PT Baramulti Suksesarana Tbk Masuk Efek Syariah

Saham PT Baramulti Susksesarana Tbk ditetapkan sebagai efek syariah berdasarkan keputusan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) nomor: Kep- 583/BL/2012. Informasi tersebut disampaikan Bapepam-LK dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (6/11).

Ketua Bapepam-LK Ngalim Sawega mengatakan, dikeluarkannya keputusan ini sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan Bapepam-LK terhadap pemenuhan efek syariah atas pernyataan pendaftaran yang disampaikan oleh PT Baramulti Suksessarana Tbk.“Dengan dikeluarkannya keputusan ini, maka efek Baramulti masuk dalam Daftar Efek Syariah,”katanya.

Ditetapkan sebagai efek syariah didasarkan pada keputusan Bapepam-LK nomor: Kep-282/BL/2012 tanggal 24 Mei 212 tentang Daftar Efek Syariah berserta penambahannya dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-429/BL/2012 tanggal 1 Agustus 2012 tentang Daftar Efek Syariah.

Ngalim mengatakan sumber data yang digunakan sebagai bahan penelahan ini berasal dari dokumen pernyataan pendaftaran serta data pendukung lainnya, berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Secara periodik Bapepam-LK akan melakukan kajian atas Daftar Efek Syariah berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik.

Kajian atas Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah atau terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhinya atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

Baramulti akan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia pada 8 November 2012 mendatang dengan melepas sebanyak 261,5 juta saham ke publik pada harga penawaran Rp1.950 per saham. Dari aksi korporasi ini perseroan diperkirakan meraup dana penawara umum saham perdana (Initial public offering/IPO) sekitar Rp509,92 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Masuk Musim Hujan, Harga Komoditas Sayuran Merangkak Naik - Kabid Diskopdagrin Kota Sukabumi: Kenaikan Masih Dalam Batas Kewajaran

Masuk Musim Hujan, Harga Komoditas Sayuran Merangkak Naik Kabid Diskopdagrin Kota Sukabumi: Kenaikan Masih Dalam Batas Kewajaran NERACA Sukabumi -…

Saham SOSS Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenakan status unusual market activity (UMA) pada saham PT Shield On Service…

Aliran Modal Asing Rp19,9 Triliun Masuk Ke Indonesia

    NERACA   Jakarta - Aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia periode 1-9 November 2018 cukup…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp 3,93 Triliun

Di kuartal tiga 2018, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih Rp3,93 triliun, naik 49,67% year on year (yoy)…

BEI Suspensi Saham Trancoal Pacific

Mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dihentikan sementara atau disuspensi oleh PT…

Hotel Mandarine Bakal Gelar Rights Issue

Perkuat modal dalam rangka mendanai ekspansi bisnisnya, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) berniat menerbitkan saham dengan hak memesan efek…