Apindo Minta Jaminan Keamanan - Jaga Pertumbuhan Industri

NERACA

Jakarta – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta kepada pemerintah untuk tetap menjaga keamanan kawasan industri dari aksi buruh yang melakukan sweaping terhadap pabrik-pabrik. “Sebelumnya kami telah menandatangani dengan Kapolri untuk menjaga setiap aksi buruh dan melarang dilakukannya aksi sweaping, tetapi sejauh ini kita melihat justru polisi cenderung mengawal setiap aksi sweaping yang dilakukan oleh buruh,” tegas Sofjan Wanandi di Jakarta, Rabu (7/11).

Ia mengatakan bahwa dampak aksi demonstrasi buruh belakangan juga mulai dirasakan investor asing. Beberapa perusahaan asing maupun lokal bahkan sudah menutup pabriknya. Apindo mencatat setidaknya sudah ada 6 perusahaan yang sudah menutup pabriknya akibat dari aksi buruh.

“Sudah ada 6 perusahaan yang tutup PT.S (pabrik kabel asal Indonesia di Bekasi), PT.TP (pabrik printing dan packaging asal Jepang), PT.BHI (pabrik plastik injection asal Korea), PT.DGW (pabrik agrochemicals asal China), PT.P (pabrik alat berat pertambangan asal Jepang), PT.SPI (pabrik suku cadang sepeda motor asal Korea),” ujarnya.

Menurut Sofjan masih ada 4 perusahaan yang berniat melakukan hal yang sama. Total estimasi kerugian menurut Sofjan untuk 10 perusahaan yang berencana menutup pabrik adalah US$ 100 juta atau sekitar Rp 900 miliar. ”Sengaja menggunakan inisial karena perintah dari perusahaan yang dimaksud. US$ 100 juta untuk 10 perusahaan yang tutup, 4 masih kita tahan,” ucapnya.

Sofjan mengaku ia dan teman-teman yang tergabung dalam Apindo meminta pemerintah bertindak tegas dan melindungi hak-hak para pengusaha. Isu outsourcing dan segala macam jenis masalah dari tenaga kerja menjadi ketakutan para pengusaha. ”Harus ada kepastian hukum dari pemerintah, saat ini saya masih menahan mereka (para pengusaha) agar tidak lakukan itu. Rabu saya undang pers untuk melihat perkembangan ini. Kita menjaga jika 100 pengusaha lockout banyak pula tenaga kerja yang dikeluarkan,” ujarnya.

Pabrik Tutup

Di tempat yang sama, Wakil Sekjen Apindo Franky Sibarani mengungkapkan dua diantara empat pabrik yang akan menyusul untuk tutup pabrik. ”PT Bata Tbk dan Samsung Elektronik Indonesia masuk dari keempatnya. Kita terus dan harus ada upaya pemerintah untuk memberikan jaminan keamanan,” tambahnya.

Franky juga mengancam akan melakukan aksi lock out atau berhenti operasi sementara jika tidak ada penjaminan keamanan. “23 asosiasi seperti perusahaan garmen dari Korea, mainan anak, kosmetik dan jamu juga makanan dan minuman ada 100 perusahaan yang lock out,” katanya.

Menurut Franky dari 23 asosiasi yang membawahi 1000 pengusaha, 100 pengusaha akan melakukan log out atau berhenti sementara produksi. Ia mengatakan faktor keamanan menjadi alasan mengapa rencana log out ini terjadi. ”Seperti contoh pabrik mainan anak-anak di Sukabumi dan Citeureup di-sweeping. Dengan cara itu keberlanjutan produksi pabrik tidak ada. Belum lagi kasus penyerangan buruh tadi ke Perusahaan Panaruk. Jelas ini tidak aman,” katanya.

Ketika ditanya kapan log out ini akan dilakukan oleh para pengusaha, Franky menjawab, ia dan Apindo saat ini tengah menahan agar ini tidak terjadi. Franky meminta pihak pemerintah untuk membuka mata lebar-lebar. ”Yang pasti kita meminta jaminan keamanan kerja dari pemerintah. Contohnya tadi kita lihat dan membuktikan tidak cukup keamanan yang ada. Saya pikir ini wajar. Kita ini reaksi kepada pemerintah. Kita meminta pemerintah untuk melihat ini,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

Jaga Kesehatan Perusahaan - Garuda Pangkas Jumlah Direksi dan Komisaris

NERACA Jakarta – Komitmen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) untuk menjaga kesehatan perusahaan terus dilakukan dengan menekan efisiensi dan…

Harga Tiket Pesawat Mahal Bikin Industri Pariwisata Nasional Mati Suri

Harga Tiket Pesawat Mahal Bikin Industri Pariwisata Nasional Mati Suri NERACA Jakarta - Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICIPI) Azril…

BTPN Syariah Catatkan Pertumbuhan Pembiayaan 20%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) mencatatkan kinerja dan pertumbuhan yang positif…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Separuh Pelaku Kreatif Ditargetkan Daftar HKI

NERACA Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menargetkan sebanyak 50 persen dari 8,2 juta unit usaha ekonomi kreatif yang tercatat…

Pasar Besar - Industri Kaca Alat Farmasi dan Kesehatan Tambah Kapasitas Produksi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri kaca untuk alat-alat farmasi dan kesehatan. Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri…

IKM Itu Penggerak Ekonomi Berbasis Kerakyatan

NERACA Jakarta – Industri kecil dan menengah merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Hal ini lantaran para…