Memulai Bisnis Fotografi

Mampunyai bisnis memang menjadi dambaan setiap orang, bukan hanya bagi penganggur saja, tetapi para karyawan sebuah perusahaan juga ingin memilikinya. Nah, yang mendasari pembukaan bisnis juga ada bermacam-macam. Salah satunya melalui hobi seperti hobi foto. Namun, kalau tidak digarap dengan baik maka usaha Anda tidak akan berkembang sesuai keinginan.

Berikut ini beberapa cara agar bisnis fotografi Anda berjalan semestinya. Pertama, tentukan segmen yang Anda ingin kan. Umpamanya, menangkap peluang menggarap segmen anak-anak. Segmen konsumen Indonesia memiliki daya beli tinggi, didominasi kalangan anak-anak dan keluarga. Sebab, untuk anak, orangtua akan melakukan apa saja, apalagi menyangkut momen-momen bahagia.

Namun, bukan berarti menggarap segmen yang sudah ramai digarap juga bukan berarti tidak menguntungkan. Misalnya, segmen prewedding & wedding. Segmen yang satu ini pasti digarap para pelaku bisnis fotografi. Sekarang, siapa yang lebih kreatif, maka dia yang akan lebih dipilih konsumen.

Kedua, kreatifitas juga sangat menentukan makanya pengusaha fotografi harus menampilkan sesuatu yang unik, berkesan, dan membuat konsumen jatuh hati. Banyak konsep foto prewedding & wedding yang unik dan berbeda.

Ketiga, pelayanan yang diberikan juga harus prima. Makanya, ada pelaku bisnis fotografi yang menerapkan strategi layanan one stop services. Hal ini dipilih karena demi menjamin kualitas layanan dan produk yang diberikan.

Meski demikian, efektivitas jarak dan waktu bagi konsumen. Prinsipnya, jika semuanya bisa dilakukan di satu atap, buat apa membuang waktu dan tenaga. Nah, jika semua lini bisnis fotografi ditangani. Mulai dari pemotretan, cuci cetak, hingga pembuatan album. Tentunya akan sedikit memudahkan para konsumen.

Keempat dalam hal penggunaan teknologi pendukung untuk menghasilkan karya fotografi yang mumpuni. Sebagai pemain dalam bisnis fotografi, kita harus mampu mencuri perhatian lewat serangkaian inovasi produk dan layanan yang diberikan.

Nah ada baiknya, sebelum memulai usahanya ini, kita terlebih dahulu melakukan serangkaian riset mulai dari teknologi, mesin, model bisnis, hingga mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Semua itu harus dilakukanuntuk menghasilkan kualitas gambar yang baik.

Terakhir, soal harga. Kita harus memiliki range harga pelayanan jasa dan produk yang terjangkau. Kuncinya adalah efektivitas kerja. Struktur kerja yang simpel, efektif, dan berkualitas, mampu menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas. (ahmad)

BERITA TERKAIT

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

CIMB Niaga Maksimalkan Potensi Bisnis Wealth Management

    NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus memaksimalkan potensi bisnis wealth management seiring…

Digitalisasi Dorong Pengembangan Bisnis UKM

    NERACA   Jakarta - Indonesia sudah memasuki era digitalisasi, era disrupsi, serba mudah dan instan, atau kekinian. “Bagi…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…