Belum Disetujui, J Resources Batal Stock Split

NERACA

Jakarta –Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memutuskan untuk menolak rencana manajemen untuk memecah nilai nominal saham (stock split).

Corporate Secretary J Resources, Edgar Affandi mengatakan, rencana perseroan melakukan stock split belum mendapat restu dari para pemegang saham, “Sebanyak 94,60% dari total pemegang saham Perseroan dalam RUPSLB tidak menyetujui rencana stock split,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menjelaskan, agenda RUPSLB adalah meminta persetujuan restu pada pemegang saham untuk melakukan stock split. Namun rencana ini tertunda, karena pemegang saham belum menyetujui rencana tersebut.

Namun, Edgar tidak menjelaskan mengapa pemegang saham mayoritas tidak menyetujui rencana stock split. Asal tahu saja, perseroan berencana memecah nilai sahamnya dengan rasio satu banding lima (1:5) untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham. "Tujuan stock split ini meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan harga kita cukup tinggi, jadi dengan stock split harga saham kita jadi terjangkau," ujarnya.

Sebagai informasi, PT J Resources Nusantara memperoleh pinjaman sebesar US$ 135 juta dari CIMB Niaga dan Indonesia Eximbank pada 2 Oktober lalu. Dana ini akan digunakan sebagian untuk melunasi utang lama yang akan jatuh tempo. Selain untuk membangun fasilitas produksi emas di Indonesia dan Malaysia serta penguatan modal kerja.

Anak usaha PSAB yang mulai bergerak pada eksplorasi dan produksi pertambangan emas pada 2012 ini, berhasil memperoleh kredit sebesar US$ 135 juta atau setara dengan Rp1.27 triliun. Sebelumnya, J Resources juga sudah mencairkan seluruh fasilitas dana pinjamannya sebesar US$ 100 juta pada 24 Juni 2011.

Segmen usaha baru ini yaitu eksplorasi dan produksi emas menyumbang sebesar 99,5% dari total penjualan PSAB per juni 2012 yaitu senilai Rp 602.4 miliar, Perusahaan sangat membutuhkan dana demi menggenjot produksi emas PSAB hingga akhir 2012 sebesar 105ribu troy ounce (1 troy ounce setara dengan 31,1 gram). ons.

Per Juni 2012, PSAB telah memproduksi emas sebanyak 49.4 ribu troy ons, yang artinya PSAB harus memproduksi sisanya hingga akhir 2012 sebesar 53%. Menurut analis Etrading Securities, keagresifan perseroan dalam meningkatkan produksi emas akan berdampak pada tingginya biaya modal yang harus dikeluarkan PSAB, yang bahkan tercatat hingga 4,5 kali lebih besar dari pemasukan kas operasional.

Namun, hal tersebut dinilai wajar dikarenakan bisnis ini masih dalam fase pengembangan. (bani)

BERITA TERKAIT

Tren IHSG Belum Beranjak di Zona Merah - Defisit Transaksi Berjalan Melebar

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin (12/11) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 97,10 poin atau…

Tirta Mahakam Resources Rugi Rp 55,82 Miliar

Di kuartal tiga 2018, PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) membukukan rapot merah. Dimana perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan tercatat…

SOSS Yakin Kerek Penjualan Tumbuh 50% - Akuisisi Human Resources Provider

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Shield-On Service Tbk (SOSS) pacu ekspansi bisnis dengan rencana mengakuisisi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp 3,93 Triliun

Di kuartal tiga 2018, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih Rp3,93 triliun, naik 49,67% year on year (yoy)…

BEI Suspensi Saham Trancoal Pacific

Mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dihentikan sementara atau disuspensi oleh PT…

Hotel Mandarine Bakal Gelar Rights Issue

Perkuat modal dalam rangka mendanai ekspansi bisnisnya, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) berniat menerbitkan saham dengan hak memesan efek…