Kekhawatiran "fiscal cliff”, Harga Emas Berpotensi Melemah

NERACA Jakarta – Menguatnya nilai tukar dolar menekan pergerakan harga emas. Oleh karena itu, prospek jangka pendek harga emas terlihat masih ada potensi penurunan harga, terutama jika harga kembali menembus 1.722 ke bawah. Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, pada grafik harga emas 4 jam-an, indikator RSI dan Stochastics membentuk level tinggi yang lebih rendah, “Histrogram MACD pun demikian. Dan harga pun masih bergerak di bawah 'Moving Average' 200 (1.740). Ini menunjukkan potensi tekanan turun," kata di Jakarta, Senin (12/11). Menurutnya, bila berhasil menembus area 1.722, harga berpotensi bergerak melemah ke level 1.712 dan bila tekanan berlanjut memungkinkan harga bergerak mendekati level 1.700. Sementara alternatif skenarionya, bila level 1.722 mampu bertahan, harga dapat bergerak menguat kembali ke area 1.740 dan bisa menembus level MA 200-nya ke resisten berikutnya di 1.753, “Adanya pertemuan Eurogroup di mana para menteri keuangan Eropa akan kembali membahas masalah proposal Yunani. Bila ada keputusan pemberian dana bailout untuk Yunani, maka akan positif untuk harga emas," ungkapnya. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, harga emas menguat dengan mencatat penguatan mingguan lebih dari 3% menyusul kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal AS dan perekonomian zona euro. Penguatan harga emas ini terjadi karena pasar juga bertaruh atas kuatnya permintaan dari India dan China. Emas untuk kontrak Desember menguat US$ 4,90 atau 0,3%, menjadi US$ 1.730,90 per troy ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level penutupan tertinggi sejak 18 Oktober lalu. Emas Antam

Sementara harga emas di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk pada awal pekan kemarin meningkat 2,09% ke posisi Rp586.200 dibanding periode sama sebelumnya (5/11) senilai Rp574.200 per gram.

Sedangkan, harga emas batangan ukuran lima gram dan 10 gram masing-masing senilai Rp2,781 juta dan Rp5,522 juta. Harga "buyback" atau pembelian emas jika konsumen menjual kembali ke Antam senilai Rp517.000 per gram.

Sebagai informasi, harga emas global Senin awal pekan kemarin meningkat 2,30 poin menjadi US$ 1.733,20 per ons atau terangkat 0,13% dibanding sebelumnya. Kata Ariston, meningkatnya harga emas global menjadi salah satu pendorong harga logam mulia domestik meningkat, “Pergerakan nilai emas domestik akan mengikuti harga global. Harga emas dunia kembali melanjutkan peningkatan setelah adanya kabar stimulus global yang akan mendorong permintaan logam mulia sebagai aset lindung nilai dari inflasi," tuturnya.

Dia menambahkan, kemenangan Obama juga masih menjadi salah satu pendorong harga emas meningkat, dikarenakan kondisi itu diperkirakan membuat kebijakan pelonggaran kuantitatif masih berlanjut dan kekhawatiran terhadap "fiscal cliff" yang dapat memangkas pengeluaran publik AS.

Sementara, Corporate Secretary Division Head PT Antam, Tedy Badrujaman mengatakan, permintaan emas di PT Antam tetap ramai. Angka penjualan emas sampai dengan kuartal ketiga 2012 sebesar 4.939 kg. Khusus di kuartal ketiga 2012 penjualan emas mencapai 1.307 kg.

Dikemukakan dia, investor ritel domestik cukup aktif melakukan transaksi emas dibanding investor institusi yang lebih cenderung bersifat musiman, terutama ketika ada program pemberian "reward" untuk karyawan, "customer" ataupun program hadiah (undian) untuk nasabah suatu bank, “Investor ritel cukup aktif bertransaksi emas, baik yang langsung membeli ke Antam ataupun melalui PT Pegadaian (Persero),”tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar - INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan…

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

Orori Jadi Reseller Swasta Pertama Antam - Jembati Investasi Emas Batangan

Perluas kerjasama dalam rangka meningkatkan penjualan, PT Orori Indonesia (ORORI) dipercaya menjadi reseller resmi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…