Waspadai Diabetes Pada Anak

NERACA

Diabetes biasanya identik dengan penyakit orang dewasa di usia 40 tahun ke atas. Namun tidak banyak orangtua yang menggetahui bahwa anak-anak bisa menderita diabetes. Bahkan angka penderita diabetes anak di Indonesia dalam 2 tahun sudah meningkat hingga 500%.

Bahkan data International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan 366 juta orang di dunia menyandang diabetes di tahun 2011. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78.000 anak dilaporkan didiagnosa menderita diabetes tipe 1.

Pakar diabetes anak dari FKUI/RSCM, Dr. Aman Pulungan, Sp.A (K) mengatakan, penderita diabetes pada anak mengalami peningkatan, ini bisa dilihat 2009, anak yang menderita diabetes tidak sampai 150 anak. Namun data terakhir pada 2012 sudah hampir 800 anak yang menderita diabetes. Di tengah kondisi ini, perhatian diabetes pada anak masih kurang diutamakan dibandingkan penderita diabetes dewasa. Padahal, diabetes pada anak memerlukan perhatian dan bantuan.

Sedangkan bagi orangtua yang mendapati anaknya didiagnosa diabetes, bukan hal yang mudah untuk menerima kenyataan. Namun ini menjadi tantangan bagi keluarga untuk bisa menyesuaikan pola aktivitas sang anak, seperti bersekolah, belajar, bermain, pola makan dan berolahraga. Hal lain yang harus diterima oleh diabetesi anak beserta keluarganya adalah mereka harus menginformasikan kondisi ini kepada orang di sekitar lingkungan rumah.

Diabetes pada anak, atau dikenal sebagai diabetes tipe 1, adalah suatu kondisi ketika organ pancreas anak tidak lagi memproduksi hormon insulin, sesuatu yang sangat dibutuhkan tubuh untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangan sel. Tanpa insulin, glukosa (gula) yang ada dalam darah tidak mampu dimanfaatkan oleh sel sebagai bahan bakar pembentukan energi.

Beberapa faktor risiko yang memungkinkan terjadinya diabetes pada anak antara lain:

1. Riwayat keluarga dan genetik. Salah satu orangtua yang mengalami diabetes tipe 1, berpeluang lebih besar menurunkan kondisi ini ke anak.

2. Serangan virus ada beberapa virus pemicu terjadinya mekanisme penghancuran sel beta secara autoimun. Seperti virus epstein-Barr, coxsackievirus, dan cytomegalovirus.

Ia mengatakan, yang harus diperhatikan bagi penyandang diabetes tipe 1, harus menjaga tinggkat gula darah dalam batas normal, dengan mengatur pola makan, olahraga, dan terapi insulin secara intensif. Memantau kadar gula darahnya secara teratur.

Meningkatnya kasus diabetes pada anak memerlukan perhatian semua pihak, terutama akses kesehatan untuk merawat pasien agar terhindar dari komplikasi. Memperluas akses informasi tentang penanganan diabetes anak tak hanya kepada orang tua dan keluarga, namun juga lingkungan tempat pasien bersekolah.

BERITA TERKAIT

Daimler Mulai Produksi Mobil Listrik di China Pada 2019

Daimler akan mulai memproduksi mobil listrik di China pada tahun depan, sebagai cara untuk memenuhi ketatnya kuota anti polusi di…

Waspadai Pujian IMF

Belum lama ini sejumlah pejabat teras International Monetary Fund (IMF) menyampaikan pujiannya kepada kondisi perekonomian Indonesia. Seperti yang dilontarkan oleh…

OJK: Waspadai Modus Investasi Model Koperasi

Jakarta-Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing meminta masyarakat mewaspadai salah satu modus penipuan investasi berkedok…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Kadar Gula Darah Tinggi Bahayakan Kesehatan

Upaya menjaga kadar gula darah dan membatasi asupan makanan bergula tak cuma harus diterapkan untuk penderita diabetes, tapi juga semua…

Ini Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Meski sepele, tapi bau mulut bisa berdampak pada kepercayaan diri seseorang. Selain itu, bau mulut juga bisa jadi pertanda beberapa…

Mengobati Luka Bakar dengan Bahan Alami

Luka bakar termasuk salah satu jenis luka yang paling sering mampir di tubuh. Luka bakar bisa terjadi saat sedang menggosok…