Investasi Plasma, Eterindo Raih Pinjaman Rp 464 Miliar

NERACA

Jakarta – Guna mendukung kinerja bisnis di plasma, PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) akhirnya mengantongi kredit dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) senilai Rp464 miliar untuk investasi kebun plasma Pola KPEN-RP.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (27/11). Disebutkan, nantinya kredit tersebut diperuntukan untuk dua anak usaha yaitu PT Malindo Perkasa Khatulistiwa (MPK) dan PT Maiska Bhumi Semesta (MBS), masing-masing sebesar Rp232,97 miliar.

Adapun komposisi fasilitas kredit itu antara lain plafond kredit sebesar Rp232,97 miliar terdiri dari kredit investasi pokok sebesar Rp178,57 miliar dan kredit investasi interest during construction sebesar Rp54,40 miliar.

Jenis kredit tersebut termasuk kredit investasi kebun plasma pola KPEN-RP dengan bentuk kredit Pseudo R/C dengan maksimum Co menurun. Pinjaman itu digunakan untuk pengembangan kebun kelapa sawit seluas 3.600 hektar di Kalimantan Barat.

Jangka waktu pinjaman itu 10 tahun terhitung sejak tanggal akad kredit termasuk grace period empat tahun dengan tambahan rincian dan jadwal penarikan dan angsuran sebagaimana di atur dalam penawaran fasilitas kredit atas nama PT Malindo Persada Khatulistiwa.

Sementara itu, jangka waktu pinjaman untuk PT Maiska Bhumi semesta adalah 12 tahun. Agunan kredit tersebut antara lain kebun plasma kelapa sawit seluas 3.600 hektar di Kalimantan Barat. Aset tersebut merupakan agunan utama sedangkan agunan tambahan. Sedangkan agunan tambahan untuk PT MBS adalah avalis dari perusahaan inti berupa corporate guarantee dari PT MBS yang berlaku efektif pada saat fasilitas kredit dikonversi/novasi dari atas nama debitur PT MBS menjadi atas nama debitur koperasi Parene'an. (bani)

BERITA TERKAIT

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar - INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan…

Pemkot Bandung Optimistis Raih Predikat Terbaik SP4N

Pemkot Bandung Optimistis Raih Predikat Terbaik SP4N NERACA Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimistis meraih predikat terbaik dalam Sistem…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…