Pasar Gemuk Tidak Segesit Produksinya - Bisnis Busana Muslim

Industri fashion dalam negeri terus mengalami perkembangan pesat seiring dengan lahirnya para desainer muda yang energik dengan gagasan yang modern tanpa melupakan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari maraknya model baru fashioan yang ditampilkan para desainer muda dalam event tahunan Jakarta Fashion Week (JFW). Pasar yang luas menjadi ladang yang menjanjikan berbisnis industri fashion dalam negeri, karena itu selalu saja hadir rancangan baru untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat pesat.

Lalu bagaimana dengan pasar fashion busana muslim. Bisnis fashion yang satu ini memiliki segmen tersendiri, lantaran model yang ditampilkannya pun dituntut Islami namun tetap gaya. Oleh karena itu, populasi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama muslim seharusnya menjadi peluang emas untuk memasarkan dan termasuk mengenalkan tren terkini busana muslim.

Namun ironisnya, belum banyak industri tekstil dalam negeri melirik busana muslim lebih besar lagi. Tengok saja, perusahaan dan distribusi pakaian jadi PT Trisula International Tbk (TRIS) lebih serius pakaian seragam dan anak muda karena pasarnya yang masih menjanjikan, “Kita lebih menggarap bisnis pakaian seragam dinas kantor dan anak muda,”kata Direktur Utama Trisula International Lisa Tjoi Tjahjadi.

Bahkan perseroan lebih memilih kerjasama dengan perusahaan Cina dengan mengenallam produk G2000 selama 2012-2015. G2000 merupakan merek internasional dengan pasar yang tersebar di beberapa negara a.l Taiwan, Thailand, Malasyia, Singapura, Vietnam, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Jordan, Cyprus, China dan Indonesia.

Hal yang sama juga dilakukan perusahaan garmen PT Pan Brothers Tbk yang masih fokus menggarap pasar fashion luar negeri dan belum tertarik bisnis busana muslim, “Kita hanya melayani produksi pakaian jadi untuk 25 merek pakaian ternama di dunia, seperti Calvin Klein, Jack Nicklaus, Marks & Spencer, dan Quick Silver, “ujar Sekretaris Perusahaan Pan Brothers, Iswandeni.

Sedikitnya pemain utama di bisnis fashion busana muslim, menjadi peluang pasar yang belum tergarap. Padahal, Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah pernah bilang, pertumbuhan industri busana muslim di tanah air di atas pertumbuhan industri fashion secara umum, “Selama ini pertumbuhan fashion rata-rata mencapai 7% per tahun. Pertumbuhan ekspornya 2-3%. Kalau busana muslim bisa sampai lebih dari itu, bisa sampai 8-8,5%,"ungkapnya.

Menurutnya, tren laju pertumbuhan industri busana muslim diklaim terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini didorong oleh banyaknya acara-acara fashion yang diadakan di dalam negeri. Meskipun Indonesia, terus diserbu barang impor busana muslim asal Cina tetapi bicara keunggulan produk dalam negeri tidak kalah dengan produk dari luar. "Keunggulan produk kita adalah desain yang luar biasa. Kita masih unggul. Kreativitas kita bagus. Meski untuk material kita masih 50-50 impor," katanya.

Hal senada juga disampaikan pendiri HijUp.com, mal online busana muslim, Diajeng Lestari yang mengatakan, industri fashion busana muslim di Indonesia menjanjikan bahkan untuk pasar international, “Busana muslim Indonesia lebih diapresiasi di luar negeri, karena adaptif, dan nyaman. Busana muslim Indonesia favorit di luar negeri, diterima pasar internasional dan banyak yang memesan ulang melalui belanja online,"ungkapnya.

Kata Ajeng, tingginya permintaan pasar internasioal tidak lepas dari direspon positifnya busana muslim Indonesia dari kalangan internasional terhadap busana muslim rancangan desainer muda. Pelanggan HijUp hampir 30% berasal dari Amerika, Eropa dan juga Timur Tengah.

Sementara pangsa pasar ekspor busana muslim Indonesia antara lain ke negara-negara Malaysia, Singapura, Thailand, Turki dan Prancis. Lanjut Ajeng, busana muslim rancangan desainer muda Indonesia mampu memenuhi selera pasar internasional, dan bisa memenuhi kebutuhan berbusana Islami namun tetap gaya.

Selama ini, perempuan berhijab di luar negeri, memilih padu padan busana konvensional untuk menutupi seluruh tubuhnya. Kehadiran busana muslim dari Indonesia yang bergaya muda dan modern dengan konsep padu padan, menjadi solusi bagi perempuan dunia.

Dia menegaskan, pasar muslim sangat empuk. Banyak negara yang sudah mengincar pasar ini. Sudah waktunya, Indonesia sebagai negara dengan potensi muslim terbesar di dunia memenuhi kebutuhan akan busana muslim modern ini. “Fashion week busana muslim bisa menjadi langkah awalnya,"tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Wakil Presiden - Muslim Indonesia Kurang Terapkan Nilai-nilai Islami

Jusuf Kalla Wakil Presiden  Muslim Indonesia Kurang Terapkan Nilai-nilai Islami Bengkulu - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai umat muslim di…

PASAR KREATIF

Pengrajin menata wayang kertas buatannya di salah satu stan dalam Pasar Kreatif di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, Rabu (20/2/2019).…

Danai Ekspansi Bisnis Protelindo - TOWR Raih Pinjaman MUFG US$ 508,58 Miliar

NERACA Jakarta- Dalam mendukung pengembangan bisnisnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) belum lama ini mendapatkan pinjaman dari MUFG Bank…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Media dan Tantangan Teknologi Milenial

Indonesia merupakan negara di dunia yang memiliki banyak media dengan perkiraan berjumlah 47 ribu media yang terbagi dari berbagai model,…

Pers dan Usaha Mendorong Ekonomi Digital

Pers memiliki peran vital mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis digital di Indonesia. Melalui pemberitaan, pers dapat mempromosikan sekaligus mengedukasi pelaku…

Pers di Era Digital: Idealisme Versus Industri

Pers di Indonesia lahir dari idealisme para pendiri bangsa guna menyuarakan semangat memperjuangkan kemerdekaan kepada masyarakat luas, sejak zaman penjajahan…