Sewatama Tawarkan Bunga Obligasi Maksimal 9,6%

PT Sumberdaya Sewatama menetapkan kupon bunga obligasi PT Sumberdaya Sewatama I tahun 2012 senilai Rp800 miliar dengan tingkat bunga tetap per tahun di level 8,6%-9,6%. Informasi tersebut disampaikan perseroan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, Senin (26/11).

Disebutkan, perseroan menawarkan obligasi PT Sumberdaya Sewatama I tahun 2012 senilai Rp800 miliar dengan dua seri yaitu seri A dan seri B. Obligasi seri A ditawarkan senilai Rp219 miliar dengan tingkat kupon bunga tetap yang ditawarkan 8,6% dengan tenor tiga tahun. Kupon bunga obligasi seri A akan jatuh tempo pada 30 November 2012 dan frekuensi pembayaran bunga secara triwulan.

Selain itu, obligasi seri B ditawarkan senilai Rp581 miliar dengan tingkat kupon bunga tetap yang ditawarkan di level 9,6% dengan tenor lima tahun. Obligasi seri B itu jatuh tempo pada 30 November 2017. Frekuensi pembayaran bunga dilakukan secara triwulan dan jatuh tempo pada 30 November 2017.

Perseroan juga menawarkan sukuk ijarah PT Sumberdaya Sewatama I tahun 2012 senilai Rp200 miliar dengan tenor lima tahun. Cicilan imbalan ijarah per tahun sebesar Rp19,20 miliar. Sukuk ijarah PT Sumberdaya Sewatama I tahun 2012 ditawarkan dengan frekuensi triwulan.

Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank DBS Indonesia sekitar 60% dan sisanya sebesar 40% untuk modal kerja. Sedangkan sukuk akan digunakan untuk membayar utang ke PT Bank Mandiri Tbk sekitar 60%, dan sisanya 40% untuk modal kerja.

Jadwal penawaran umum obligasi dan sukuk ijarah tersebut tanggal efektif pada 22 November 2012, masa penawaran pada 26-27 November 2012, penjatahan pada 28 November 2012, distribusi secara elektronik pada 30 November 2012, pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Desember 2012, dan pembayaran bunga pertama pada 28 Februari 2012. PT Mandiri Sekuritas dan PT DBS Vickers Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah. (bani)

BERITA TERKAIT

Suku Bunga Acuan Masih Akan Naik di 2019

P { margin-bottom: 0.08in; }A:link { }       NERACA   Jakarta – Chief Economist Bank Mandiri Anton Gunawan…

Bulog Sumsel-Babel Belum Maksimal Serap Beras Petani

Bulog Sumsel-Babel Belum Maksimal Serap Beras Petani NERACA Palembang - Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung belum…

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…