Bapepam LK Coret 14 Emiten Dalam Daftar Efek Syariah

NERACA

Jakarta- Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menyatakan telah mengeluarkan sebanyak 14 emiten dalam daftar efek syariah (DES) pada periode kedua 2012.

Kepala Biro Akutansi dan Keterbukaan Bapepam-LK Ett Retno Wulandari mengatakan, pencabutan efek syariah berdasarkan pada pertimbangan prinsip-prinsip syariah yang termasuk dalam regulasi Bapepam LK mengenai efek syariah, “Kami melakukan seleksi ketat terhadap saham dalam pemilihan daftar efek syariah sehingga diperoleh sebanyak 40 emiten baru dan 14 emiten harus dikeluarkan dalam daftar efek syariah periode kedua 2012,”katanya di Jakarta, Senin(26/11).

Dari keempat belas emiten yang dikeluarkan tersebut, menurut Etty, empat di antaranya karena memiliki rasio utang lebih dari 45% dari total aset perseroan, yaitu PT Indosat Tbk, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, dan PT Berau Coal Energy Tbk. Sementara sisanya dikeluarkan karena lebih dari 10% dari total pendapatannya merupakan pendapatan bunga dan termasuk kategori pendapatan nonhalal.

Dia juga menambahkan, pihaknya akan memberlakukan secara efektif daftar efek syariah periode kedua 2012 pada 1 Desember 2012. Dengan begitu, kata dia, para manajer investasi yang menggunakan daftar efek syariah sebagai portofolio investasinya diharapkan dapat melepas keempat belas saham yang telah dicoret Bapepam LK sebelum tanggal tersebut.

Untuk jumlah daftar efek syariah periode kedua 2012, menurut Etty ada sebanyak 317 saham emiten dan perusahaan publik yang terdiri dari beberapa sektor industri. Persentase terbesar yang termasuk dalam daftar efek syariah, lanjut dia, antara lain sebesar 25% atau sebanyak 80 saham ditempati oleh sektor perdagangan, jasa, dan investasi dan 16% atau sebanyak 50 saham berasal dari sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan. Sementara untuk pertambangan hanya sebesar 9% atau sebanyak 30 saham.

Berkembang Pesat

Lebih lanjut Etty mengatakan, perkembangan saham syariah mengalami perkembangan yang cukup positif. Saat ini proporsi saham syariah per November 2012 adalah sebesar 61,9% dari total saham yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara untuk pertumbuhan Indeks Saham Syariah Indonesia saja misalnya, mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,7% atau dari 125,4 pada akhir Desember 2011 menjadi 146,4 pada 23 November 2012. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 13,7% atau dari 3.821 menjadi 4.383. “Pemilihan efek-efek syariah yang dilakukan Bapepam LK menjadi panduan investasi bagi para manajer investasi pengelola reksa dana syariah, asuransi syariah dan investor yang berkeinginan berinvestasi pada portofolio efek syariah yang lebih likuid dan tidak beresiko tinggi.” jelasnya.

Selain penerbitan daftar efek syariah, kata Etty, pihaknya juga tengah mendorong perusahaan pembiayaan yang memiliki unit syariah untuk menerbitkan sukuk sebagai alternatif pendanaan pada 27 November 2012. Emiten yang menerbitkan sukuk dan obligasi secara bersamaan, kata dia, dapat menggunakan 1 prospektus seperti yang tercantum dalam Surat Edaran No. 13/2012 tentang Propektus Dalam Rangka Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk yang dilakukan secara bersamaan.

Sejauh ini Bapepam LK mencatat, ada sebanyak 53 kali penerbitan sukuk atau obligasi syariah korporasi sejak 2002 dan 32 sukuk syariah yang beredar (outstanding) senilai Rp6,779 triliun. Dari nilai tersebut, sebanyak Rp1,675 triliun adalah penerbitan sukuk yang dilakukan pada 2012, sedang untuk outstanding Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) per November 2012 senilai Rp124,36 triliun. (lia)

BERITA TERKAIT

Optimalkan Program CSR - Holcim Libatkan Masyarakat Dalam Rumuskan Program

Sejatinya progam tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) harus berjalan berkesinambungan dan berkelanjutan dalam membangun dan memberdayakan…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…