Ada Sejumlah Tantangan Implementasi di UU Koperasi

Meski sudah memiliki Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang perkoperasian, namun kalangan koperasi nasional belum bisa bernafas lega. Pasalnya, seperti diungkapkan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram, masih memiliki sejumlah tantangan.

Diantaranya, sosialisasi terhadap UU Nomor 17 Tahun 2012 kepada masyarakat yang terkait dengan aspek nilai prinsip dan jati diri koperasi. Kemudian, konversi permodalan koperasi dari simpanan pokok menjadi setoran awal bersama dengan penerbitan sertifikat modal koperasi (SMKM). Juga, terkait pengalihan unit simpan pinjam koperasi menjadi koperasi simpan pinjam (KSP).

”Selanjutnya perihal pembentukan Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi (LPSK), dan perubahan anggaran dasar atas lahirnya undang-undang perkoperasian terbaru tersebut,” tukas Agus Muharram, pada acara pembukaan Rakernas Dekopin, di Bandung, Selasa.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid mengakui masih besarnya kendala eksternal dan internal bagi perkembangan koperasi di Indonesia. “Karena koperasi itu ada di UUD 1945, maka dalam prakteknya harus berubah dari ekonomi pasar ke ekonomi kerakyatan, dalam hal ini koperasi”, kata Nurdin.

Nurdin juga mengakui bahwa saat ini koperasi belum mampu bersaing dengan pelaku usaha besar. Terutama, dalam hal sumber daya manusia, permodalan, skala usaha, dan juga manajemen. “Hal itu yang harus kita benahi. Terlebih lagi kita sekarang memiliki UU Perkoperasian yang baru”, kata Nurdin.

Contoh kongkrit adalah di banyak daerah koperasi dan UMKM begitu dominan dari sisi kuantitas. Bahkan, ada di daerah yang jumlahnya bisa mencapai 99%, sisanya usaha besar. Namun, dari sisi PDRB, hanya 60% yang bisa dihasilkan oleh koperasi dan UMKM. Bandingkan dengan usaha besar yang bisa mencatat PDRB sekitar 40%.

Meski demikian, kata Agus, pemerintah bersama lembaga gerakan koperasi lainnya harus bisa menghadapi tantangan itu agar UU Perkoperasian bisa diimplementasikan secara menyeluruh. ”Melalui forum rakernas ini, tantangan itu akan menjadi mendorong semangat lebih besar bagi akselerasi pertumbuhan dan perkembangan gerakan koperasi di seluruh Indonesia,” tandas Agus.

Agus meyakini, di tengah tantangan itu koperasi Indonesia bisa semakin maju dan berkembang. Dia pun meminta agar Rakernas Dekopin dimaknai sebagai Tahun Kemandirian. Terutama untuk mewujudkan menjadi koperasi yang besar, mandiri, kuat dan makmur sehingga lebih cepat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan, khususnya bagi anggota koperasi dan masyarakat sekitarnya.

Agus berharap, seluruh peserta memiliki kesamaan pandangan menyukseskan program pemerintah yang berkaitan dengan pemberdayaan Koperasi dan UMKM yang bersentuhan langsung dengan potensi dan peran strategisnya yang telah terbukti mendukung kekuatan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dan Nurdin pun berilustrasi, bahwa ke depan koperasi harus berubah. Koperasi jangan lagi skala kecil. “Koperasi harus bisa menari di laut lepas, bukan lagi hanya sekadar di dalam akuarium”, pungkas Nurdin.

BERITA TERKAIT

Sidang Lanjutan SKL BLBI - Bantah Tuntutan JPU, Penasehat Hukum SAT Ungkapkan Sejumlah Fakta Penting

Sidang Lanjutan SKL BLBI Bantah Tuntutan JPU, Penasehat Hukum SAT Ungkapkan Sejumlah Fakta Penting NERACA Jakarta - Lebih dari 500…

Koperasi di Tengah Gempuran Pelemahan Rupiah

Koperasi di Tengah Gempuran Pelemahan Rupiah  Jakarta - Krisis ekonomi global kini tengah melanda hampir seluruh negara di dunia. Meski…

Kebijakan Pemda Soal Koperasi?

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Islam   Penciptaan  atau penyerapan tenaga kerja acap kali menjadi—selogan politik  tiap – tiap kampanye yang…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Ketua DPR: Polri dan Interpol Segera Ungkap Iklan PRT

Ketua DPR: Polri dan Interpol Segera Ungkap Iklan PRT NERACA Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Polri bermitra…

Demi Keadilan, Hakim Tipikor Semestinya Membebaskan SAT

Demi Keadilan, Hakim Tipikor Semestinya Membebaskan SAT NERACA Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor yang mengadili mantan Ketua BPPN…

Tiga Pegawai KPK Ajukan Gugatan ke PTUN

Tiga Pegawai KPK Ajukan Gugatan ke PTUN NERACA Jakarta - Tiga pegawai KPK mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara…