Rajawali Grup Kuasai 57, 12% Saham Indo Mines

Rajawali Group resmi memiliki 250 juta saham atau 57,12% dari seluruh modal saham Indo Mines Limited (Indo Mines), sebuah perusahaan tambang yang terdaftar di bursa saham Australia.

Managing Director Mining and Resources, PT Rajawali Corpora, Darjoto Setyawan, mengatakan, penutupan transaksi sebesar AUD 50 juta, menaikkan kepemilikan saham Rajawali Group di Indo Mines menjadi 57,12% dari sebelumnya sebesar 19,9%, “Karena wilayah eksplorasi tambang Indo Mines berada di Indonesia, maka perseroan memutuskan untuk menambah kepemilikan saham,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, aksi korporasi ini memperoleh persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan yang dilakukan pada 15 November 2012 lalu.

RUPS juga telah mengangkat Peter Chambers sebagai Chairman dan Direktur Non Eksekutif serta Darjoto Setyawan sebagai Direktur Non Eksekutif Indo Mines. Sedangkan Hendra Surya tetap dalam kedudukannya sebagai Direktur Non-Eksekutif Indo Mines.

Sebagaimana diketahui, Indo Mines memiliki 70% saham di PT Jogja Magasa Iron yang merupakan perusahaan tambang pasir besi dengan wilayah eksplorasi di Kulon Progo, Yogyakarta. "Dengan melakukan investasi pada perusahaan pasir besi, maka Rajawali ingin membantu mengurangi ketergantungan Indonesia dari impor biji besi dan besi tua yang merupakan bahan dasar untuk diolah menjadi besi baja," katanya.

Di sisi lain, tambahnya, proyek ini juga akan meningkatkan perekonomian daerah Yogyakarta dan menimbulkan multiplier effect yang besar. Selain itu, tambah Darjoto, investasi ini juga akan mendukung pemerintah dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan program pembangunan infrastruktur. “Investasi ini adalah salah satu wujud kami meningkatkan nilai tambah bagi industri logam khususnya besi baja di Tanah Air,”paparnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Puradelta Tebar Dividen Rp 21 Per Saham

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) memutuskan untuk membagikan dividen tunai atas laba bersih 2018…

BEI Suspensi Saham Kertas Basuki Rachmat

NERACA Jakarta – Lantaran adanya kabar pembatalan pemberian modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan PT Kertas Basuki…

Dukung Penyebaran Saham - Berlina Berikan 12 Juta Saham Ke Karyawan

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan investor di pasar modal, PT Berlina Tbk (BRNA) berencana menerbitkan hak opsi grant 2 dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rugi Mustika Ratu Membengkak 71,21%

Performance kinerja keuangan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) belum membuahkan hasil. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada…

Pefindo Sematkan Rating A- Adhi Karya

Melesatnya pencapaian kinerja keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) belum membawa pengaruhi positif terhadap rating perseroan. Sebaliknya, PT Pemeringkat…

Acset Bukukan Rugi Bersih Rp 90,69 Miliar

NERACA Jakarta - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatatkan rugi bersih di kuartal pertama 2018 sebesar Rp90,69 miliar, berbalik dibandingkan…