Kuota BBM Dipastikan “Jebol” Pada Akhir Tahun

NERACA

Jakarta - Kendati pemerintah dan DPR telah menyepakati untuk menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dari 40 juta kiloliter menjadi 44,04 juta kiloliter, akan tetapi Pertamina memastikan bahwa tambahan kuota tidak akan cukup hingga akhir tahun. Oleh karena itu, untuk menyiasatinya agar kuota yang diberikan oleh pemerintah tidak ada tambahan maka diperlukannya langkah penghematan. Hal ini seperti diungkapkan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Persero Hanung Budya di kantornya, Jakarta, Senin (26/11).

"Dari awal kita sudah memproyeksikan dengan tingkat pertumbuhan kendaraan di Indonesia yang terbilang cukup tinggi pada tahun ini misalnya motor yang jumlahnya mencapai 9 juta dan jumlah mobil yang mencapai 5 juta. Artinya tingkat konsumsi bahan bakar juga meningkat oleh karena itu kita memproyeksikan kuota BBM dalam asumsi APBN 2012 sebesar 45,24 juta kiloliter. Akan tetapi yang disepakati hanya 44,04 juta kiloliter," ucapnya.

Dia mengatakan jika tidak ada pembatasan terhadap BBM subsidi, maka Hanung memperkirakan harus menambah kuota sebesar 1,2 juta kiloliter untuk memenuhi kebutuhan pasokan BBM. "Kalau tidak dilakukan penghematan maka harus dilakukan penambahan kuota sebesar 1,2 juta kiloliter. Kalau diasumsikan harga premium secara global sebesar Rp9.000 maka kia-kira dibutuhkan biaya sebesar Rp6 triliun," imbuhnya.

Menurut Hanung salah satu cara yang harus ditempuh adalah dengan cara penghematan. Mengacu pada surat BPH Migas No.943/07/Ka BPH/2012 perihal pengendalian distribusi kuota BBM bersubsidi, kata dia, Pertamina mulai melakukan pengendalian per 19 November 2012 dengan cara memotong jatah harian di seluruh SPBU dan penyalur lainnya yang bervariasi tingkat persentasenya antara 1-35% sesuai dengan kuota yang tersisa di daerah terkait.

"Selama dilakukan pemotongan sampai dengan 23 November, Pertamina telah menghemat rata-rata sebesar 13% untuk solar dari proyeksi penyaluran normal dalam periode tersebut dan 10% untuk premium," ujarnya.

Di tempat terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan kebutuhan masyarakat akan BBM bersubsidi selalu menjadi masalah pelik yang dihadapi pemerintah setiap tahun. Tahun 2012 ini saja, pasokan BBM bersubsidi berpotensi tidak mencukupi meski telah ditambah hingga menjadi 44 juta Kiloliter pada September lalu.

Masalah ini semakin bertambah berat mengingat penjualan kendaraan bermotor yang terus meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Menteri ESDM Jero Wacik mengaku pusing memikirkan hal ini. "Kalau saya baca laporan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) tadi yang tahun ini, rencananya nanti 2016 mobil akan 2 juta unit, sudah mulai cenat-cenut saya, kalau 2 juta itu laku semua bakal habis nantinya," tutur Jero.

Jero juga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang tengah meningkat saat ini telah menyebabkan konsumsi BBM bersubsidi semakin membengkak sehingga wajar bila terjadi kekurangan pasokan. "Pasti kekurangan lah kita, makanya tahun depan kita dikasih kuota 46 juta KL," simpul dia.

Sebagai catatan, semula dalam APBN 2012 kuota BBM bersubsidi ditetapkan sebesar 40 juta KL dan kemudian pada bulan September 2012 ditambah 4,04 juta KL sehingga menjadi 44,04 juta KL. 43,9 juta KL diantaranya merupakan tanggung jawab Pertamina, dengan rincian 27,8 juta KL Premium, 14,9 juta KL Solar, dan 1,2 juta KL Kerosene. Hingga 20 November 2012 realisasi penyaluran BBM bersubsidi masing-masing mencapai 24,9 juta KL Premium, 13,7 juta KL Solar, dan 1,1 juta KL.

BERITA TERKAIT

Walikota Depok: STNK Nunggak Dua Tahun, Data Dihapus dan Dilarang Operasional

Walikota Depok: STNK Nunggak Dua Tahun, Data Dihapus dan Dilarang Operasional NERACA Depok - Walikota Depok Dr. KH M. Ideis…

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih - Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket NERACA Sukabumi -…

Bagian Hukum Setda Sukabumi Targetkan Akhir Tahun Penyuluhan Perda Tuntas

Bagian Hukum Setda Sukabumi Targetkan Akhir Tahun Penyuluhan Perda Tuntas NERACA Sukabumi - Bagian Hukum setda Kota Sukabumi menargetkan, semua…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Sawit RI-India Jalin Kerjasama Produksi

NERACA Jakarta – Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), The Solvent Extractors' Association (SEA) India, dan Solidaridad Network Asia Limited (SNAL) menandatangani…

Strategi Niaga - Pemerintah Perlu Lobi Amerika Terkait Ancaman Pencabutan GSP

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, pemerintah perlu melobi pemerintah Amerika Serikat terkait potensi pencabutan fasilitas…

BPPSDMP Kementan Terus Ikhtiar Cetak Wirausaha Pertanian

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengambil langkah strategis dengan penyediaan sumber daya…