Indonesia Berpotensi Jadi Basis Produksi Komputer Tablet

NERACA

Jakarta - Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi mengatakan bahwa Indonesia berpotensi menjadi basis produksi komputer tablet. Pasalnya Indonesia telah mampu memasok sekitar 40% komponen untuk memproduksi komputer tablet.

”Beberapa komponen penting untuk komputer dapat diproduksi di Indonesia, seperti motherboard, chasing, layar liquid crystal display (LCD) jenis tertentu, dan keyboard. Komponen penting lainnya seperti chipset masih harus diimpor dari empat vendor global dan Indonesia bisa menjadi basis produksi komputer tablet karena 40% komponen sudah bisa diproduksi di sini,” kata Budi, di Jakarta, Rabu (7/11).

Menurut dia, Selama ini bahan baku produksi produk komputer mulai dari komponen, sub-komponen, hingga perakitan dilakukan di luar negeri. “Beberapa vendor besar mempunyai pasar cukup besar di Indonesia seperti Acer Inc, Lenovo Group Ltd, dan AsusTek Computer Inc. Pemerintah akan memberikan insentif di sektor industri untuk mengalihkan porsi produk impor yang besar menjadi investasi di Indonesia,” paparnya.

Sektor industri telekomunikasi, lanjut Budi, termasuk sektor yang dapat memanfaatkan fasilitas tax holiday. “Pemerintah akan memberikan insentif lain apabila perusahaan-perusahaan asing itu merealisasikan rencana investasi di Indonesia,” ujarnya.

Budi menambahkan, pemberian insentif bisa menarik investasi dan menyerap banyak lapangan kerja. “Meningkatnya investasi diharapkan bisa menambah banyak tenaga kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri,” tuturnya.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) mengaku jumlah 40% memasok komponen komputer tablet telah mengalahkan jumlah pasar notebook di Indonesia yang saat ini berada dikisaran 20-30%. “Penyebabnya adalah harga tablet relatif murah dan lebih mudah untuk dibawa kemana-mana. (Tablet) permintaannya banyak sekali, sehingga harganya murah,” kata Ketua Umum Yayasan Apkomindo, Hidayat Tjokrodjojo.

Dia bahkan memperkirakan pasar tablet di Indonesia akan meningkat pada tahun depan. Menurut dia, tiga tahun lagi (tahun 2015) pasar tablet bisa mencapai 91%. Untuk itu, Hidayat menyerukan agar para pengusaha bisa waspada dengan kenaikan pasar tablet tersebut. Menurut dia, permintaan yang tinggi itu pasti akan membuat harga tablet di Indonesia semakin murah. “Harganya bisa turun sampai 20 %, jadi para pengusaha harus jual (tablet) lebih banyak, kita harus kerja keras,” kata Hidayat.

Di tempat berbeda, Vice President Business Advisor Samsung Electronics Indonesia, Andre Rompis mengungkapkan, penjualan ponsel pintar dan tablet PT Samsung Electronics Indonesia meningkat cukup signifikan. “Sampai sekarang kami masih memimpin pasar tablet di Indonesia dengan 24 % pangsa pasar pada kuartal pertama 2012, sejauh ini tidak ada tanda-tanda penurunan penjualan,” kata Andre Rompis.

Andre mencontohkan, penjualan ponsel pintar terbaru Samsung Galaxy S III yang diklaim cukup mengesankan baik untuk pasar Indonesia maupun secara global yang telah melampaui 10 juta unit penjualan. “Di beberapa negara lain di luar Amerika Serikat sepertinya tidak akan terlalu berdampak,” kata Andre, meskipun menolak menyebutkan nilai penjualan maupun kuantitasnya.

Menurut Andre, pihak Samsung justru prihatin dengan keputusan yang memenangkan Apple tersebut karena berpotensi mendorong harga ponsel pintar dan tablet (terutama di Amerika Serikat) menjadi lebih mahal akibat sedikitnya variasi produk. “Selama ini kami mengedepankan pendekatan yang terus menerus kepada konsumen, yang merupakan strategi utama untuk memenangkan hati konsumen,” kata Andre.

Lebih jauh lagi Andre memaparkan pihak Apple menganggap Samsung yang bermain di pasar ponsel pintar dan tablet telah melanggar hak paten produk mereka yang bernuansa desain persegi panjang dan sudut membulat khas iPhone buatan Apple. Keputusan juri di pengadilan AS menilai raksasa elektronik Korea Selatan telah melanggar beberapa paten produk Apple dan mengganjar denda sebesar US$ 1.051 miliar.

Sebelumnya juga dikhawatirkan keputusan itu akan menunda peluncuran beberapa produk terbaru Samsung, khususnya tablet terbaru Samsung Galaxy Note 10.1 yang akan dipasarkan mulai 1 September mendatang di Indonesia

BERITA TERKAIT

Industri Sawit RI-India Jalin Kerjasama Produksi

NERACA Jakarta – Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), The Solvent Extractors' Association (SEA) India, dan Solidaridad Network Asia Limited (SNAL) menandatangani…

Menteri LHK Siti Nurbaya: Perubahan Besar Dilakukan Indonesia - Pertemuan Komite Hutan FAO

Menteri LHK Siti Nurbaya: Perubahan Besar Dilakukan Indonesia Pertemuan Komite Hutan FAO NERACA Jakarta - Dunia mengalami tekanan dengan pertumbuhan…

Pengelolaan Hutan Indonesia Mendukung Pencapaian Netralitas Iklim Dunia - Menteri Siti Nurbaya

Pengelolaan Hutan Indonesia Mendukung Pencapaian Netralitas Iklim Dunia Menteri Siti Nurbaya NERACA Roma - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr.…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Mentan Akan Bagikan Satu Juta Bibit Jeruk Koprok

NERACA Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, akan membagikan satu juta bibit jeruk keprok kepada masyarakat pada 2018…

Industri Sawit RI-India Jalin Kerjasama Produksi

NERACA Jakarta – Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), The Solvent Extractors' Association (SEA) India, dan Solidaridad Network Asia Limited (SNAL) menandatangani…

Strategi Niaga - Pemerintah Perlu Lobi Amerika Terkait Ancaman Pencabutan GSP

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, pemerintah perlu melobi pemerintah Amerika Serikat terkait potensi pencabutan fasilitas…