Tahun Depan, Jembo Cable Proyeksikan Penjualan Turun 20% - Dampak Stagnasi Industri Kabel

NERACA

Jakarta- PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) memproyeksikan penjualan tahun 2013 tidak akan mengalami peningkatan yang berarti, bahkan akan di bawah Rp1,5 triliun. Mengingat permintaan tidak terlalu besar, “Outlook industri kabel tidak jauh berbeda dengan 2012. Pertumbuhannya tidak begitu besar. Penjualan diperkirakan turun di bawah 20% tahun depan,”kata Direktur PT Jembo Cable Company Tbk, Antonius Benadi di Jakarta, Selasa (6/11).

Dia mengungkapkan, apabila penjualan 2012 diperkirakan sekitar Rp1,22 triliun maka penjualan tahun depan tidak jauh berbeda. Pihaknya memperkirakan, marjin laba bersih sekitar 4% pada tahun depan.

Maka untuk mendukung kinerja pada tahun depan, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp25 miliar. Dana belanja modal akan digunakan untuk fiber optic dan ekspansi usaha. Anggaran belanja modal itu berasal dari kas internal dan pinjaman bank Mandiri. “Tahun depan kami menyiapkan capex Rp25 miliar, 70% diantaranya untuk menambah kapasitas fiber optic karena permintaannya yang cukup besar, terutama dari proyek Telkom untuk fiber to the home yang telah kami menangkan bersama konsorsium,” jelasnya.

Dalam proyek tersebut, emiten berkode JECC ini berkonsorsium bersama Fujikora Grup dan Koperasi Telkom. Jembo menjadi pemasok utama kabel serat optik yang rencananya mulai dilaksanakan pada 2013.

Oleh karena itu, pihaknya akan memperbanyak mesin-mesin dan membangun pabrik baru pada satu bidang lahan di kawasan Jatiwung Tanggerang. Hingga September 2012, perseroan telah merealisasikan belanja modal sekitar 50% dari target belanja modal Rp24 miliar pada 2012. Belanja modal itu digunakan untuk mesin produksi, peningkatan kapasitas produksi kabel tembaga dan fiber optic.

Sebagai informasi, perseroan mencatatkan laba bersih mencapai Rp33 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp23,6 miliar. Penjualan perseroan hingga September 2012 mencapai Rp906,6 miliar dari periode sama sebelumnya Rp911,6 miliar. Sementara, untuk target penjualan sampai dengan akhir tahun 2012, perseroan menargetkan dapat memperoleh dana sekitar Rp1,36 triliun dan laba bersih sebesar Rp51,5 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Laju Industri Sepeda Motor di Indonesia Kian ‘Ngacir’

Indonesia tidak hanya sebagai negara ketiga terbesar di dunia setelah China dan India untuk potensi pasar sepeda motor, tetapi juga…

Astra Property Groundbreaking Arumaya - Targetkan Serah Terima Tahun 2022

NERACA Jakarta - Dua developer ternama, yakni Astra Property dan Hongkong Land melaksanakan groundbreaking ceremony pembangunan Arumaya, sebuah hunian eksklusif…

Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara

Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara NERACA Jakarta - Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli dituntut 8 tahun penjara ditambah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…