produsen mobil ini pula untuk berasosiasi dan mendukung beragam perhelatan fashion di seluruh dunia, termasuk kerjasama dengan desainer fashion dunia.

Para desainer terkemuka yang berpartisipasi diantaranya Priyo Oktaviano dengan rancangan edgy menggambarkan seorang bergaya sophisticated menggunakan material songket Bali putih emas. Kemudian desainer Ronald V. Gaghana tetap mempertahankan ciri cocktail dress penuh detil dan elegan pada rancangan gaun malam yang modern.

Desainer lain yang terlibat adalah Sapto Djojokartiko, yang terkenal selalu bergaya ornamental dengan menyuguhkan koleksi couture bersiluet berdominasi hitam dan emas memberi kesan sexy, edgy, dan powerful. Serta Denny Wirawan dikenal rancangan yang feminin mengolah kain tradisional menjadi modern ditambah permainan warna cerah dan batik tulis monochrome pada busana cocktail cantik.

Bahkan sebagai bentuk apresiasi, Senayan City juga selalu memberikan The Style Makers Award. ”Kami memberikan penghargaan The Style Makers Award dengan harapan penghargaan ini dapat mendorong para pelaku seni untuk dapat terus menghasilkan karya positif demi kemajuan dunia fashion di Indonesia dan menjadi inspirasi bagi kaum muda Indonesia,”ungkapnya

Keindahan tak hanya hadir dalam ragam busana dan pelengkapnya, namun melalui kepedulian terhadap sesama, Senayan City juga mengelar berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan berupa pengobatan murah, berbuka puasa bersama anak yatim, santunan dan bantuan kepada yayasan-yayasan sosial.

Tidak sampai di situ, Senayan City juga menerapkan bangunan ramah lingkungan dengan konsep Green Building. Senayan City berperan aktid dengan menjadi anggota Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia), yaitu lembaga mandiri (non govemment) dan nirlaba (non profit) yang berkomitmen penuh terhadap pendidikan masyarakat dalam mengaplikasikan praktik-praktik ramah lingkungan dan memfasilitasi transformasi industri bangunan global yang berkelanjutan.

BERITA TERKAIT

Indonesia Kantongi Investasi Infrastruktur Rp202,5 Triliun - Pertemuan IMF-World Bank di Bali

    NERACA   Bali - Indonesia melalui 14 BUMN mengantongi investasi hingga 13,5 miliar dolar AS atau setara Rp202,5…

Menkeu Pastikan Indonesia Dapat Manfaat dari Tuan Rumah IMF-World Bank

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan Indonesia memperoleh banyak manfaat positif saat menjadi tuan…

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Turun 5,1% - LAPORAN “WORLD ECONOMIC OUTLOOK” IMF

Jakarta-Di tengah pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sejumlah Negara Afrika Tertarik Pesawat Buatan Indonesia

NERACA Jakarta – Sejumlah negara Afrika; Madagascar, Kongo dan Sudan tertarik dengan dua jenis pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia (PT…

IMF-WBG AM 2018 Pacu Kemitraan Sektor Industri

NERACA Jakarta – Pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia atau The Annual Meetings of International Monetary Fund & World…

Industri Kerajinan Harus Dorong Daya Saing Tingkat Global

NERACA Jakarta – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Mufidah Jusuf Kalla mengatakan industri kerajinan harus terus meningkatkan daya saing sehingga…