Mengenal Museum Kuliner Berbagai Negara

Mengunjungi museum memang terkadang sangat membosankan, namun berbeda bila mengunjungi museum-museum ini. Museum-museum yang sangatlah unik dan berbeda, museum ini menyimpan berbagai jenis kuliner, mulai dari kuliner asli negara tersebut sampai kuliner-kuliner yang unik. Dan mungkin ini bisa menjadi inspirasi untuk Indonesia agar membuat museum serupa, selain untuk memperkenalkan kuliner-kuliner khas Indonesia, juga dapat memperkenalkan kota asalnya kuliner tersebut.

Museum Makanan Gosong (Arlington, Mass, AS)

Museum yang satu ini berdiri 20 tahun silan. The Burnt Food Museum didirikan untuk ‘menghormati’ kegagalan dalam membuat masakan. Di dalamnya berisi berbagai jenis makanan gosong, mulai dari yang klasik seperti telor gosong hingga koleksi lucu seperti lemon hangus, jeruk keprok keriput hingga kue yang telah menjadi abu.

Museum Cuka Internasional (Roslyn, AS)

Museum ini didirikan oleh Lawrence Driggs. Pria yang mengklaim dirinya sebagai ‘Manusia Cuka’ ini mendedikasikan seluruh hidupnya mengoleksi berbagai jenis cuka yang ada di seluruh dunia. Pengunjung tidak hanya akan disajikan dengan pengetahuan mengenai cuka, namun mereka juga diberikan pelajaran mengenai pengetahuan masak memasak serta trend perjalanan sejarah yang berhubungan dengan bahan asam tersebut.

Museum Currywurst (Berlin, Jerman)

Museum Currywurst merupakan museum kuliner pertama yang ada di Jerman. Di dalamnya terdapat berbagai catatan kebudayaan dan sejarah mengenai makanan yang paling populer di Jerman. Nam Currywurst diambil dari jenis makanan sosis rasa kari, dibangun untuk menghormati 60 tahun keberadaan Currywurst di Jerman. Tidak hanya ruang pameran, museum ini juga dilengkapi dengan ruang audio visual dan multimedia. Di sini para pengunjung akan diberikan berbagai resep rahasia mengenai pembuatan currywurst tradisional asal Jerman.

Museum Kuliner Huangzhou (Huangzhou, China)

Museum kuliner Huangzhou pertama kalli di buka pada 20 Maret 2012 silam. Di museum ini dipamerkan 110 relik kebudayaan kuliner yang berhubungan dengan masyarakat Huangzhou. Tidak hanya itu, terdapat sekitar 200 lebih jenis makanan yang dipajang. Namun tentu saja makanan yang dipajang merupakan buatan. Dibuka setiap hari selasa, pengunjung juga bisa mempelajari tehnik memasak masyarakat Huangzhou.

Museum Pizza Brain (Philadelphia, AS)

Entah mengapa, justru Amerika Serikat yang pertama membuka museum berisi sajian kuliner khas Italia. Dibangun oleh Brian Dwyer, seorang pencinta makanan Pizza, Pizza Brain memamerkan berbagai koleksi dan memorabilia yang berkaitan dengan pizza. Saking banyaknya koleksi yang dimiliki, pria berusia 27 tahun itu berhasil menyabet rekor dunia Guiness World Record sebagai pemilik koleksi memorabilia pizza di dunia.

BERITA TERKAIT

Di Sumsel, 114 Penyelenggara Negara Belum Sampaikan LHKPN

Di Sumsel, 114 Penyelenggara Negara Belum Sampaikan LHKPN NERACA Palembang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara…

Optimalisasi Utang Negara

Meski banyak pihak merisaukan masalah utang negara, Menkeu Sri Mulyani Indrawati di setiap kesempatan mengklaim bahwa pengelolaan utang Indonesia saat…

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Gua Batu Cermin, Wisata ke Perut Bumi di Labuan Bajo

Saat memutuskan untuk pergi berwisata ke Labuan Bajo, NTT, sebagian besar pasti sudah membayangkan tentang keindahan pantai, keindahan bawah laut…

Ragam Atraksi Wisata di Pantai Bido

Menghabiskan waktu di pantai sembari menikmati suara debur ombak, desir angin, dan limpahan sinar mentari yang tidak ada habisnya adalah…

Jumlah Wisatawan yang Menginap di Banten Mulai Meningkat

Bencana tsunami yang melanda Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akhir Desember 2018 menyebabkan banyak sektor, termasuk pariwisata, harus…