Investasi Industri Aneka Capai Rp 19,37 Triliun

NERACA

Jakarta – Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto mengatakan sektor industri aneka menghasilkan total investasi Rp19,37 triliun dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 986.314 orang.

"Nilai ekspor industri aneka mencapai 5,66 miliar dolar AS pada 2011 dengan nilai produksi Rp50,95 triliun dan utilitas sebesar 59,36 persen," kata Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Panggah Susanto di Jakarta, Selasa (6/11).

Menurut dia, perlu langkah penguatan struktur industri dan menjaga rantai pasokan bahan baku industri aneka menghadapi persaingan global. "Langkah konkrit itu sebagai penguatan industri aneka agar tidak kolaps," ujarnya. Panggah mengatakan, tantangan industri aneka saat ini sangat besar terutama persaingan dengan produk dari China, untuk itu perlu langkah konkrit menyiasatinya.

Dia mengatakan, pameran tersebut sebagai jembatan bagi dunia usaha dalam membuka dan memperluas pasar. Hal itu penting dilakukan untuk memperkenalkan produk industri aneka Indonesia di dalam atau luar negeri. "Pameran ini sarana memperluas akses pasar pada perdagangan global dan menjembatani kebutuhan dunia usaha membuka akses pasar, akses teknologi, investasi dan peningkatan sumber daya manusia bagi pengusaha nasional," ujarnya. Menurut dia, jumlah perusahaan produk industri aneka sebanyak 1032 perusahaan, tersebar antara lain di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, DKI Jakarta, hingga ke Nusa Tenggara Timur.

Hadapi Perdagangan Bebas

Panggah juga meminta para pelaku usaha untuk siap menghadapi Asean China Free Trade Agreement (ACFTA). “Pemerintah berharap pelaku usaha meningkatkan kemampuan untuk melakukan efisiensi di bidang produksi dan pemasaran serta memberi nilai positif berupa akses pasar, akses teknologi, investasi dan peningkatan sumber daya manusia dalam era ACFTA,” jelasnya.

Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pelaku industri untuk tetap tenang dalam menghadapi permasalahan di sektor industri dan fokus dalam menghadapi perdagangan bebas. “Diharapkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tidak terlalu membesar-besarkan rencana hengkangnya industri di dalam negeri akibat aksi sweeping yang dilakukan serikat pekerja," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur.

Natsir melanjutkan bahwa Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga tidak perlu pencitraan, dan asosiasi tenaga kerja perlu lebih bijak melihat kondisi ekonomi dalam negeri yang mempunyai persoalan biaya produksi, logistik, perbankan yang tinggi di mana persoalan ini sudah 15 tahun berlarut-larut tidak terselesaikan, ditambah persoalan baru krisis ekonomi global.

Semua pihak, menurut Natsir, harus menyadari bahwa perjanjian perdagangan bebas telah banyak ditandatangani oleh Indonesia oleh karena itu semua pihak untuk siap menghadapinya. “Ketika AEC berlaku, pabrik dibangun dan hasil produksinya bisa dijual di mana saja selama dalam lingkungan Asean. Namun, 60% industri manufaktur Indonesia masih tergantung pada bahan baku impor. Industri semacam ini rawan tutup dan pindah ke negara Asean lainnya yang lebih kompetitif dan efisien dengan cost produksi dan biaya logistik yang lebih rendah,” paparnya.

Masalah impor bahan baku, lanjut Natsir, harus menjadi perhatian dari pemerintah dan pelaku usaha. “Jangan sampai pada AEC 2015, Indonesia hanya dijadikan pasar bagi negara lain di kawasan Asean,” tuturnya. Natsir menambahkan, masalah outsourcing yang melibatkan Apindo, Kemenakertrans dan asosiasi tenaga kerja harus segera diselesaikan. “Negara Asean lainnya justru mendapatkan manfaat dari kondisi upah tenaga kerja yang tidak kondusif bila masalah tersebut berlarut-larut,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

Agresif Investasi di Sektor Energi - Tahun Ini, WIKA Targetkan Laba Rp 3,01 Triliun

NERACA Jakarta – Seiring pertumbuhan target kontrak baru di tahun 2019, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga menargetkan pertumbuhan…

Siapkan Investasi Rp 50 Triliun - Crown Kembangkan Proyek di Luar Sydney

NERACA Jakarta –Setelah sukses meluncurkan proyek baru yang ikonik di Sydney yaitu Eastlakes Live dengan nilai investasi Rp 10 triliun,…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Lima Unit AMMDes Penjernih Air Didistribusikan ke Sulteng

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian akan menyalurkan lima unit alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) yang berfungsi sebagai pengolah air jernih…

Rendahnya Produktivitas Tebu Picu Tingginya Harga Gula

NERACA Jakarta – Rendahnya produktivitas tebu dapat dilakukan untuk menekan impor gula. Saat ini, harga gula lokal tiga kali lebih…

Keterampilan Tenaga Kerja di Sektor Industri Terus Dipacu

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian sedang gencar memacu keterampilan atau kemampuan dari tenaga kerja industri di Indonesia sesuai kebutuhan era…