PAM Siap Alirkan Air ke Rumah-rumah - Sistem Ultrafiltrasi

Operator air bersih mitra PAM Jaya, yaitu PT Pam Lyonnaise Jaya (Palyja) berhasil mengoperasikan lagi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taman Kota, setelah berhenti sejak 2006. Berkat bantuan dari Pusat Teknologi LIngkungan (PTL) BPPT, Palyja kini berhasil menambah produksi air hingga 50 m3/detik. Palyja adalah operator air bersih di wilayah Jakarta bagian barat. Wilayah timur operasional PAM Jaya diserahkan kepada PT Aetra Air Jakarta. Batas barat dan timur adalah Kali Ciliwung.

Vakumnya IPA Taman Sari tersebut akibat mutu air baku yang berasal dari sungai-sungai di Jakarta itu sudah sangat tercemar oleh berbagai limbah domestik, baik dari kalangan rumah tangga maupun lingkungan komersial. Riset agar IPA Taman Sari bisa beroperasi kembali dimulai sejak 2009. Riset dilakukan secara bersama-sama untuk memperbaiki kualitas air baku dengan menggunakan sistem biofiltrasi.

Alat sistem biofiltrasi dibuat dalam skala pilot plant yang dipasang di tempat pengambilan air baku yaitu di Cengkareng Drain. Alat itu dioperasikan selama 14 bulan untuk mendapatkan data kinerja di musim kemarau maupun musim penghujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses biofiltrasi mampu menngkatkan kualitas air. Biofiltrasi mampu menurunkan kandungan amoniak, zat organik, deterjen, kekeruhan, maupun kandungan zat besi dan mangan. Jadi sudah bisa dijadikan air baku untuk diproduksi menjadi air bersih, bahkan menjadi air yang layak minum.

“Di sejumlah tempat yang jaringan pipanya bagus, produksi air kami bisa langsung diminum langsung dari kran,” kata Corporate Communications and Social Responsibilities Head Palyja Meyritha Maryanie, belum lama ini. Namun, kata dia, pihak Palyja tak menjamin seluruh produksi airnya bisa diminum langsung dari kran. Sebab, kata dia, hal itu tergantung dari jaringan pipa yang ada. Kalau pipanya masih baru, artinya tidak berkarat, ya pasti bisa diminum. Sebaliknya, jika jaringan pipanya masih lama, ya tidak bisa.

Aetra juga sudah mampu memproduksi yang dapat langsung minum dari kran. Prinsipnya juga sama, yaitu jika jaringan pipanya bagus atau baru diganti. Contohnya di kawasan Ciracas. Harap maklum, jaringan pipa PAM Jaya masih banyak yang jelek karena belum pernah diganti sejak dibangun puluhan tahun lalu. Kebetulan, di kawasan itu terdapat banyak banyak pabrik.

Menurut Yoshua Tobing, juru bicara Aetra, pabrik-pabrik di kawasan itu semula mengonsumsi air tanah. Kini terbitlah larangan mengambil air tanah dalam jumlah besar, karena permukaan air tanah di Jakarta sudah terus-menerus turun. Walhasil, pabrik-pabrik besar itu sudah menjadi pelanggan besar Aetra.

Sistem Ultrafiltrasi

Sementara itu, pihak PAM Jaya sudah mengajukan usulan ke Pemprov DKI Jakarta untuk menambah produksi air baku melalui proses ultrafiltrasi air Sungai Krukut di kawasan Jembatan Besi. Proses tendernya baru dimulai, jadi warga Jakarta belum bisa menikmati kualitas air hasil ultrafiltrasi tersebut. Bisa 2012, atau tahun depannya lagi. Upaya memproduksi air baku dari air yang ada di Jakarta sendiri tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan air baku dari luar Jakarta. Saat ini, Pemprov DKI, Pemprov Jabar, bersama Kementerian PU sedang mengupayakan pipanisasi air curah dari bendungan Jatiluhur sejak Cicurug hingga Kalimalang sejak 76 km. (saksono)

BERITA TERKAIT

Sharp Siap Rajai Pasar Pompa Air - Perkenalkan Empat Tipe Baru

NERACA Jakarta– Sesuai komitmen yang terus dijaga PT Sharp Electronics Indonesia untuk menjadi pangsa pasar nomor satu di tanah air,…

Trakindo Siap Wujudkan Sinergi Tripusat Pendidikan - Dukung Penguatan Pendidikan Karakter

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi mendorong hadirnya era baru yaitu revolusi industri 4.0. Berbagai langkah pun dihadirkan pemerintah guna menghadapi…

BTN Siap Akuisisi Manajemen Investasi - Garap Pendanaan Jangka Panjang

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, dalam waktu dekat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) siap mengakuisisi…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Kondisi Pasar Apartemen Jakarta

Kondisi Pasar Apartemen Jakarta "Dihantui" Daya Beli NERACA Jakarta - Kondisi penjualan pasar apartemen wilayah DKI Jakarta dinilai belum terlalu…

PT Izumi Sentul Realty Gandeng PROJEK dan 7 Master Franchise - Pasarkan Apartemen Opus Park di Sentul City Bogor

PT Izumi Sentul Realty Gandeng PROJEK dan 7 Master Franchise Pasarkan Apartemen Opus Park di Sentul City Bogor NERACA Jakarta…

PT Izumi Sentul Realty Gandeng PROJEK dan 7 Master Franchise - Pasarkan Apartemen Opus Park di Sentul City Bogor

PT Izumi Sentul Realty Gandeng PROJEK dan 7 Master Franchise Pasarkan Apartemen Opus Park di Sentul City Bogor NERACA Jakarta…