Gurihnya Bisnis Katering Rumahan

Seiring dengan kebutuhan makanan, prospek usaha katering rumahan semakin menjanjikan. Meskipun saat ini persaingan cukup ketat, tetap saja peluang usaha catering terbuka lebar. Asalkan, ada inovasi-inovasi yang dikreasikan si empunya usaha.

NERACA

Bisnis catering sangat umum ditemukan masyarakat di berbagai acara pesta. Sebut saja pesta pernikahan, ulang tahun, atau acara syukuran, seminar, dan lain sebagainya pastinya membutuhkan jasa katering untuk menyediakan makanan dalam jumlah banyak.

Nah, bagi tamu pesta yang jeli, berkunjung ke sebuah pasta ini tentunya bisa menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikankan, karena tingkat kebutuhan pasar yang bermacam-macam dan begitu besar. Tak heran kini terdapat ribuan usaha catering, baik dalam sekala besar atau usaha katering rumahan.

Pasalnya, perlu disadari bahwa usaha makanan tak akan pernah mati, walaupun pemainnya sudah banyak tetap saja usaha ini terus berkembang. Dan ini yang melatar belakangi para pelaku bisnis catering sebelum memutuskan menggeluti memilih bisnis ini.

Karena dari segi konsumen, pangsa pasar usaha katering ada bermacam-macam, mulai dari pemilik pesta pernikahan, ulangtahun, atau kantor-kantor yang menyediakan makan siang untuk karyawannya, atau kantor yang mengadakan seminar atau workshop.

“Biasanya dalam satu bulan bisa empat atau lima hajatan pernikahan, selain itu katering ini juga melayani kantor menyediakan makan siang untuk karyawannya,” ujar Ibu Fathiyah, pemilik usaha katering rumahan yang terletak di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Makanya, janagn heran kalau usaha jenis ini terus bertambah mengingat pasarnya yang terus bertambah. Coba saja tengok pembangunan perkantoran di Jakarta yang kian marak. Tentu itu akan membuat peluang uasaha katering semakin menjanjikan. Belum lagi pembangunan kota lainnya, terbayangkan peluang usaha ini seperti apa?

Terlebih, kini banyaknya wanita yang bekerja atau memiliki kesibukan lain, sehingga tak sempat memasak dan lebih memilih jasa catering. “Saya juga melayani kebutuhan makanan 5 orang ibu rumah tangga yang tidak sempat memasak untuk keluarganya dikarenakan dia bekerja,” kata Ibu Fathiyah lagi.

Ya, keabutuhan masyarakat soal makanan memang masih sangat tinggi, intinya sampai kapanpun manusia membutuhkan yang namanya makanan. Makanya, momen ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha katering, untuk mencari banyak keuntungan.

Seperti katering rumahan milik Ibu Fathiyah misalnya, dalam satu bulannya saja bisa meraup omzet puluhan juta rupiah. “Ya, soal omzet sih tidak menentu, karena kalau lagi banyak hajatan bisa bertambah, kalau lagi sepi ya paling mengandalkan pendapatan dari kantor dan karyawannya saja,” ujar dia.

Selain itu, usaha seperti ini mampu juga memberikan lapangan pekerjaan bagi orang yang menganggur. Umpamanya saja, sebuah usaha catering rumahan memiliki minimal 5 orang karyawan, kalau 10 usaha berapa banyak penyerapan tenaga kerja yang dapat dilakukan. “Alhamdulillah, saya bisa mempekerjakan 5 orang untuk usaha catering saya,” sebut dia.

Ketatnya Persaingan

Masalah yang kerap kali menerpa bisnis katering rumahan, yaitu persaingan bisnis yang lumayan ketat. Maklum, peluangnya usaha catering sangat terbuka lebar. Sehingga, jangan heran kalau usaha jenis ini sangat banyak pemainnya. Namun, pastinya ada kelebihan dan kekurangan sehingga dipilih konsumen.

Jadi, intinya Anda harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen, tujuannya agar mereka tidak pindah memilih ke usaha katering yang lain. Karena tentunya pelayanan terbaiklah yang dipilih konsumen.

Untuk itu, Anda juga harus lebih gencar melakukan promosi usaha katering, baik melalui brosur atau pamflet di lingkungan sekitar tempat usaha Anda. Selain itu, memasang iklan di media massa, seperti surat kabar atau majalah juga sangat membantu.

Cara lainnya, promosi melalui kartu nama. Ya, dengan mencantumkan nama usaha catering di tisu makan, peralatan makan yang disewakan, dan juga kardus makanan, tentu menjadi alternatif sebagai alat untuk mempromosikan bisnis ini.

Yang terpenting adalah menjaga kualitas masakan. Dengan demikian, maka dapat dipastikan konsumen akan kembali lagi dan menjadi pelanggan Anda. Namun, perlu diketahui bahwa strategi pemasaran yang paling efektif adalah pemasaran dari mulut ke mulut, untuk itu berikanlah pelayanan yang terbaik bagi konsumen dan biarkan mereka yang memasarkan produk katering Anda kepada orang lain.

BERITA TERKAIT

Prospek Bisnis Ban Positif - Multistrada Masih Bukukan Rugi US$ 8,18 Juta

NERACA Jakarta –Aksi korporasi Compagnie Generale Des Etablissements Michelin (Michelin) mengakuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) di…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Raup Dana IPO Rp 125 Miliar - Menteng Heritage Poles Kinerja Bisnis Perhotelan

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) dibuka melesat 69,5% menjadi…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…