Kemenkop UKM Perbanyak Koperasi Berbisnis Listrik - Nusa Tenggara Barat

Mataram - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah terus berupaya memperbanyak jumlah koperasi yang mengelola pembangkit listrik tenaga mikro hidro sebagai lahan bisnisnya. "Pada 2012 ada lima koperasi yang kami berikan dana bantuan untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), pada 2013 ada 10 koperasi, kemudian pada 2014 nanti sebanyak 30 koperasi dan pada 2015 rencananya 50 koperasi," kata Deputi Bidang Produksi, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Braman Setyo, di Mataram, Jumat.

Hal itu dikatakannya pada acara rapat koordinasi dalam rangka penyelarasan program pemberdayaan koperasi NTB, yang diikuti oleh jajaran Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi NTB dan Dinas Koperasi dan UMKM dari 10 kabupaten/kota di NTB.

Ia mengatakan, masing-masing koperasi diberikan dana bantuan sebesar Rp1,5 miliar untuk membangun PLTMH di daerahnya. Koperasi yang mendapat bantuan merupakan koperasi di pelosok perdesaan yang belum menikmati listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Menurut Braman, dana bantuan untuk program PLTMH sebagian besar diarahkan untuk koperasi di kawasan timur Indonesia, yang daerahnya relatif banyak belum menikmati listrik.

Kementerian Koperasi dan UKM juga diminta oleh Presiden untuk membantu pengembangan PLTMH di kawasan timur Indonesia, khususnya di Provinsi NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui dana perkuatan koperasi. "Melalui program ini, kami berharap akan banyak desa yang memanfaatkan energi listrik dari tenaga air, sehingga tidak hanya bisa menikmati listrik, tapi yang paling utama adalah akan muncul kawasan ekonomi kreatif baru sesuai dengan harapan pemerintah," ujarnya.

Menurut dia, dengan memanfaatkan energi air sebagai pembangkit listrik, diharapkan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak untuk menghasilkan energi listrik semakin berkurang, sehingga beban subsidi dari pemerintah juga bisa ditekan.

Selain itu, pendapatan masyarakat yang menjadi anggota koperasi juga bisa lebih baik melalui bisnis listrik yang dihasilkan dari PLTMH. Listrik yang dihasilkan bisa didistribusikan kepada masyarakat, meskipun bukan anggota koperasi, namun dengan skema bisnis.

"Ke depan, kami berharap program ini bisa dikerjasamakan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Saat ini kami masih menyusun nota kesepahaman," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Gerakan Koperasi Pertanyakan Dekopin Dalam RUU Perkoperasian

Gerakan Koperasi Pertanyakan Dekopin Dalam RUU Perkoperasian NERACA Jakarta - Sejak Mahkamah Konstitusi (MK) menganulir UU Nomor 17 Tahun 2012,…

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Doa Terkabul, Ibu Dedeh Senang Berjumpa Dengan Jokowi

Doa Terkabul, Ibu Dedeh Senang Berjumpa Dengan Jokowi NERACA Jakarta - Dibalik rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Garut, Jawa Barat…

WOM Finance Cabang Bogor Tangkap Pelaku Tindak Kejahatan

WOM Finance Cabang Bogor Tangkap Pelaku Tindak Kejahatan NERACA Bogor – Pekan lalu, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance”)…

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0 NERACA Jakarta -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan indikator penilaian…