BEI Gandeng Infobank Suguhkan 15 Saham Perbankan - Jadi Alternatif Investor

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan PT Infoarta Pratama (penerbit Majalah Infobank) meluncurkan indeks saham infobank15 sebagai alternatif acuan investasi bagi investor.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, faktor-faktor fundamental yang didasarkan pada peringkat bank dan ukuran good corporate governance (GCG) menjadikan kelima belas saham yang menjadi acuan investasi tersebut dinilai likuid. “Saham-saham bank saat ini merupakan saham-saham yang matang, terlebih didasarkan pada pertimbangan GCG-nya dan peringkat bank.” ujarnya di Jakarta, Senin (7/11).

Metode penghitungan Indeks Infobank15, lanjut Ito sama dengan metode penghitungan indeks-indeks lain yang terdapat di BEI, yaitu berdasarkan kapitalisasi pasar atau market capitalization weighted avarage.

Indeks infobank15 ini, menurut Ito dapat digunakan investor dan manajer Investasi (MI) dalam mengelola investasi di sektor perbankan sekaligus bentuk kerja sama yang mendukung perkembangan pasar modal, “Kerjasama BEI dan infobank diharapkan lebih erat di saat BEI tengah fokus melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai pasar modal,”paparnya.

Sementara Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Ngalim Sawega mengatakan, pihaknya menilai positif terhadap peluncuran indeks saham infobank15 yang berisikan 15 saham-saham perbankan. Pasalnya, kelima belas saham tersebut memiliki kinerja positif di BEI sehingga dapat mempermudah investor dan pelaku pasar untuk memantau pergerakan indeks.

Kata Ngalim, sektor perbankan memiliki prospek yang cukup positif, di mana perbankan memiliki fungsi strategis dalam perekonomian Indonesia. “Indeks secara sektoral yang tembus ke level tertinggi, selalu dipimpin dari sektor jasa keuangan, sehingga saya percaya perbankan akan terus memiliki prospek bagus sampai kapan pun,” jelasnya.

Penanggungjawab Majalah Infobank, Eko B. Supriyanto mengatakan, BEI dan majalah infobank akan melakukan peninjauan secara berkala setiap 6 bulan, yaitu pada bulan Mei dan November. Dengan memperhatikan aktivitas transaksi seperti nilai transaksi, frekuensi transaksi, jumlah hari transaksi, kapitalisasi pasar, serta rasio free float saham, lanjut dia diharapkan bisa menjadi acuan bagi investor pasar modal, “Indeks Infobank15 itu diharapkan dapat menjadi acuan investasi, terutama yang ingin berinvestasi pada saham-saham dengan fundamental baik dan memiliki kapitalisasi serta transaksi yang besar.”paparnya.

Untuk informasi, pada periode 7 November 2012 hingga Mei 2013, indeks infobank15 yaitu Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Bank Central Asia, Bank Bukopin, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara. Dikemukakan juga Bank Danamon Indonesia, Bank Jawa Barat dan Banten Tbk, Bank Mandiri, Bank Internasional Indonesia, Bank Permata, Bank Sinarmas, Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Bank OCBC NISP, dan Bank Pan Indonesia. (lia)

BERITA TERKAIT

BEI Belum Ubah Aturan Main Saham UMA

Meningkatnya tren saham yang mask dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau bergerak di luar kewajaran dan bisa disebut…

BTN Gandeng Kerjasama Sinergis PT RNI - Pacu Pertumbuhan Kredit Komersil

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan penyaluran kredit komersial hingga Agustus 2018 mencapai sekitar Rp38,14 triliun. Jumlah tersebut tercatat…

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…